Suara.com - Kejuaraan Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 semakin memanas! Putaran ketiga akan digelar di sirkuit ikonis Mobility Resort Motegi, Jepang, pada tanggal 12-13 Juli.
Para pembalap elit Indonesia dari Astra Honda Racing Team (AHRT) siap bertarung dengan tekad kuat untuk mempertahankan supremasi dan mengukuhkan posisi teratas di klasemen, menjadikan ajang ini lebih dari sekadar balapan, tetapi juga misi prestasi.
Mengandalkan performa brutal dari Honda CBR Series, skuad Merah Putih siap unjuk gigi.
Dua pembalap menarik perhatian publik, yaitu M. Adenanta Putra di kategori Supersport (SS) 600 dan Fadillah Arbi Aditama di kelas Asia Production (AP) 250.
Keduanya saat ini adalah penguasa takhta di kelas masing-masing. Tekanan tinggi? Tentu saja. Tapi inilah yang membuat balapan semakin seru!
Raja AP250, Fadillah Arbi, Pede Tatap Motegi
Di kelas AP250, Fadillah Arbi Aditama tampil begitu superior. Kombinasi skillnya dengan kelincahan Honda CBR250RR membawanya kokoh di puncak klasemen dengan 83 poin, menciptakan jarak aman 33 poin dari rival terdekatnya.
Bukan cuma modal motor kencang, Arbi punya keuntungan lain: pengalaman di Motegi saat berlaga di Asia Talent Cup (ATC). Ini membuatnya lebih percaya diri untuk kembali menaklukkan sirkuit teknikal ini.
“Seri motegi ini menjadi salah satu seri yang sangat saya tunggu. Saya baru pertama kali balapan di Motegi menggunakan CBR250RR. Bermodal pengalaman balap di ATC Motegi, saya optimis dapat tampil maksimal dan tentunya mengharumkan nama Indonesia,” ujar Arbi.
Baca Juga: Pembalap Indonesia Bersinar di Sepang: Hattrick Arbi dan Drama Gilang pada ARRC 2025
Sementara itu, rekan setimnya, Davino Britani, yang saat ini berada di posisi ketujuh, menghadapi tantangan besar. Ini adalah pengalaman perdananya memacu motor di Motegi. Namun, dengan semangat belajar yang tinggi, Davino siap menjadikan seri ini sebagai ajang pembuktian diri.
“Saya sangat bersemangat sekaligus tertantang untuk bisa menaklukan sirkuit Motegi pada balapan ARRC. Persiapan yang saya lakukan tentunya akan menjadi modal bagi saya untuk bisa segera beradaptasi dan memahami karakter sirkuit ini. Semoga saya mampu tampil maksimal,” ujar Davino.
Duel Panas di Kelas 'Neraka' Supersport 600
Jika di AP250 ada sedikit ruang bernapas, lain halnya di kelas SS600. Dianggap sebagai 'kelas neraka' karena persaingannya yang super ketat, M. Adenanta Putra harus berjuang ekstra keras. Meski berada di puncak klasemen, keunggulannya hanya terpaut 3 poin saja.
Setiap manuver dan setiap putaran di Motegi akan sangat krusial untuk menjaga asa juara.
"Hasil baik pada dua seri yang telah saya lalui menjadi modal penting dalam menghadapi ARRC seri Motegi. Semoga saya dapat mengamankan poin di perburuan gelar juara," ujar Adenanta yang penuh semangat.
AHRT juga menurunkan dua pembalap kuat lainnya di kelas ini: Herjun Atna Firdaus dan Rheza Danica Ahrens. Herjun punya memori manis di Motegi saat masih di kelas AP250 musim lalu, dan ia optimis bisa mengadaptasi kesuksesan itu ke atas sadel CBR600RR.
"Seri kali ini akan jadi pengalaman pertama di Motegi pada kelas SS600. Di kelas AP250, saya dapat raih hasil yang cukup bagus di Motegi. Tentu saya akan lakukan segala hal terbaik yang saya punya," Ujar Herjun.
Sayangnya, ada kabar kurang baik dari kelas Asia Superbike 1000 (ASB1000). Pembalap andalan AHM, Andi Farid Izdihar atau yang akrab disapa Andi Gilang, terpaksa harus absen di seri Jepang ini karena cedera. Kita doakan semoga lekas pulih dan kembali ke lintasan!
Catat Jadwalnya dan Dukung Tim Merah Putih!
Jangan sampai ketinggalan aksi para pembalap kebanggaan kita. Siapkan alarm dan kuota untuk nonton bareng!
Kelas: AP250 dan SS600
Jadwal Race 1 dan 2: Sabtu (12/7) dan Minggu (13/7)
Jam Tayang:
AP250: Mulai pukul 12:30 WIB
SS600: Mulai pukul 13:30 WIB
Cara Nonton: Live streaming di channel YouTube Asia Road Racing Championship.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Murah dengan Opsen yang Nggak Bikin Perih, Pikap Agrinas Tuai Kritik
-
5 Mobil dengan Pajak Murah, Bensin Irit, dan Opsen Nggak Bikin Perih
-
Rektor Paramadina Kritik Rencana Impor 105.000 Pikap: Deindustrialisasi Terselubung
-
Alasan Agrinas Pilih Impor 105 Ribu Pick Up India Ketimbang Produk Lokal
-
Pilih Mobil Hybrid atau Plugin Hybrid? Cek Perbandingannya di Sini
-
Ukuran Mobil Avanza Berapa? Pastikan Muat di Garasi, Segini Harganya Jelang Musim Mudik Lebaran
-
Geely EX2 Catatkan Ribuan Pemesanan di IIMS 2026
-
Ganti Oli Motor Matic Berapa Bulan Sekali? Ini 5 Rekomendasi Pelumas Ciamik
-
Mau Jual Mobil Bekas di Mana? 5 Rekomendasi Situs untuk Jual Mobil
-
GAC Indonesia Kantongi Ribuan SPK di IIMS 2026, AION UT Jadi Primadona