- Kesalahan Fatal Pemilik Mobil Listrik
- Mengisi Daya Mobil lIstrik Dengan Stopkontak Rumahan yang Tak Optimal
- Pemilik Mobil Listrik Tak Disarankan Terlalu Mengandalkan Sistem Pengisian Daya Umum
Suara.com - Popularitas mobil listrik terus meroket di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Namun di balik daya tarik teknologi ramah lingkungan ini, pemilik mobil listrik baru seringkali melakukan kesalahan yang fatal dalam pengisian daya.
Seorang pakar keuangan, Ravi Wadan, melalui akun sosial medianya, membagikan pandangannya mengenai kesalahan terbesar yang kerap dilakukan para pemilik mobil listrik pemula.
"Jika ada satu hal yang bisa saya rekomendasikan kepada siapa pun yang ingin membeli atau menyewa kendaraan listrik. Ini dia," ujar Wadan di awal videonya, dikutip Selasa (9 September 2025).
Ia menekankan pentingnya memiliki pengisi daya Level 2 di rumah. "Sediakan pengisi daya Level 2 di rumah. Jangan bergantung pada stopkontak standar, dan jangan sepenuhnya bergantung pada pengisian daya umum."
Stopkontak Standar Tidak Optimal
Banyak pemilik mobil listrik mungkin tergoda untuk menggunakan stopkontak rumah biasa (Level 1) untuk mengisi daya mobil listrik mereka. Namun, Wadan memperingatkan bahwa meskipun bisa, hal itu belum tentu cukup memenuhi daya baterai mobil listrik.
"Begini, stopkontak rumah tangga standar, yaitu Level 1, hanya menambah jarak tempuh sekitar 1-3 mil per jam," jelasnya.
"Dan itu hampir tidak cukup untuk mengurangi beban jika Anda berkendara setiap hari." sambungnya.
Dengan laju pengisian yang sangat lambat ini, pemilik EV akan kesulitan menjaga baterai tetap terisi penuh, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi.
Baca Juga: Harga BYD Seal 2025 Lebuh Murah Rp 31 Juta Setelah Terima Penyegaran
Solusi terbaik adalah berinvestasi pada pengisi daya Level 2 di rumah. "Dengan pengisi daya Level 2 di rumah. Baik pengisi daya dinding khusus kendaraan listrik, seperti pengisi daya Tesla atau model lain. Anda dapat menambah jangkauan 20-40 mil per jam," ujarnya.
"Dan itu berarti jika Anda mengisi daya semalaman, Anda bisa memulai setiap hari dengan baterai yang terisi penuh," kata Wadan.
Risiko Bergantung pada SPKLU
Selain stopkontak standar, Wadan juga menyarankan untuk tidak sepenuhnya bergantung pada pengisi daya cepat umum. "Dan jika Anda berpikir untuk membeli kendaraan listrik dan sepenuhnya mengandalkan pengisi daya cepat umum, pikirkan lagi," ujarnya.
Mengandalkan fasilitas publik faktanya sangat memakan waktu dan biaya. Pemilik mobil listrik bisa menghabiskan beberapa jam setiap minggu hanya untuk mengisi daya mobil, dan biaya per sesinya bisa sebanding dengan biaya bensin.
"Ini tentu bertolak belakang dengan salah satu motivasi utama beralih ke EV, yaitu penghematan biaya operasional," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Solusi Pasutri Muda! 6 Mobil Bekas Irit yang Lincah di Gang Sempit dan Ramah Kantong
-
Rupiah Tembus Rp17.400: Mending Beli Honda BeAT, Genio, atau Scoopy Buat Ngantor?
-
Terpopuler: Mobil Favorit Ibu Rumah Tangga, Motor Pesaing Honda ADV 160 dan CB150X
-
Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
-
Indomobil Boyong Mobil Listrik Leapmotor B10 ke GIIAS 2026, Langsung Dirakit Lokal
-
Harga Honda ADV 160 Baru vs Aprilia SR GT 200 Bekas Selisih Tipis, Mana yang Lebih Layak Dilirik?
-
Tips Aman Touring Motor Lintas Pulau Tanpa Kendala, Lakukan Persiapan di Bengkel Resmi
-
Daftar 25 Mobil Listrik Berbaterai Nikel di Indonesia, Dapat Insentif Lebih Besar dari Pemerintah
-
Penantang CB150X dari Yamaha Tebar Pesona: Kebal Bioetanol, Harganya Segini
-
7 Mobil Diesel Irit Solar, Solusi di Tengah Kenaikan Harga BBM Pertamina