Otomotif / Mobil
Selasa, 09 September 2025 | 15:35 WIB
Ilustrasi sistem pengisian daya mobil listrik rumahan. [Freepik]
Baca 10 detik
  • Kesalahan Fatal Pemilik Mobil Listrik
  • Mengisi Daya Mobil lIstrik Dengan Stopkontak Rumahan yang Tak Optimal
  • Pemilik Mobil Listrik Tak Disarankan Terlalu Mengandalkan Sistem Pengisian Daya Umum
[batas-kesimpulan]

Suara.com - Popularitas mobil listrik terus meroket di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Namun di balik daya tarik teknologi ramah lingkungan ini, pemilik mobil listrik baru seringkali melakukan kesalahan yang fatal dalam pengisian daya.

Seorang pakar keuangan, Ravi Wadan, melalui akun sosial medianya, membagikan pandangannya mengenai kesalahan terbesar yang kerap dilakukan para pemilik mobil listrik pemula.

"Jika ada satu hal yang bisa saya rekomendasikan kepada siapa pun yang ingin membeli atau menyewa kendaraan listrik. Ini dia," ujar Wadan di awal videonya, dikutip Selasa (9 September 2025).

Ia menekankan pentingnya memiliki pengisi daya Level 2 di rumah. "Sediakan pengisi daya Level 2 di rumah. Jangan bergantung pada stopkontak standar, dan jangan sepenuhnya bergantung pada pengisian daya umum."

Stopkontak Standar Tidak Optimal

Banyak pemilik mobil listrik mungkin tergoda untuk menggunakan stopkontak rumah biasa (Level 1) untuk mengisi daya mobil listrik mereka. Namun, Wadan memperingatkan bahwa meskipun bisa, hal itu belum tentu cukup memenuhi daya baterai mobil listrik.

"Begini, stopkontak rumah tangga standar, yaitu Level 1, hanya menambah jarak tempuh sekitar 1-3 mil per jam," jelasnya.

"Dan itu hampir tidak cukup untuk mengurangi beban jika Anda berkendara setiap hari." sambungnya.

Dengan laju pengisian yang sangat lambat ini, pemilik EV akan kesulitan menjaga baterai tetap terisi penuh, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.

Baca Juga: Harga BYD Seal 2025 Lebuh Murah Rp 31 Juta Setelah Terima Penyegaran

Solusi terbaik adalah berinvestasi pada pengisi daya Level 2 di rumah. "Dengan pengisi daya Level 2 di rumah. Baik pengisi daya dinding khusus kendaraan listrik, seperti pengisi daya Tesla atau model lain. Anda dapat menambah jangkauan 20-40 mil per jam," ujarnya.

"Dan itu berarti jika Anda mengisi daya semalaman, Anda bisa memulai setiap hari dengan baterai yang terisi penuh," kata Wadan.

Risiko Bergantung pada  SPKLU

Selain stopkontak standar, Wadan juga menyarankan untuk tidak sepenuhnya bergantung pada pengisi daya cepat umum. "Dan jika Anda berpikir untuk membeli kendaraan listrik dan sepenuhnya mengandalkan pengisi daya cepat umum, pikirkan lagi," ujarnya.

Mengandalkan fasilitas publik faktanya sangat memakan waktu dan biaya. Pemilik mobil listrik bisa menghabiskan beberapa jam setiap minggu hanya untuk mengisi daya mobil, dan biaya per sesinya bisa sebanding dengan biaya bensin.

"Ini tentu bertolak belakang dengan salah satu motivasi utama beralih ke EV, yaitu penghematan biaya operasional," pungkasnya.

Load More