Suara.com - Buat kamu yang lagi cari SUV kompak di kisaran harga Rp290-Rp300 jutaan, dua nama ini pasti nangkring di daftar pertimbangan: Hyundai Creta Active MT dan Honda WR-V E CVT.
Sama-sama 1.5L, sama-sama segmen menengah, dan harganya cuma selisih belasan juta. Tapi di balik angka itu, ada perbedaan karakter yang perlu kamu tahu sebelum menjatuhkan pilihan.
Creta datang dari pabrikan Korea yang semakin agresif di pasar Indonesia, sementara WR-V adalah jagoan Honda yang baru diluncurkan dengan tampang sporty dan teknologi khas Honda.
Pertanyaannya: lebih worth WR-V dengan transmisi CVT dan fitur digital, atau Creta yang menyuguhkan kesan elegan plus transmisi manual?
Performa: CVT vs Manual, Siapa Lebih Responsif?
Honda WR-V E CVT dibekali mesin 1.5L DOHC i-VTEC yang sanggup memuntahkan 121 PS dan torsi 145 Nm. Transmisi CVT-nya bikin akselerasi terasa halus dan cocok untuk lalu lintas perkotaan yang padat.
Plus, ada fitur Remote Engine Start dan Keyless Entry, praktis banget buat kamu yang sering buru-buru.
Sementara Hyundai Creta Active MT membawa mesin 1.5L MPI dengan tenaga 115 PS dan torsi 147 Nm, ditransmisikan via manual 6-percepatan.
Buat kamu yang suka sensasi mengemudi aktif dan ingin kontrol penuh di tangan, Creta bisa jadi pilihan yang lebih engaging.
Baca Juga: 6 Mobil Bekas yang Cocok untuk Daerah Pegunungan, Mesin Tangguh Taklukkan Medan Berat
Fitur: WR-V Lebih Canggih, Creta Lebih Fungsional
WR-V unggul dalam fitur kenyamanan dan keamanan. Mulai dari digital AC, kamera parkir multi-angle, 4 airbags, hingga sistem keselamatan aktif seperti VSA, ABS, EBD, BA, dan HSA.
Bagian hiburan dipegang layar sentuh 7 inci dan koneksi smartphone. Untuk urusan bagasi, dengan semua kursi di posisi tegak, kapasitas bagasi sekitar 380 L.
Creta Active MT mungkin terdengar minimalis, tapi tetap membawa fitur esensial seperti layar sentuh 8 inci, electric parking brake dengan auto hold, dan sejumlah sistem keselamatan: ABS, BAS, ESC, HAC, VSM, dan ESS. Dimensi bagasinya juga lebih lega, hingga 1401 liter jika kursi belakang dilipat.
Dimensi: Creta Lebih Lapang, WR-V Lebih Lincah
Creta punya bodi yang lebih besar:
Berita Terkait
-
6 Mobil Bekas yang Cocok untuk Daerah Pegunungan, Mesin Tangguh Taklukkan Medan Berat
-
Naik Kelas! Maia Estianty Ganti Lexus dengan Range Rover Berkelir Putih
-
Intip Daya Pikat Mobil Bekas Termurah dari Ferrari, Harganya Dua Kali Lipatnya Alphard
-
Fakta Baru Kasus Anak Kasi Propam Tapsel: Wanita di Mobil Ternyata Pacar, Bukan Guru
-
Sedan Listrik Murah Nissan N7 Siap Dikirim ke Luar China, Hadir di Asia Tenggara?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank
-
Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia