Otomotif / Mobil
Minggu, 12 Juli 2026 | 12:25 WIB
Logo Mitsubishi. (Carscoops)
Baca 10 detik
  • Mitsubishi Motors berkolaborasi dengan startup Highlanders mengembangkan robot humanoid berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi operasional pabrik otomotif mereka.
  • Produksi massal robot akan dimulai pada tahun 2027 di pabrik Kyoto dengan target kapasitas 1.000 unit per bulan.
  • Inovasi ini bertujuan mengatasi krisis kekurangan tenaga kerja di Jepang serta menciptakan peluang bisnis baru di luar industri otomotif.

Suara.com - Mitsubishi Motors resmi menggandeng startup teknologi asal Jepang, Highlanders, untuk mengembangkan robot humanoid yang akan digunakan di pabrik mereka.

Langkah ini diambil setelah bertahun-tahun Mitsubishi tertinggal dalam modernisasi produksi dibandingkan para pesaing.

Dengan robot cerdas berteknologi AI, Mitsubishi berharap bisa menutup celah efisiensi sekaligus menghadapi tantangan industri otomotif yang semakin kompleks.

Highlanders adalah perusahaan rintisan yang lahir dari Universitas Tokyo. Mitsubishi tidak hanya bekerja sama, tetapi juga sudah berinvestasi di dalamnya.

Dikutip dari Carscoops, CEO Mitsubishi, Takao Kato, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar proyek teknologi, melainkan upaya membangun fondasi industri baru di mana manusia dan robot bekerja berdampingan.

Produksi robot humanoid ini ditargetkan mulai 2027 di pabrik Mitsubishi di Kyoto. Lokasi tersebut sebelumnya digunakan untuk memproduksi mesin, dan kini akan dialihfungsikan untuk merakit robot dengan kapasitas hingga 1.000 unit per bulan.

Pabrik Kyoto akan menjadi pusat produksi robot humanoid Mitsubishi. Robot-robot ini awalnya akan digunakan untuk tugas internal seperti mengangkut komponen dan merakit mesin.

Ilustrasi produk Mitsubishi (Dok: MMKSI)

Jika terbukti andal, Mitsubishi berencana menjualnya ke produsen lain, membuka peluang bisnis baru di luar otomotif.

Berbeda dengan kebanyakan perusahaan di mana mereka beralih ke robot demi memangkas ongkos upah dan mengurangi kebutuhan akan buruh manusia, alasan utama Mitsubishi justru sebaliknya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Membedakan Onderdil Mitsubishi yang Asli dan Palsu?

Mereka mengembangkan robot humanoid karena kekurangan tenaga kerja di Jepang.

Dengan populasi menua dan jumlah pekerja menurun, industri otomotif menghadapi tantangan besar.

Mitsubishi memilih solusi yang tak terduga: bukan sekadar otomatisasi biasa, melainkan humanoid robot yang fleksibel mengikuti kebutuhan produksi.

Langkah ini juga membedakan Mitsubishi dari pesaing seperti BMW yang membeli mesin dari pemasok luar, sementara Mitsubishi memilih mengembangkan dan merakit sendiri.

Bagaimana Strateginya?

  • Kolaborasi: Mitsubishi menandatangani Memorandum of Understanding dengan Highlanders, menjadi kerja sama pertama antara merek mobil dan perusahaan robot humanoid untuk produksi massal.
  • Teknologi: Robot dilengkapi AI untuk mengerjakan berbagai tugas di lini produksi, mulai dari logistik hingga perakitan.
  • Visi: Mitsubishi menekankan bahwa robot bukan untuk menggantikan manusia, melainkan bekerja bersama dalam sistem produksi baru.
  • Nilai Tambah: Dengan memanfaatkan rantai pasok otomotif yang sudah ada, robot ini bisa dikembangkan untuk berbagai fungsi, dari pengelasan hingga distribusi komponen.

Load More