- Teknologi C15 – Horse C15 adalah powertrain ultra-kompak yang mengubah mobil listrik murni jadi hybrid ringan dengan mesin bensin sebagai cadangan daya.
- Fleksibel & Efisien – Ukurannya kecil, bisa dipasang di berbagai model, mendukung banyak jenis bahan bakar, dan dirancang untuk memperluas jangkauan EV tanpa ubahan besar.
- Solusi Transisi Energi – C15 menawarkan opsi murah dan praktis bagi pabrikan untuk menjawab keterbatasan infrastruktur charging, terutama di negara berkembang.
Suara.com - Selama beberapa tahun terakhir, mobil listrik digadang-gadang sebagai masa depan otomotif. Tapi belakangan, sejumlah pabrikan mulai melirik kembali mesin pembakaran internal, bukan untuk menggantikan EV sepenuhnya, melainkan untuk menyuntikkan fleksibilitas baru ke platform kendaraan listrik.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian datang dari perusahaan bernama Horse, yang memperkenalkan teknologi konversi unik bernama C15.
Bukan sekadar mesin bensin biasa, Horse C15 adalah sistem powertrain ultra-kompak yang memungkinkan mobil listrik murni (BEV) diubah menjadi kendaraan listrik dengan jangkauan tambahan (range-extended EV/REEV), menurut laporan Carscoops.
Artinya, mobil tetap mengandalkan baterai sebagai sumber utama, tapi dibantu mesin bensin kecil untuk memperluas jarak tempuh.
Ini bukan konversi total ke mobil bensin, tapi lebih ke hybrid ringan yang bisa jadi solusi di tengah keterbatasan infrastruktur charging.
Seberapa Kompak Teknologi Ini?
Horse C15 akan debut di Munich Motor Show dan disebut "seukuran koper." Dimensinya hanya 500 mm x 550 mm x 275 mm, cukup kecil untuk dipasang di ruang bagasi depan (frunk) mobil listrik.
Di dalamnya sudah terintegrasi mesin mobil bensin 1.5 liter 4-silinder, generator, inverter, dan sistem pendingin. Fleksibilitas pemasangan secara horizontal atau vertikal membuatnya cocok untuk berbagai model kendaraan.
Mesin ini menghasilkan tenaga hingga 94 hp dalam versi naturally aspirated, dan bisa mencapai 161 hp dalam versi turbo.
Baca Juga: Gagang Pintu Tarik Pada Mobil Baru Segera Dilarang, Terlihat Futuristik Tapi Kurang Aman
Dirancang untuk memenuhi standar emisi Euro 7, C15 juga mendukung berbagai jenis bahan bakar seperti bensin, etanol, metanol, bahkan bahan bakar sintetis.
Konversi Mobil Listrik ke Hybrid, Bukan ke Bensin Murni
Penting untuk dipahami bahwa teknologi ini bukan mengubah mobil listrik menjadi mobil bensin sepenuhnya. Sebaliknya, C15 berfungsi sebagai “range extender”—mesin kecil yang hanya aktif saat baterai mulai habis.
Jadi, mobil tetap berjalan dengan tenaga listrik, tapi punya cadangan tenaga dari mesin bensin untuk menambah jarak tempuh.
Konsep ini mirip dengan teknologi yang pernah digunakan pada BMW i3 REx atau Chevrolet Volt, di mana mesin bensin tidak langsung menggerakkan roda, melainkan mengisi daya baterai saat dibutuhkan.
Apa Manfaatnya?
Berita Terkait
-
Gagang Pintu Tarik Pada Mobil Baru Segera Dilarang, Terlihat Futuristik Tapi Kurang Aman
-
Biaya Operasional dan Pajak Mobil Listrik AION UT: Per Hari di Bawah Rp 10 Ribu?
-
BMW dan Toyota Kolaborasi Siapkan Mobil Hidrogen Produksi Massal
-
Harga BYD Seal 2025 Lebuh Murah Rp 31 Juta Setelah Terima Penyegaran
-
Puluhan Ribu Pekerja Kena PHK di Tengah Badai Persaingan Industri Otomotif
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kia Seltos akan Lahir Kembali? Begini Spesifikasi Calon Penantang HR-V Terbaru
-
5 Motor 125cc Paling Murah buat Pelajar: Irit Bensin, Powerful, Perawatan Nggak Nyusahin
-
Benarkah Penjualan Mobil LCGC Menurun? Begini Data 2025 vs 2026
-
Bedah Data: Mobil Terlaris Hyundai Tipe Apa? Ini yang Jadi Tulang Punggungnya
-
Repsol Perkuat Segmen Mobil Premium Lewat Peluncuran GXR Euro
-
Pembuktian Kualitas Pelumas Premium di Medan Ekstrem Samosir dan Danau Toba
-
Repsol Lubricants Indonesia Ramaikan Japanese Bike Fest Dukung Komunitas Motor Klasik
-
Cara Membedakan Mitsubishi Lancer Evo Asli dan Evo Convert Menurut Pakar, Harga 40 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Melonjak 27 Persen pada Juni 2026 Gran Max Jadi Penopang Utama
-
IPONE Perkuat Skena Kustom Culture Indonesia Melalui Ajang Iron Pipe 2026 di Bandung