Suara.com - Pasar mobil keluarga 7 penumpang lagi memanas. Publik ramai mengadu-domba Toyota Innova Zenix dengan Mitsubishi Destinator, padahal secara kelas keduanya berbeda: Innova adalah MPV, sedangkan Destinator murni SUV.
Kalau mau adil, Destinator justru lebih pas disandingkan dengan SUV Toyota berkarakter global, salah satunya Toyota Wildlander.
Wildlander adalah “kembaran” RAV4 yang diproduksi lewat kerja sama GAC-Toyota untuk pasar China.
Saat RAV4 generasi keenam merambah pasar Barat, operasi Toyota di China menyiapkan pembaruan Wildlander dengan paket desain dan mekanikal yang disesuaikan kebutuhan lokal.
Mengapa Wildlander layak jadi tandingan? Karena ia mengusung format SUV kompak-menengah modern dengan opsi mesin bensin dan hybrid, penggerak FWD hingga AWD, plus desain yang tegap tapi tetap ramah keluarga.
Paket ini mendekati ekspektasi konsumen yang mempertimbangkan Destinator: butuh SUV rasa global, fungsional, dan tetap nyaman dipakai harian.
Desain dan platform mengikuti RAV4 terbaru
Foto awal yang beredar melalui Carscoops menunjukkan Wildlander baru. Ciri khasnya antara lain grille honeycomb sewarna bodi dan skid plate tipis di kedua bumper.
Secara arsitektur, Wildlander berbasis desain terkini RAV4. Pembaruannya disiapkan Toyota China sebagai respons terhadap pasar kompak SUV yang makin kompetitif.
Baca Juga: Adu Spek Mitsubishi Destinator vs Toyota Kijang Innova Zenix
Pendekatan ini relevan untuk Indonesia: konsumen cenderung mengapresiasi desain tegas, proporsi pas, dan detail eksterior yang tidak berlebihan.
Dimensi pas untuk keluarga urban
Wildlander tercatat memiliki panjang 4.600 mm, lebar 1.855 mm, tinggi 1.680 mm, dengan wheelbase 2.690 mm.
Angka-angka ini sangat sekelas dengan RAV4 versi Eropa dan Amerika Utara, sehingga bisa diandalkan untuk kabin 5 penumpang yang lega dan bagasi fungsional. Proporsi ini juga membuatnya luwes di perkotaan, tetapi tetap mantap di rute antarkota.
Jika dibandingkan narasi pasar Destinator, Wildlander menawarkan alternatif buat konsumen yang tidak selalu butuh tiga baris kursi, namun menginginkan ruang lapang, ground clearance proporsional, dan pengendaraan yang stabil.
Opsi mesin luas, dari bensin hingga hybrid
Di sinilah Wildlander mengambil posisi unik. Berbeda dengan RAV4 global yang kini sepenuhnya elektrifikasi, Wildlander tetap mempertahankan opsi mesin bensin murni 2.0 liter naturally aspirated 169 hp dengan pilihan FWD atau AWD.
Selain itu tersedia dua hybrid non-plug-in: kombinasi 2.0 liter 150 hp dan 2.5 liter 182 hp, masing-masing ditawarkan dalam konfigurasi FWD dan E-Four AWD.
Strategi ini membuka rentang harga dan kebutuhan lebih lebar. Konsumen bisa memilih efisiensi dan traksi sesuai profil penggunaan, tanpa “dipaksa” langsung ke teknologi plug-in yang harganya cenderung lebih tinggi.
Relevansi untuk Indonesia
Jika Toyota membawa paket setara Wildlander ke Indonesia, posisinya akan sangat logis sebagai penantang Destinator. Keduanya sama-sama SUV, sama-sama mengutamakan kenyamanan pengendaraan, dan menawarkan presensi yang kuat.
Bedanya, Wildlander fokus 5 penumpang dengan ragam powertrain termasuk hybrid, sedangkan Destinator menggarap ceruk 7 penumpang.
Jika saja Wildlander hadir dengan opsi 7 penumpang, dijamin akan jadi pesaing kuat bagi Destinator.
Kesimpulannya, perbandingan Destinator vs Innova Zenix kurang apple-to-apple. Untuk duel yang lebih fair, arahkan sorotan ke Toyota Wildlander.
Desain selaras RAV4, opsi mesin bensin dan hybrid, serta dimensi yang pas keluarga urban menjadikannya rival yang layak.
Jika benar meluncur dan dikemas dengan harga kompetitif, peta persaingan SUV menengah bisa berubah cepat.
Berita Terkait
-
Adu Spek Mitsubishi Destinator vs Toyota Kijang Innova Zenix
-
Kebanting! Intip Harga Nissan Magnite di Luar Negeri vs di Indonesia, Lebih Murah dari BYD Atto 1
-
5 SUV Selain Mitsubishi Destinator, Kabin Luas 7 Penumpang dengan Fitur Canggih
-
Perbandingan Konsumsi BBM Mitsubishi Destinator vs Innova Zenix, Irit Mana?
-
Jangan Gegabah dan Memaksakan Diri: Ini Perbandingan Pajak Mitsubishi Destinator vs Xpander Cross
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
4 Pilihan Motor Hybrid di Indonesia dari Termurah hingga Premium
-
Rekomendasi 3 Motor Listrik Sensasi ala Nmax: Mending Fox 350, Gesits GV1, atau United T1800?
-
3 Mobil Listrik Terlaris China Bertarung di Indonesia, Simak Fitur Menariknya!
-
Cari Nyaman atau Desain Gahar? Begini Perbandingan Indomobil eMotor Tyranno vs Polytron Fox 350
-
Efisiensi vs Style, Mending Mitsubishi Mirage atau Honda Brio Bekas?
-
Berapa Harga Baru Suzuki Fronx 2026? Segini Pajak Tahunan, Konsumsi BBM, Tenaga Mesin
-
Nissan March Berapa Silinder? Intip Harga Seken, Spek, Pajak Tahunan, Konsumsi BBM
-
Mobil Nissan Apa Saja? Intip Daftar Harganya Februari 2026 dari SUV, MPV hingga Mobil Listrik
-
Arsitektur e-Platform BYD Menjadi Standar Baru Kendaraan Listrik Masa Depan di Indonesia
-
Brio RS CVT Kalah Murah, Mitsubishi Eclipse Cross 2020 vs Toyota C-HR 2020 Mending Mana?