Suara.com - Harga mobil listrik bekas dikabarkan saat ini banyak yang turun drastis. Lantas kenapa mobil listrik bekas harganya anjlok?
Fenomena anjloknya harga jual kembali mobil listrik yang dapat mencapai separuh harga barunya hanya dalam dua tahun kini jadi momok yang paling menakutkan.
Selain berdampak pada beberapa pabrikan, khususnya China dan juga Korea, menurunnya harga mobil listrik bekas juga jadi dilema yang membuat banyak calon pembeli berpikir seribu kali untuk beralih ke kendaraan listrik.
Hal ini bukan hanya sekadar isu biasa. Namun juga menjadi krisis kepercayaan yang berpotensi dapat menghambat laju penjualan mobil listrik di Tanah Air.
Bagaimana tidak, mobil listrik dari Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range yang dibeli dengan harga Rp 800 juta lebih, dua tahun kemudian saat dijual di pasar mobil bekas harganya anjlok di kisaran Rp 400 juta.
Kemudian, Nissan Leaf yang dijual dengan harga Rp 738 juta hingga Rp 744 juga, saat ini hanya senilai Rp 265 jutaan. Lantas, apa saja penyebab turunnya nilai jual kembali ini?
Terdapat beberapa faktor penting yang menyebabkan penjualan mobil listrik bekas lebih murah dibanding dengan mobil konvensional. Berikut ulasannya.
1. Tingginya Nilai Penyusutan Pada Mobil Listrik
Alasan pertama karena mobil listrik biasanya mengalami tingkat penyusutan (depresiasi) yang lebih signifikan jika dibandingkan dengan mobil biasa yang memakai bahan bakar konvensional. Bahkan dalam dua tahun pertama, nilainya bisa turun antara 30 sampai 40 persen atau lebih, tergantung pada merek serta tipe kendaraan yang dipilih.
Baca Juga: Pengamat: Mobil Listrik Murah Berhasil Curi Perhatian Pembeli Mobil LCGC
2. Daya Tahan dan Biaya Penggantian Baterai
Baterai menjadi komponen utama yang krusial sekaligus paling mahal dari mobil listrik. Sehingga usia baterai bisa menjadi salah satu alasan utama kenapa harga jual mobil listrik bekas lebih rendah.
Seperti halnya baterai ponsel, kapasitas baterai pada mobil listrik cenderung menurun seiring berjalannya waktu dan juga penggunaan. Tak heran bila calon pembeli kerap merasa khawatir untuk mengganti baterai dalam waktu dekat.
3. Kekurangan Mekanik dan Bengkel yang Terlatih Terhadap Mobil Listrik
Dalam proses merawat kendaraan elektrifikasi memerlukan keterampilan khusus serta alat yang berbeda dari mobil konvemsional. Sayangnya, hingga kini, banyak bengkel umum yang belum mempunyai alat serta sumber daya yang memadai untuk mengatasi mobil listrik dengan baik.
4. Perkembangan Teknologi yang Sangat Cepat
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Subsidi hingga Rp2 Juta, Cek Daftar Cicilan Ringan Motor Honda Januari 2026
-
4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
-
Berapa Pajak dan Konsumsi BBM Toyota Land Cruiser Prado Bekas? Harga Beda Tipis dari Raize
-
Kenapa STNK Perlu Diperpanjang? Ternyata Ini Alasannya
-
Mesin Sama Persis dan Lebih Murah Rp3 Juta, Ini Alternatif Honda Scoopy yang Tetap 'Kalcer'
-
MPV Pintu Geser Mewah ala Alphard, Harga ala Carry Pickup: Intip Pesona Toyota NAV1 Bekas
-
KIA Rio vs Grand Avega Hatchback, Mending Mana? Segini Harga dan Pajaknya
-
Terpopuler: 5 Mobil Kecil Bekas Terbaik untuk Lansia, Update Harga BYD Januari 2026
-
Harga Fantastis, Performa Juara: Intip Harga Terbaru Subaru Generasi Baru yang Bikin Melongo
-
XPeng P7+ 2026 Meluncur: Lebih Kencang dari Pajero, Jarak Tempuh hingga 1.550 km