Otomotif / Mobil
Selasa, 11 November 2025 | 20:48 WIB
Pakar industri otomotif Indonesia Yannes Martinus Pasaribu dari ITB mengatakan keberhasilan Vingroup mengembangkan ekosistem keberlanjutan dengan Vinfast sebagai jantung utamanya bisa menjadi inspirasi untuk Asia Tenggara. [Dok Vinfast]
Baca 10 detik
  • Pakar industri otomotif Indonesia Yannes Martinus Pasaribu dari ITB mengatakan Vingroup lahir dari rahim Asia Tenggara dan bisa menjadi inspirasi.
  • Vingroup muncul di tengah dominasi merek-merek otomotif Jepang serta Korsel di Asia Tenggara.
  • Vingroup arah pengembangan Vingroup sejalan dengan agenda nasional Indonesia.

     

Vingroup sendiri telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan BUMN Indonesia, PT Sulsel Andalan Energi, di Sulawesi Selatan, untuk bekerja sama dalam proyek tenaga surya berskala besar. MoU tersebut juga mencakup riset bersama, survei lokasi, dan solusi penyimpanan energi terintegrasi.

“Saya berharap ini baru permulaan,” ujar Yannes.

Ia menambahkan bahwa baterai kendaraan listrik bekas (second-life EV battery) dapat dimanfaatkan kembali untuk penyimpanan energi surya – menciptakan peluang industri bernilai miliaran dolar.

“Vingroup memiliki visi, teknologi, dan kemampuan eksekusi untuk memimpin langkah ini,” tutup dia.

Load More