Untuk varian tertinggi, kamu bisa menemukan VIP Seat atau captain seat di baris kedua yang bahkan bisa diputar, serupa dengan yang ada pada Alphard.
Fitur lain seperti AC Dual Zone, Sunroof, dan head unit layar sentuh dengan navigasi membuat pengalaman berkendara dan perjalanan keluarga terasa premium.
Konsumsi BBM dan Pajak Tahunan Toyota NAV1
Konsumsi BBM Toyota NAV1
Bicara soal konsumsi bahan bakar, mesin 2.0L pada NAV1 seringkali menjadi pertanyaan. Berkat adopsi teknologi Valvematic, Toyota mengklaim bahwa NAV1 mampu meraih angka konsumsi BBM yang tergolong irit untuk kelasnya.
Dalam kondisi ideal atau penggunaan kombinasi, klaim pengguna melaporkan angka yang cukup menjanjikan.
Rata-rata konsumsi BBM Toyota NAV1 dalam penggunaan kombinasi jalan tol dan perkotaan sering dilaporkan berada di rentang 1:11 hingga 1:12,5 km/liter.
Sementara untuk penggunaan di dalam kota dengan kondisi lalu lintas padat, angkanya wajar jika turun di kisaran 1:8 hingga 1:9 km/liter.
Angka ini terbilang cukup kompetitif dan tidak terlalu boros jika dibandingkan dengan MPV berkapasitas mesin 2.0L lainnya. Namun tetap perlu disadari bahwa performa terbaik akan didapat dengan gaya mengemudi yang halus dan perawatan rutin.
Pajak Tahunan Toyota NAV1
Baca Juga: 9 Mobil Bekas Rp50 Jutaan untuk Keluarga Muda: Anti Kehujanan, Iritnya Kebangetan
Sebelum meminang NAV1 bekas, calon pembeli wajib mempertimbangkan biaya operasional, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan.
Sebagai MPV premium dengan kapasitas mesin 2.000 cc, pajak tahunan NAV1 cenderung berada di kategori yang cukup tinggi, sehingga perlu disiapkan alokasi dana khusus.
Perhitungan pajak tahunan mobil mengacu pada Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang dikalikan dengan tarif PKB (sekitar 1.5% hingga 2% untuk kepemilikan pertama).
Sebagai gambaran umum, estimasi pajak tahunan Toyota NAV1 tahun produksi 2013-2015 rata-rata berkisar di atas Rp 3.500.000 hingga lebih dari Rp 5.000.000 per tahun, tergantung NJKB di wilayah masing-masing dan progresifitas pajak.
Untuk mengetahui angka pastinya, kamu perlu melakukan pengecekan langsung melalui aplikasi atau situs Samsat Online di wilayah domisilimu.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wuling Pamerkan Mobil Bertema Disney di Jakarta Fair 2026
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite
-
Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan