- Suzuki Carry dinilai unggul dalam efisiensi BBM dan ketersediaan suku cadang.
- Desain Toyota Kijang dianggap kurang maksimal untuk muatan barang berlebih.
- Mesin Zebra Espass disebut kurang bertenaga dibandingkan ketangguhan Suzuki Carry.
Suara.com - Memilih armada tempur untuk usaha, baik itu pick-up maupun minibus (angkot/van), bukan sekadar soal harga murah. Bagi pengusaha, efisiensi bahan bakar dan ketahanan mesin adalah "nyawa".
Di pasar mobil bekas, nama besar seperti Toyota Kijang (Kapsul/Super), Daihatsu Zebra Espass, Mitsubishi T120SS, dan Suzuki Carry selalu menjadi kandidat utama.
Namun, jika dibedah secara teknis mulai dari spesifikasi mesin hingga konsumsi BBM, Suzuki Carry (terutama varian Futura 1.5) seringkali keluar sebagai juara. Mengapa demikian?
Berikut adalah analisis mendalam yang dilansir dari berbagai sumber.
1. Adu Spesifikasi Mesin: Si "Badak" G15A vs Kompetitor
Kunci ketangguhan Suzuki Carry terletak pada jantung pacunya. Varian Carry Futura 1.5 dibekali mesin berkode G15A berkapasitas 1.493 cc, 4 silinder, 16 katup, MPI (Multi Point Injection).
Mesin ini mampu menyemburkan tenaga sekitar 87 PS pada 6.000 rpm dengan torsi 122 Nm pada 3.000 rpm. Torsi puncak yang didapat di putaran mesin rendah ini membuatnya sangat responsif untuk stop-and-go membawa beban berat.
Bandingkan dengan Daihatsu Zebra Espass. Meskipun varian 1.6L-nya bertenaga, mesin Zebra sering dihantui masalah klasik: sistem pendinginan.
Radiator yang posisinya rentan dan jalur selang yang rumit membuat Zebra Espass lebih berisiko mengalami overheat (kepanasan) jika perawatannya tidak ekstra disiplin.
Baca Juga: 4 Opsi Kijang Innova di Bawah 100 Juta untuk Keluarga Cerdas Bujet Terbatas, Lengkap dengan Pajak
Hal inilah yang mendasari pendapat pengguna di lapangan yang menilai mesin Carry jauh lebih "tahan banting":
"Kalau Zebra Spress itu engine-nya itu kurang kuat dari kalau lu bandingkan dengan carry."
2. Efisiensi BBM dan Perawatan: Carry Menang Telak
Dalam operasional harian, selisih konsumsi BBM sangat mempengaruhi keuntungan.
Suzuki Carry 1.5: Rata-rata konsumsi BBM dalam kota berkisar 1:12 km hingga 1:14 km (tergantung beban dan kondisi jalan). Suku cadang mesin G15A melimpah ruah dan murah, bahkan bisa dibilang "bengkel pinggir jalan pun pasti bisa servis".
Toyota Kijang lawas: Meski sangat nyaman, konsumsi BBM Kijang lawas (karburator) umumnya berkisar di angka 1:7 km hingga 1:9 km. Cukup boros untuk mobil niaga murni.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
Terkini
-
10 Varian Wuling Cortez dan Biaya Pajaknya di 2026, Ramah UMR?
-
5 Mobil Bekas dengan Fitur Keyless, Modal Rp100 Juta Dapat Keamanan Canggih
-
5 Rekomendasi Hatchback Lebih Irit dari Agya-Ayla, Cocok untuk Commuter Harian di Jakarta
-
Kawasaki Ninja Bekas Berapa Harganya? Cek Banderol Terbaru, Pajak dan Konsumsi BBM
-
Yamaha Resmi Perkenalkan YZR M1 Berteknologi Mesin V4 di Jakarta untuk MotoGP 2026
-
5 Motor Listrik Mirip Vespa, Desain Klasik Ramah Lingkungan
-
5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
-
5 Varian Innova 2010 yang Turun Harga, Opsi Cerdas Saat Rupiah Melemah untuk Mudik Lebaran 2026
-
5 Pilihan Mobil Matic Pertama Buat Cewek yang Baru Belajar Nyetir
-
Tekanan Fiskal Makin Besar Akibat Penghentian Insentif Kendaraan Listrik