- Impor mobil ke Jepang mencapai rekor baru tahun 2025, dengan 111.513 unit dari luar negeri didatangkan.
- Kenaikan impor didorong kuat oleh Suzuki yang mendatangkan model Jimny dan Fronx dari India secara signifikan.
- Toyota berencana mengimpor tiga model besar dari Amerika Serikat mulai akhir tahun untuk memenuhi permintaan pasar domestik.
Suara.com - Fenomena unik tengah melanda industri otomotif Negeri Sakura. Meskipun dikenal sebagai eksportir kendaraan terbesar dunia, tren impor mobil buatan luar negeri ke Jepang justru mencetak rekor baru.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 111.513 unit kendaraan yang diproduksi di pabrik luar negeri dikirim kembali ke pasar domestik Jepang sepanjang tahun 2025.
Angka tersebut melonjak 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan berhasil melampaui rekor yang bertahan sejak 1995. Lonjakan drastis ini sebagian besar dipicu oleh strategi berani Suzuki yang mendatangkan unit dari India.
Suzuki bahkan telah mengimpor tujuh kali lipat dengan total 43.266 kendaraan. Kehadiran Suzuki Jimny lima pintu yang telah lama dinanti serta SUV Fronx menjadi faktor utama di balik angka fantastis tersebut.
Namun tidak semua pabrikan mencatat tren serupa. Honda justru mengalami penurunan impor sebesar 18 persen karena pengurangan pengiriman SUV WR-V dari India. Senada dengan itu, Nissan dan Toyota juga mencatat penurunan tajam masing-masing sebesar 33 persen.
Kondisi Toyota diprediksi akan berubah total tahun ini. Raksasa otomotif tersebut mengonfirmasi rencana untuk mengimpor tiga model utama buatan Amerika Serikat mulai akhir tahun nanti.
Model yang akan didatangkan mencakup sedan Camry, SUV Highlander, hingga truk pikap ukuran penuh Tundra. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, sekaligus membantu meningkatkan hubungan perdagangan Jepang-AS.
Meskipun rencana ini ambisius, Toyota menghadapi tantangan besar terkait selera konsumen lokal. Masyarakat Jepang secara tradisional lebih menyukai mobil berukuran kompak dan minivan.
Menjual SUV raksasa seperti Highlander atau pikap Tundra membutuhkan strategi khusus agar bisa diterima pasar domestik. Selain faktor dimensi kendaraan, harga jual juga akan menjadi penentu utama apakah mobil buatan Amerika ini mampu bersaing di pasar Jepang yang sangat kompetitif.
Baca Juga: Persaingan Sengit Toyota dan Brand China di Pasar Mobil Nasional
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan