- Huawei resmi mendaftarkan sebuah desain mobil di Indonesia via DJKI.
- Ini sinyal kuat ekspansi bisnis otomotif Huawei ke Tanah Air.
- Model canggih seperti AITO M9 berpotensi masuk pasar Indonesia.
Suara.com - Sebuah langkah besar baru saja terjadi di industri otomotif nasional. Raksasa teknologi di balik smartphone canggih, Huawei, kini resmi mendaftarkan desain mobilnya di Indonesia.
Ini bukan sekadar rumor, melainkan data resmi yang menjadi sinyal kuat invasi mobil pintar mereka ke Tanah Air.
Berdasarkan data publik Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham, permohonan desain industri ini telah tercatat.
Permohonan diajukan pada 29 Oktober 2024 dengan nomor A00202405895 atas nama Huawei Technologies Co., Ltd., yang berbasis di Shenzhen, China.
Dokumen yang diumumkan pada 5 November 2025 ini menampilkan sebuah mobil dengan siluet modern dan aerodinamis.
Menariknya, desain ini diklaim memiliki keunikan pada "bentuk dan konfigurasi," mengindikasikan ini bukan sekadar konsep biasa.
Bukan Pemain Baru di Dunia Otomotif
Jangan salah, Huawei bukanlah anak baru di industri otomotif.
Di negara asalnya, mereka adalah otak di balik beberapa mobil listrik paling canggih melalui kolaborasi dengan produsen mobil ternama.
Baca Juga: 5 Mobil Listrik Seharga Harley Davidson yang Sporty dan Canggih
- Kolaborasi: Huawei telah sukses bekerja sama dengan Seres (Sokon), Chery, dan BAIC.
- Produk Unggulan: Salah satu yang paling fenomenal adalah AITO M9, SUV listrik mewah yang disebut sebagai penantang serius Tesla Model X di China.
- Model Lain: Ada juga AITO M5 dan sedan Luxeed S7 yang tidak kalah canggih.
Senjata Rahasia: Ekosistem Teknologi Huawei
Apa yang membuat mobil-mobil Huawei begitu istimewa? Jawabannya adalah teknologi mereka sendiri.
Semua kendaraan tersebut dipersenjatai dengan ekosistem canggih Huawei, mulai dari sistem infotainment HarmonyOS, chipset buatan sendiri, hingga teknologi konektivitas 5G dan kecerdasan buatan (AI).
Fitur kemudi semi-otonom dan berbagai sensor pintar juga menjadi standar dalam mobil hasil kolaborasi mereka.
Sinyal Kuat untuk Pasar Indonesia
Pendaftaran desain ini bisa menjadi langkah awal Huawei untuk membawa salah satu lini mobil pintarnya ke Indonesia.
Melihat tren kendaraan listrik yang terus meroket dan dukungan penuh dari pemerintah terhadap investasi hijau, momentum ini sangatlah tepat.
Langkah ini jelas merupakan strategi jangka panjang Huawei untuk memperluas dominasi ekosistem teknologi mereka, dari yang ada di genggaman Anda hingga ke garasi rumah Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Hyundai Masih Bidik Pasar Mobil Listrik Meski Tanpa Insentif dari Pemerintah
-
Kenapa Ban Motor Depan dan Belakang Dibuat Beda? Simak 3 Alasan Penting Ini
-
Harga Mitsubishi Outlander Sport Mepet Suzuki SCross, Mending Mana?
-
4 Contoh Mobil 7 Seater Bekas yang Perlu Dihindari Kalau Budget Perawatan Pas-pasan
-
Alphard Versi Murah vs Denza D9, Kamu Tim Mana?
-
Helm Shark Perkenalkan Visor Canggih yang Bisa Berubah Warna dalam Satu Detik
-
Masih Mau Beli Innova? Ini Alternatif Lain yang Patut Dipinang dan Sudah Senyaman Alphard
-
5 Motor Cruiser Mirip Harley-Davidson, Harga Mulai Rp30 Jutaan
-
4 Rekomendasi Mobil Listrik Mungil Rp200 Jutaan yang Jarak Tempuhnya Tembus 300 Km
-
Biaya Servis Mobil Hybrid vs Mobil Bensin Biasa, Mana yang Lebih Hemat?