Otomotif / Mobil
Senin, 07 Juli 2025 | 09:58 WIB
beli mobil bekas sebaiknya km berapa (freepik)

Suara.com - Ketika mencari mobil bekas, banyak orang langsung terpaku pada kilometer (KM) yang tertera di odometer.

Memang benar, KM bisa menjadi indikator seberapa sering mobil bekas atau mobil tua itu digunakan. Namun angka kilometer ini bukan satu-satunya penentu kualitas mobil.

Lalu, beli mobil bekas itu sebaiknya KM berapa? Apakah mobil bekas kilometer kecil menjamin kondisinya baik?

Pertanyaan tersebut penting dijawab agar Anda tidak tertipu oleh angka yang terlihat menggiurkan tapi menyimpan banyak risiko.

Faktanya, angka kilometer mobil bekas yang tinggi belum tentu berarti buruk, sementara angka yang rendah juga tidak otomatis berarti bagus.

Untuk memahami lebih dalam soal KM wajar beli mobil bekas, mari kita bahas dengan pertimbangan logis berdasarkan tahun kendaraan, jenis mesin, dan kondisi riil mobil di lapangan.

Beli Mobil Bekas Sebaiknya KM Berapa?

Salah kaprah yang sering terjadi adalah menganggap kilometer rendah sebagai jaminan kualitas dan kondisi mobil bekas.

Padahal, mobil tua dengan pemakaian wajar justru bisa jadi lebih bagus dibandingkan pemakaian jarang.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil Jerman Murah di Bawah Rp50 Juta: Gaya Elegan, Mesin Tangguh

Kanal YouTube Dokter Mobil Indonesia menyebutkan bahwa mobil tahun tua dengan kilometer tinggi bisa mengindikasikan bahwa mobil itu dipakai secara wajar.

Dalam kondisi seperti ini, kerusakan yang ditemukan biasanya cukup wajar, seperti kaki-kaki, kampas kopling, disk brake, suspensi, dan busi.

Sebaliknya, mobil dengan kilometer rendah yang sangat jarang digunakan dan hanya ‘disimpan’ justru berpotensi menimbulkan kerusakan lebih parah, misalnya ada tumpukan lendir di radiator dan rem sering macet.

"Kalau misalkan mobil simpanan, mobil cukup ada umur dan hanya dipanasin doang di garasi alias kilometer rendah itu biasanya problem-nya ane-aneh."

"Itu biasanya problemnya, radiator ada numpuk lendir, kalau dia sebelumnya pakai oli biasa aja nanti berlendir. Kemudian remnya sering macet," kata Koh Lung Lung.

Kanal tersebut juga menyebutkan bahwa pemakaian Alphard GS tahun 2014 sebesar 13.000 KM selama delapan tahun itu tergolong wajar.

Meski begitu, Anda tetap harus memastikan hal lain, misalnya buku servis dan berapa kali mobil tersebut ganti oli.

Selain itu, usahakan untuk mengecek elektrikal mobil-mobil bekas tahun lama. Dalam kondisi seperti ini, Anda sebaiknya memanggil ahli seperti jasa inspeksi mobil.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pemilik akun TikTok Berburu Mobil Impian.

Menurutnya calon pembeli sebaiknya tidak selalu menilai bahwa mobil kilometer rendah sudah pasti bagus dan kilometer tinggi pasti lebih jelek.

Tips Membeli Mobil Bekas Selain Memperhatikan KM

Jangan sama terpatut pada KM saja, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum beli mobil bekas.

1. Periksa Riwayat Servis

Mobil yang dirawat dengan baik biasanya memiliki riwayat di buku servis yang lengkap.

Ini menunjukkan bahwa pemilik sebelumnya disiplin dalam mengganti oli, mengecek rem, kampas kopling, hingga sistem pendingin.

Hindari mobil bekas tanpa riwayat servis, karena bisa saja pernah mengalami kerusakan parah atau kecelakaan.

2. Cek Fisik dan Suara Mesin Secara Langsung

Saat mobil dinyalakan, suara mesin harus halus dan stabil. Dengarkan apakah ada suara bergetar tidak wajar, atau bau terbakar dari kap mesin.

Periksa juga ruang mesin apakah ada rembesan oli atau air radiator yang bocor. Ini bisa jadi tanda perawatan mobil bekas itu masih kurang maksimal.

3. Amati Interior dan Eksterior

Cek bagian dalam mobil: jok, dashboard, plafon, hingga bagian panel pintu. Jika mobil masih terlihat mulus dan original, itu tanda mobil dirawat dengan baik.

Bagian luar mobil juga perlu diamati apakah ada tanda-tanda bekas dempul atau pengecatan ulang, yang mungkin menandakan pernah tabrakan.

4. Uji Jalan (Test Drive)

Jangan pernah membeli mobil tanpa test drive. Perhatikan kenyamanan setir, rem, akselerasi, dan suspensi.

Jika ada getaran atau suara aneh saat mobil berjalan di kecepatan tertentu, lebih baik pertimbangkan ulang.

5. Cek Kelengkapan Dokumen dan Legalitas

Pastikan BPKB, STNK, faktur, dan dokumen pendukung lainnya lengkap dan asli. Anda juga bisa memeriksa status pajak kendaraan dan pastikan tidak ada tunggakan.

Ini akan memudahkan Anda saat proses balik nama mobil dan tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.

Membeli mobil bekas memang bisa menjadi solusi hemat, namun hanya jika Anda melakukan pengecekan menyeluruh, tidak hanya terpaku pada angka kilometer.

Memahami KM wajar beli mobil bekas dapat membantu Anda dalam menyaring pilihan yang realistis dan menghindari penyesalan di kemudian hari.

Gunakan akal sehat, ajak teknisi terpercaya bila perlu, dan pastikan Anda nyaman sebelum membawa pulang mobil impian.

Seperti itulah penjelasan tentang beli mobil bekas itu sebaiknya KM berapa dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Load More