Otomotif / Mobil
Jum'at, 09 Januari 2026 | 20:22 WIB
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memulai ekspor perdana Yaris Cross. [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan]
Baca 10 detik
  • Tantangan utama TMMIN pada 2026 adalah tarif ekspor dan biaya logistik tinggi akibat konflik global.
  • TMMIN mendorong perjanjian dagang dengan negara tujuan ekspor, termasuk Amerika Latin, untuk mengatasi tarif.
  • Gejolak geopolitik global berpotensi meningkatkan biaya logistik dan mengganggu rantai pasok industri otomotif.

Suara.com - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengatakan salah satu tantangan terbesar pada 2026 adalah tarif dan biaya logistik yang tinggi akibat konflik yang terjadi saat ini.

Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto mengatakan masalah tarif muncul akibat tak adanya perjanjian dagang antara Indonesia dengan negara tujuan ekspor. Karenanya Toyota bersama pemerintah terus mendorong penguatan perjanjian dagang (trade agreement), khususnya dengan negara-negara Amerika Latin.

‎“Isu sebenarnya ke depan itu soal tarif. Tapi tarif ini kan bukan hanya kita saja. Negara lain seperti China juga menghadapi hal yang sama kalau tidak punya trade agreement,” kata Nandi di Bandung, Jawa Barat pekan ini.

Diketahui Indonesia menjadi satu dari sekian negara yang dikenakan tarif impor 35 persen oleh Meksiko baru-baru ini. Adapun Meksiko adalah satu dari sekitar 100 negara tujuan ekspor TMMIN - produsen mobil Toyota di Indonesia yang baru saja merayakan ekspor mobil ke-3 juta unit pada 2025 lalu.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam mengingatkan bahwa ketegangan geopolitik global - termasuk serangan Amerika Serikat ke Venezuela - perlu diwaspadai dari sisi kenaikan biaya logistik dan gangguan rantai pasok (supply chain).

‎“Yang harus kita waspadai itu cost logistik. Biasanya kalau ada gejolak dunia, biaya logistik akan naik. Contohnya saat krisis Timur Tengah, jalur pengiriman harus memutar hingga Tanjung Harapan, dan itu bisa membuat biaya logistik naik sampai dua kali lipat,” kata Bob.

‎Ia menambahkan industri otomotif global saat ini sangat bergantung pada rantai pasok lintas negara, terutama untuk material strategis. ‎Bob menegaskan bahwa kondisi tersebut berpotensi meningkatkan harga logistik dan harga produk.

Menurut dia, tipe kendaraan yang diekspor Indonesia ke Venezuela yakni tipe kendaraan midle-low segmen, seperti Yaris Cross.

Pada 3 Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan serangan besar ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, lalu membawa mereka ke New York.

Baca Juga: Innova Reborn Masih Dipasarkan Meski Ada Innova Zenix, Konsumen Masih Buru Model Ladder Frame Toyota

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa keduanya akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam “narko-terorisme” dan dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi AS. Sebagai respons, pemerintah Caracas meminta pertemuan darurat PBB terkait operasi tersebut.

Mahkamah Agung Venezuela kemudian untuk sementara menyerahkan tugas kepala negara kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari 2026.

Load More