- Pertimbangan Sebelum Membeli Mobil Baru
- Pertimbangkan Harga Komponen Sebelum Membeli Mobil Baru
- Pajak Kendaraan Mobil Baru yang Perlu Diperhitungkan
Suara.com - Persiapan budget untuk beli mobil baru bukan sekadar menghitung harga kendaraan, tetapi juga melibatkan berbagai biaya tambahan yang kadang terlupakan. Mulai dari pajak kendaraan, biaya administrasi, hingga asuransi, semua perlu dimasukkan ke dalam anggaran.
Pasalnya, membeli mobil baru merupakan keputusan besar lantaran penggunaannya yang mencapai tahunan.
Lantas, komponen penting apa sajakah yang harus dipertimbangkan dalam membeli mobil baru, namun sering terlupakan?. Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli mobil baru seperti dikutip dari Auto2000, Sabtu (25 Oktober 2025):
Komponen Harga Mobil Baru
Harga Kendaraan
Harga kendaraan adalah komponen utama, merupakan harga jual yang ditetapkan sesuai spesifikasi dan model mobil. Harga bervariasi tergantung segmen tipe, dan kelengkapan mobil. Pastikan untuk melakukan riset terlebih dahulu mengenai harga pasaran mobil incaran.
Biaya penting lainnya adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Pajak ini harus dibayar setiap tahun dan dihitung berdasarkan nilai jual kendaraan serta kapasitas mesin. Makin besar mesin mobil, maka pajaknya makin tinggi.
Penting untuk mempertimbangkan PKB karena dibayarkan setiap tahun selama mobil di tangan pelanggan.
Baca Juga: Cara Menjaga Harga Jual Kembali Mobil Hybrid Toyota Tetap Stabil
Pajak Penjualan atas Barang Mewah
Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) adalah pajak yang dikenakan atas penyerahan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai. Dua mobil hybrid Toyota Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross Hev memperoleh insentif PPnBM sebesar 3% sehingga harganya lebih kompetitif.
Bea Balik Nama
Bea Balik Nama (BBN) juga perlu diperhatikan. Biaya ini diperlukan untuk mengurus pengalihan kepemilikan kendaraan dari dealer ke pembeli. Untuk mobil bekas, biaya ini tetap berlaku karena kendaraan harus terdaftar atas nama pemilik baru. Besaran biayanya bervariasi tergantung pada ketetapan daerah dan nilai kendaraan.
Biaya Administrasi STNK dan BPKB
Setiap beli mobil, pembeli harus mengurus penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Biaya administrasi untuk penerbitan dokumen ini berbeda-beda tergantung kebijakan daerah masing-masing. Jadi, saat AutoFamily beli mobil baru, pastikan sudah mengetahui besarannya supaya tidak kaget kalau ternyata lebih tinggi dari dugaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
Terkini
-
Terpopuler: Motor dan Mobil Bekas Kecil untuk Wanita, Prosedur Mengurus STNK Hilang
-
5 Motor Matic Pendek Anti Jinjit, Cocok untuk Wanita Bertubuh Mungil dan Butuh Sat-set
-
Usai Beli Motor Bekas, Simak Alur dan Syarat Mengurus Mutasi Keluar Kendaraan
-
5 Tipe Motor yang Tak Layak untuk Mudik Jarak Jauh Saat Lebaran
-
Belanja Aksesori Mobil Modern Kini Hadir di Otoproject Studio Jakarta
-
5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
-
Mulai Rp70 Jutaan, Ini 5 Mobil Bekas Teririt Mitsubishi Awet Cocok untuk Harian dan Jangka Panjang
-
Strategi Ekspansi DFSK Resmikan Dealer 3S Terbaru di Awal Tahun
-
7 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling yang Kuat Nanjak, Tangguh dan Irit
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Honda 100 Jutaan Kecil untuk Harian: Cari yang Kencang atau Irit?