Suara.com - Mobil Volkswagen Golf atau VW Golf diproduksi oleh perusahaan asal Jerman untuk pertama kalinya pada 1974. Mobil Golf merupakan mobil jebolan VW yang paling laris sepanjang sejarah, terutama untuk tipe MK 5 hingga MK 7. Desainnya yang compact dan elegan membuat VW Golf banyak di buru. Kabarnya, ada sekitar 35 juta unit mobil VW Golf mengaspal di seluruh dunia. Kendati demikian, mobil ini sudah tidak lagi dijual di Indonesia menurut berbagai sumber.
Kendati terkesan sempurna, beragam masalah juga sering muncul di mobil VW Golf. Terlebih jika mobil klasik ini tidak dirawat dengan telaten. Terlebih bagi mobil – mobil keluaran Eropa yang memiliki transmisi khusus. Jika tidak hati – hati dalam membeli, maka konsumen bisa rugi dobel mengingat harga mobil ini juga tidak murah.
Dikutip berbagai sumber, versi terendah dari VW Golf bisa dibanderol hingga Rp524 juta. Untuk versi yang lebih tinggi, harganya bisa mencapai Rp750 juta
Jadi sebelum rela mengeluarkan uang tersebut, pahami dulu keluhan–keluhan yang kerap muncul pada mobil VW Golf di bawah ini.
Melansir situs Bengkel Quattro yang kerap menangani mobil-mobil VW, sebenarnya mobil Jerman ini tak terlalu rewel. Hanya saja, pengguna perlu mewaspadai jika sudah ada tanda-tanda mobil akan turun mesin seperti suara mesin menjadi kasar, tenaga kurang maksimal, oli mesin lebih cepat habis, hingga piston yang mengunci.
Namun demikian, berdasarkan pengamatan Redaksi Suara.com, masalah paling sering muncul pada mobil VW Golf adalah pada komponen mechatronic, unit kontrol penting yang mengatur transmisi DSG, yang seringkali menjadi sumber kendala. Selain itu, seiring bertambahnya usia, sektor kaki-kaki serta karet-karet bushing cenderung mengalami penurunan kualitas, yang dapat memengaruhi kenyamanan dan stabilitas berkendara.
Masalah lain yang tak kalah sering ditemui adalah mounting engine yang juga memiliki usia pakai, sehingga perlu penggantian berkala untuk menjaga performa mesin tetap optimal. Terakhir, mobil ini menuntut kesadaran tinggi terhadap sistem elektrikalnya. Sensor-sensor penting seperti sensor kecepatan ABS seringkali hanya bertahan dua hingga tiga tahun sebelum membutuhkan penggantian, menambah daftar perawatan yang harus diperhatikan pemilik VW Golf GT.
Untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan ada baiknya pengguna melakukan service tune up secara berkala. Service ini umumnya dijadwalkan satu tahun sekali.
Setelah scan, langkah selanjutnya adalah tune up untuk cek busi, filter udara, filter bensin, dan injector. Apabila ada yang rusak, maka akan diperbaiki atau diganti dengan yang baru. Jika ada yang kotor seperti karburator dan injector, biasanya bengkel VW akan membersihkannya menggunakan cairan carbon cleaner.
Baca Juga: 3 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita Harga Rp50 Jutaan, Irit dan Ringan Pajak
Melansir situs jual beli mobil Camudi, Selama lebih dari empat dekade, VW Golf terus berinovasi dari sisi desain dan kenikmatan berkendara mengikuti perkembangan zaman dengan mempertahankan ciri khas sporty. Hatchback asal Jerman ini mengisi banyak ceruk segmen melalui beragam tipe dan varian yang tersedia. VW Golf tersedia dalam versi standar, crossover, bahkan hot hatch dalam wujud Golf GTI. Karakternya yang fun to drive menyenangkan untuk jalanan perkotaan yang cukup sempit apabila terjadi kemacetan. Performa mesin gahar bisa memuaskan ketika butuh sedikit adrenalin ketika memacunya jalan kosong.
Segmentasi Pasar VW Golf
Mengincar kalangan eksekutif muda, Volkswagen Golf kental akan aura sporty, yang terpancar lewat desain eksterior dan jantung pacu mobil ini. Terlebih, mobil yang tersedia dalam tipe standar dan GTI, Volkswagen Golf siap berikan Anda suatu sensasi berkendara yang pastinya diluar ekspektasi Anda.
VW Golf tersedia dalam berbagai varian, mulai dari hatchback segmen menengah hingga mereka yang mencari hatchback dengan performa tinggi. Melihat desainnya yang sporty dan modis, dengan spesifikasi teknis mumpuni, maka Golf lebih banyak menyasar kalangan keluarga muda.
Volkswagen Golf sebenarnya merupakan salah satu mobil hatchback yang cukup populer di Eropa. Namun ketika masuk di Indonesia, mobil ini lebih populer di kalangan segmen pasar premium karena statusnya sebagai mobil CBU dari merek Eropa. Harganya tergolong mahal dibandingkan dengan mobil hatchback yang ada di Indonesia.
Generasi awal Volkswagen Golf lahir dalam bentuk kotak nan tegas buah karya desainer Giorgio Giugiaro. Tapi, desain tersebut terus mengalami transformasi mengikuti perkembangan zaman yang kini gayanya membulat. Volkswagen Golf TSI menyodorkan desain yang cukup sporty dan elegan dibandingkan dengan mobil hatchback lainnya. Desainnya yang lebar dan cukup rendah membuat mobil ini sudah cukup modis tanpa perlu banyak modifikasi penampilan. Di bagian depan, VW Golf didukung headlamp dengan DRL yang lebih berkarakter.
Berita Terkait
-
Mau Mobil dengan Sunroof Tapi Budget Terbatas? Ini Rekomendasi SUV Bekas Keren di Bawah Rp 100 Juta
-
4 Mobil Bekas Mesin Diesel dengan Kabin Luas, Performa Teruji untuk Perjalanan Jauh
-
Pusing Macet? Ini 4 Mobil Matic Murah di Bawah Rp60 Juta yang Super Irit BBM, Cocok Buat Dalam Kota
-
China Larang Penjualan Mobil Bekas 0 KM, Apa Dampaknya di Indonesia?
-
5 Pilihan Mobil Bekas di Bawah Rp 40 Juta: Kabin Luas, Muat Bawa Rombongan
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Maxdecal Foodie Sasar UMKM Kuliner Indonesia Timur Bareng Pasutri Touring
-
5 Rekomendasi Unicycle Murah untuk Berangkat Kerja, Jarak Tempuh Mulai 20 Km
-
Honda Menyerah dan Putuskan Stop Penjualan Mobil Baru
-
5 Sepeda dan Skuter Listrik Cocok untuk Dibawa Naik KRL, Harga Ramah Gaji UMR
-
Kenapa Honda Angkat Kaki dari Korea?
-
Pemilik Kendaraan Listrik di Banten Siap - Siap Bayar Pajak Mulai Mei 2026
-
Honda Kibarkan Bendera Putih, Tren Mobil Listrik Bikin Pabrikan Sengsara
-
Bolehkan Polisi Razia di Jalan Kampung? Cek Aturan dan Syarat Sahnya di Sini!
-
BBM B50 untuk Kendaraan Apa? Ini 5 Mobil Diesel yang Kompatibel