- Impor mobil pabrikan Jepang dari luar negeri mencapai rekor 111.513 unit pada 2025, melampaui rekor tahun 1995.
- Suzuki memimpin kenaikan ini dengan membawa model seperti Jimny Nomade dan Fronx yang diproduksi di India.
- Toyota berencana mengimpor Camry, Highlander, dan Tundra dari Amerika Serikat sebagai respons strategi baru pasar domestik.
Langkah ini disebut sebagai upaya memenuhi kebutuhan konsumen Jepang sekaligus memperkuat hubungan dagang Jepang-AS.
Tantangan di Pasar Domestik
Meski impor mobil besar seperti Highlander dan Tundra terdengar menarik, tantangan tetap ada. Konsumen Jepang selama ini lebih menyukai mobil kompak dan minivan.
Membujuk mereka untuk beralih ke SUV besar bukan perkara mudah, apalagi jika harga jualnya tinggi.
Harga akan menjadi faktor penentu. Jika banderol terlalu mahal, permintaan bisa terbatas. Toyota harus pintar membaca preferensi pasar agar strategi impor ini tidak berakhir sia-sia.
Tren impor balik mobil ke Jepang menunjukkan bahwa pabrik luar negeri, terutama India, semakin diakui kualitasnya. Suzuki menjadi contoh nyata dengan Jimny Nomade dan Fronx yang sukses masuk pasar domestik.
Sementara Honda, Nissan, dan Toyota masih mencari strategi tepat, fenomena ini menegaskan bahwa globalisasi produksi bukan lagi sekadar soal ekspor. Jepang kini juga menjadi konsumen dari mobil buatan luar negeri, termasuk India dan Amerika.
Bagi industri otomotif, ini sinyal bahwa peta produksi dan distribusi semakin fleksibel. Dan bagi konsumen Jepang, pilihan mobil pun makin beragam, dari hatchback kompak buatan India hingga SUV besar asal Amerika.
Baca Juga: 5 Mobil Matic yang Kuat Nanjak Pegunungan, Punya Hill Assist dan Transmisi Lincah
Berita Terkait
-
5 Mobil Matic yang Kuat Nanjak Pegunungan, Punya Hill Assist dan Transmisi Lincah
-
Tren Baru Industri Otomotif Jepang Lebih Pilih Mobil Produksi Luar Negeri
-
5 Mobil Honda Paling Kuat untuk Kontur Jalan Naik Turun, Terbaik untuk Medan Pegunungan
-
Bosan Merek Jepang? Ini 5 Mobil Matic Rp50 Jutaan Antimainstream yang Nyaman dan Stabil
-
Berapa Biaya Pelihara Isuzu Panther? Cek Kisaran Budget Operasional dan Harga Bekasnya
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
40 Juta Dapat Mobil Apa? Cek 5 Rekomendasinya, Ada Sedan Hingga MPV
-
Yamaha Tawarkan Varian Warna Baru XMAX Connected, Harga Termurah Rp 68,2 Juta
-
5 Helm Bogo Retro Murah Mulai Rp100 Ribuan, Cocok untuk Hijabers dan Penggemar Gaya Klasik
-
5 Mobil Matic yang Kuat Nanjak Pegunungan, Punya Hill Assist dan Transmisi Lincah
-
Naksir Gran Max Bekas untuk Jadi Mobil Keluarga? Intip Dulu Kelemahannya
-
Bosan Merek Jepang? Ini 5 Mobil Matic Rp50 Jutaan Antimainstream yang Nyaman dan Stabil
-
Tren Baru Industri Otomotif Jepang Lebih Pilih Mobil Produksi Luar Negeri
-
Berapa Biaya Pelihara Isuzu Panther? Cek Kisaran Budget Operasional dan Harga Bekasnya
-
5 Mobil Honda Paling Kuat untuk Kontur Jalan Naik Turun, Terbaik untuk Medan Pegunungan
-
5 Mobil Listrik yang Aman dari Banjir, Baterai Berlapis hingga Ground Clearance Jagoan