Tak hanya itu, mobil Daihatsu Ayla milik Edi 'si penemu Sound Horeg' ini pun telah mencapai lebih dari 100 ribu kilometer.
Harga Daihatsu Ayla ini di pasar mobil bekas sekitar Rp 60 - 90 jutaan tergantung kondisi dan kelengkapan dokumen surat. Sementara harga baru OTR Daihatsu Ayla kisaran Rp 150 juta hingga Rp 190 jutaan.
Penghasilan Memed Potensio
Lalu muncul pertanyaan berapa penghasilannya? Soal penghasilan Edi si penemu sound horeg a.k.a Thomas Alva Edi Sound a.k.a Memed Potensio sulit diketahui.
Lantaran, Cak Memed bukan seorang pekerja kantoran dengan gaji tetap. Pendapatannya berasal dari beberapa sumber terkait bisnis sound system yang dia jalankan dan juga popularitasnya.
Edi sendiri sudah memiliki usaha sound system dari garasi sederhana di Ngawi sejak 2003. Ia juga terhitung masih menjadi orang kepercayaan Mas Bre dan bergabung dengan Brewoog Audio sebagai operator.
Selain itu, Memed juga punya akun media sosial yang cukup aktif seperti Tiktok (@memed_potensio) dan Youtube.
Ia bahkan menjual merchandise miliknya sendiri berupa kaos di Shopee. Tak diketahui apakah Memed sudah mendapatkan endorse dari akun media sosialnya.
Namun jika menilik pendapatan dari Youtube, menurut socialblade, akun Memed Potensio yang memiliki pengikut sebanyak 35 ribu diperkirakan mendapatkan penghasilan $85 - $1.400 atau setara Rp 1,4 juta hingga Rp 22,9 juta.
Meskipun begitu Memed tidak penanggapi dengan serius meskipun dirinya sedang viral. Ia bahkan merasa terhibur sosoknya diparodikan banyak artis dan selebgram.
Baca Juga: Sering Dipuja Orang Indonesia, 5 Fitur Mobil Ini Justru Dianggap "Sampah" di Luar Negeri
Perlu diketahui, adapun julukan Thomas Alva Edisound Horeg adalah sebuah plesetan dari nama ilmuan dunia Thomas Alva Edison.
Julukan itu disempatkan karena Memed dianggap sebagai penemu inovasi sistem audio revolusioner di kancah lokal, sama seperti Edison dalam teknologi suara dunia.
Ia dianggap berhasil merancang sound system Horeg yang menjadi tolak ukur kualitas dan sensasi bass ekstrem di seluruh Indonesia.
Berita Terkait
-
Sering Dipuja Orang Indonesia, 5 Fitur Mobil Ini Justru Dianggap "Sampah" di Luar Negeri
-
5 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta yang Masih Layak Pakai 2025
-
Bukan Cuma Konvoi, Komunitas Mobil Juga Bisa Serius Bangun Branding Digital!
-
Rp80 Juta Cukup buat Beli Xenia Tahun Berapa? Tetap Untung dengan Budget Minim
-
Cari Mobil Bekas Lapang Selain Suzuki APV? Ini 4 Alternatif MPV Boxy yang Wajib Dilirik
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Vespa Primavera dan Sprint Kini Gendong Mesin 180 cc, Harga Tidak Berubah
-
Cara Kerja Fitur 'Anti Tarbrak' Pada Mitsubishi Xforce yang Bikin Pengemudi Terasa Lebih Aman
-
4 Tips Mengatur Barang di Bagasi Mobil agar Kabin Tetap Luas, Mudik Lebih Nyaman
-
Baterai Solid-State Masih Butuh Waktu Panjang untuk Masuk Pasar Kendaraan Listrik
-
Daftar Lengkap Lokasi SPKLU di Yogyakarta untuk Libur Lebaran 2026
-
Selamat Tinggal Mobil Dinas Baru: Strategi Ekstrem Prabowo Tiru Pakistan Hadapi Krisis BBM
-
Pemudik Bisa Cek Kesehatan dan Ganti Oli di Selasar Fastron Rest Area KM 57
-
Update Tarif Cas Mobil Listrik di SPKLU Tol untuk Mudik Lebaran 2026
-
Mudik Lebaran 2026: Servis Gratis hingga Pijat Elektrik Tersedia di Bale Santai Honda
-
Daftar Lengkap SPKLU di Tol Trans Jawa Timur 2026, dari Ngawi sampai Probolinggo