Suara.com - Jika Anda menganggap Yamaha NMAX adalah puncak dari kenyamanan sebuah skutik maxi, maka Anda perlu berkenalan dengan leluhurnya yang jauh lebih radikal dan mewah.
Inilah Yamaha Maxam CP250, sebuah 'kapal pesiar darat' yang mendefinisikan ulang arti kemewahan dan gaya hidup santai di atas dua roda, jauh sebelum era NMAX dimulai.
Di tengah gempuran skuter matik bongsor yang serba sporty dan agresif, Yamaha Maxam CP250 menjadi daya tarik di eranya.
Motor yang sering dijuluki "kapal pesiar darat" atau "jet ski di atas aspal" ini adalah bukti nyata bahwa Yamaha pernah menciptakan sebuah mahakarya yang fokus pada kenyamanan, kemewahan, dan gaya hidup santai.
Bagi para milenial dan pencinta otomotif yang menghargai desain anti-mainstream, Maxam adalah sebuah ikon. Inilah 7 fakta yang membuatnya begitu istimewa dan layak dikenang dilansir dari berbagai sumber.
1. Lahir dari Filosofi "Tandem Cruiser"
Saat para kompetitor berlomba membuat skutik maxi yang kencang, Yamaha mengambil jalur berbeda.
Diperkenalkan pertama kali pada tahun 2005, Maxam dirancang dengan konsep "best double-seated urban cruiser" atau "tandem cruiser".
Tujuannya jelas: menciptakan kendaraan dua roda yang memberikan kenyamanan maksimal bagi pengendara dan penumpangnya saat menjelajah perkotaan. Ini bukan tentang kecepatan, tapi tentang menikmati perjalanan.
Baca Juga: Bukan Cuma Scoopy! Ini 5 Motor Bekas yang Harganya Paling Stabil, Dijamin Gak Rugi Jual Lagi
2. Desain "Long & Low" yang Ekstrem
Inilah ciri khas utama Maxam. Dengan panjang total mencapai 2.365 mm dan tinggi jok hanya 655 mm, motor ini memiliki postur yang sangat panjang dan rendah.
Sebagai perbandingan, tinggi jok Yamaha Mio S saja sudah 75 cm. Desain radikal ini memberikan posisi berkendara yang super santai, kaki bisa selonjoran bebas, dan memberikan stabilitas lebih saat melaju di kecepatan tinggi.
Namun, ground clearance-nya yang hanya sekitar 10 cm membuatnya harus hati-hati saat melewati polisi tidur.
3. Kenyamanan Sekelas Sofa Berjalan
Yamaha tidak main-main saat merancang kenyamanan Maxam. Joknya lebar dan empuk, dengan sandaran punggung untuk pembonceng yang membuatnya serasa duduk di sofa.
Ditambah dengan dek kaki yang sangat luas, perjalanan jauh pun terasa menyenangkan. Wajar jika banyak yang menyebut pengalaman berkendara Maxam lebih mirip mengendarai "limosin pribadi" ketimbang motor.
4. Mesin 250cc yang Fokus Pada Torsi
Di balik bodinya yang bongsor, tersimpan mesin 249cc DOHC 4-tak berpendingin cairan. Mesin ini menghasilkan tenaga sekitar 20 PS dan torsi 22 Nm.
Angka tenaganya memang tidak terdengar impresif untuk bobot motor yang mencapai 201 kg, namun kuncinya ada pada torsi yang diraih pada putaran mesin rendah.
Hal ini membuat akselerasi di perkotaan terasa responsif dan halus, sesuai dengan karakternya sebagai penjelajah santai.
5. Detail Cerdas yang Fungsional
Meskipun terlihat seperti motor konsep, Yamaha membekali Maxam dengan detail-detail pintar.
- Ruang Penyimpanan: Total kapasitas bagasi mencapai 39 liter yang terbagi di beberapa kompartemen: di bawah jok, laci depan, konsol tengah, hingga bagasi di bagian buritan.
- Rem Tangan: Untuk memudahkan parkir di tanjakan, Maxam dilengkapi tuas rem tangan (handbrake) di setang sebelah kiri.
- Desain Knalpot Oval: Knalpotnya didesain pipih dan ditempatkan agak miring untuk meminimalisir risiko tergesek aspal saat menikung tajam, mengingat gm motor yang sangat rendah.
6. Punya Nama Lain di Pasar Amerika
Meskipun di Jepang dan Asia motor ini dikenal sebagai Maxam CP250, Yamaha memberinya nama yang berbeda untuk pasar Amerika Serikat.
Di sana, motor ini dijual dengan nama Yamaha Morphous, merujuk pada bentuknya yang seakan bisa berubah (morphous) dan futuristik.
7. Sebuah Ikon yang (Sayangnya) Gugur
Yamaha Maxam adalah produk yang lahir di waktu yang tepat, namun tren otomotif berubah dengan cepat.
Memasuki era 2010-an, selera pasar bergeser ke arah skutik yang lebih sporty, ringkas, dan bertenaga.
Popularitas Maxam pun meredup hingga produksinya dihentikan sekitar tahun 2015.
Meski begitu, Yamaha Maxam tidak pernah benar-benar hilang. Ia tetap hidup di kalangan kolektor, komunitas pencinta motor unik, dan dalam ingatan mereka yang mengagumi keberanian Yamaha untuk "melawan arus".
Melihatnya melintas di jalan hari ini adalah seperti melihat sepotong sejarah desain otomotif yang anggun dan berkelas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
Terkini
-
Purbaya Soal Pajak Mobil Listrik: Tidak Berubah, tapi...
-
Daftar Provinsi yang Izinkan Perpanjang STNK Tanpa KTP Pemilik Lama
-
7 Komponen Mobil yang Krusial Diperiksa selama Musim Hujan demi Keamanan
-
Selamat Tinggal Pajak Rp0, Cek Rincian Biaya Kendaraan Listrik Wuling Air EV 2026
-
Negara Ini Tolak Kehadiran Mobil Listrik China Karena Dinilai Ancam Industri Lokal
-
Berapa Pajak Tahunan BYD Atto 1 Mulai Tahun 2026 Efek Aturan Baru? Simak Rincian Lengkapnya
-
5 Negara Beri Diskon Gila Saat Indonesia Mulai Tarik Pajak Mobil Listrik
-
3 Pukulan Telak Pemerintah untuk Kelas Menengah: BBM Naik, Mobil Listrik Kena Pajak, Tol Kena PPN
-
Baterai Mobil Listrik Apa yang Paling Awet? Ini Jenis dan Harganya Tiap Merek
-
3 Alasan Mengapa Honda CB150 Verza adalah Motor Laki Paling Pas Buat Pekerja Keras