Anda juga harus cek bagian dipstick oli untuk mengetahui warnanya sudah berubah jadi putih kecokelatan atau tidak.
Jika sudah berubah putih kecokelatan, artinya oli sudah tercampur air.
Segera ganti semua cairan mobil (oli mesin, transmisi, gardan, minyak rem, hingga power steering) dengan yang baru.
5. Keringkan Komponen Pengapian
Cek dan keringan bagian busi, koil, dan kabel-kabel pengapian menggunakan angin kompresor atau lap kering.
Sebab, komponen ini sangat sensitif dan bisa rusak permanen jika dialiri listrik dalam kondisi basah.
6. Bongkar Interior Mobil
Interior yang basah adalah sarang bakteri dan jamur.
Karena itu, Anda harus mengeluarkan air banjir yang masuk ke dalam interior mobil dengan cara menyedot sisa air menggunakan vacuum cleaner khusus basah/kering.
Sebaiknya lepas jok dan karpet dasar mobil, agar bisa dicuci bersih menggunakan sabun agar tak berjamur dan benar-benar kering.
Pastikan tidak ada air yang terjebak di balik karpet dasar karena bisa memicu karat pada lantai kabin.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kado Natal Murah Mulai Rp 30 Ribuan, Cocok Buat Keluarga
Jangan lupa membuka seluruh pintu dan jendela, agar sirkulasi udara masuk seluas-luasnya untuk mempercepat pengeringan.
7. Bersihkan Jamur dan Cegah Bau Apek
Sisa air banjir sering meninggalkan bau apek dan bercak jamur (putih, hijau, atau biru) pada dashboard, door trim, dan plafon.
Karena itu, gunakan cairan pembersih interior yang mengandung anti-jamur (anti-fungal).
Manfaatkan pula dehumidifier (penyerap lembap) di dalam kabin selama beberapa hari untuk memastikan udara benar-benar kering.
Semprotkan angin ke celah-celah sempit (seperti kisi-kisi AC) untuk mendorong air yang tersembunyi keluar.
8. Bawa ke Bengkel atau Salon Mobil Profesional
Meskipun Anda sudah melakukan langkah pertolongan pertama di atas, lebih baik tetap bawa mobil ke bengkel terpercaya untuk pemeriksaan menyeluruh (general check-up).
Berita Terkait
-
Atas Nama Efisiensi dan Pengurangan Bobot, Mercedes-Benz Kepikiran Bikin Mobil Tanpa Rem Belakang
-
Berapa Konsumsi BBM Isuzu MU-X Bekas? Ini 4 Fakta yang Perlu Disimak sebelum Beli, Termasuk Harga
-
Lumpur Rendam RSUD Aceh Tamiang: Momen Pilu Dokter Menangis di Tengah Obat-obatan yang Rusak Parah
-
Kini Harganya Mepet Calya Seken: Ini 4 Fakta Avanza Veloz Bekas Termasuk Pajak dan Spesifikasi
-
6 Ciri-ciri Mobil Bekas Banjir yang Sering Dimanipulasi Penjual, Jangan Sampai Zonk!
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Terpopuler: 5 Mobil Toyota Pajak Ringan, Segini Harga Vios Bekas Tahun Muda
-
Mitsubishi Fuso dan Foxconn Dirikan Perusahaan Bus Listrik
-
3 Varian Honda Vario 160 Januari 2026, Solusi Matic Racy Dek Rata Punya Bagasi 18 Liter dan Irit BBM
-
Otomaxy Diluncurkan, Layani Asuransi Kendaraan Tua hingga EV
-
5 Mobil Bekas Sekelas Honda HR-V dengan Fitur Canggih dan Harga Bersaing
-
Jakarta Banjir Lagi, Ini 5 Mobil Bekas 'Anti Banjir' Paling Laku Buat Terobos Genangan
-
5 Rekomendasi Mobil Hybrid Paling Irit, Performa Andal untuk Berkendara di Perkotaan
-
STNK Hilang, Apakah Masih Bisa Balik Nama Kendaraan? Begini Ketentuannya
-
Mobil Kecil Suzuki Apa Saja? Ini 7 Pilihan Terbaik yang Awet Buat Harian
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Toyota untuk Harian, Gesit dan Irit BBM