Harga pasaran untuk jas hujan Respiro yakni sekitar Rp250 ribu hingga Rp300 ribu.
ASV
Praktis dan kokoh, jas hujan ASV anti-rembes dan laris di pasaran, dengan reputasi memiliki bahan yang tebal (seringkali berbahan karet/PVC tebal).
Jas hujan ASV, terutama versi premiumnya (ASV 1), terbuat dari bahan dasar karet sintetis atau PVC tebal yang tidak berongga.
Sambungan pada jas hujan ASC dibuat menggunakan sistem double press (tanpa jahitan), bukan dijahit. Metode press ini menghilangkan lubang jarum yang merupakan celah utama rembesan air pada jas hujan berbahan parasut atau kain.
Jas hujan ASV di pasaran dijual dengan harga Rp180 ribuan.
Tiger Head
Jas hujan Tiger Head diproduksi menggunakan bahan dasar yang umumnya adalah PVC beserta material tahan air lain yang tebal dan kuat.
Kelebihan lain dari jas hujan ini tak lain adalah mengadopsi konstruksi dua lapisan, yakni lapisan luar tahan air dan lapisan dalam berbahan jaring.
Konstruksi jas hujan tersebut membantu mengurangi rasa lengket dan gerah.
Tiger Head dibanderol dengan harga Rp120 ribu di pasaran.
Baca Juga: 6 Jurus Anti Celaka Berkendara Motor untuk Taklukan Hujan Deras, Bikers Wajib Tahu
Eiger
Siapa yang tak kenal dengan merek Eiger.
Brand produk outdoor ini juga memproduksi jas hujan dengan kualitas tinggi.
Jas hujan Eiger menggunakan teknologi seperti Tropic Waterproof dan Tropic Windblock, yang efektif menghalau air hujan dan menahan angin dingin saat berkendara.
Eiger memang membanderol jas hujannya dengan harga fantastis, sekitar Rp300 ribu hingga Rp700 ribu.
Kendati harganya tinggi, kualitas dan keawetannya terjamin,
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
6 Jurus Anti Celaka Berkendara Motor untuk Taklukan Hujan Deras, Bikers Wajib Tahu
-
3 Cara Atasi Indikator HSTC Honda ADV 160 yang Menyala Saat Panaskan Mesin untuk Pemula
-
AHM Best Student 2025 Hasilkan Solusi Berkelanjutan dari Generasi Muda
-
Motor Bensin Disuntik Mati di 2026, Honda Bisa Mati Suri?
-
5 Motor Listrik yang Bisa Dicas di Rumah, Praktis dan Mudah Perawatan
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite
-
Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan
-
Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga