- Menteri Keuangan menyuntikkan dana SAL Rp 200 triliun ke Himbara untuk mengatasi penurunan daya beli masyarakat.
- Injeksi dana tersebut berhasil meningkatkan beberapa indikator ekonomi, seperti penjualan kendaraan bermotor dan indeks penjualan ritel.
- Kebijakan ini membuat kondisi perekonomian lebih kuat memasuki 2026, ditandai peningkatan konsumsi dan aktivitas industri.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan efek kebijakan penempatan dana Saldo Anggaran Pemerintah (SAL) Rp 200 triliun ke Himpunan Bank Negara (Himbara) yang dilakukan pada awal dia menjabat.
Sebelum ada pemindahan kas pemerintah, Purbaya mengungkapkan kalau indeks keyakinan konsumen mengalami penurunan dari awal tahun hingga September 2025. Ia menilai kalau itu menandakan daya beli masyarakat tertekan dan hampir membuat aksi demonstrasi yang semakin tak terkendali.
"Dengan kebijakan injeksi uang sebesar Rp 200 triliun ke perekonomian, itu berhasil membangkitkan daya beli masyarakat," katanya saat Rapat Kerja (Raker) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Komisi XI DPR RI yang digelar virtual, dikutip Kamis (5/2/2026).
Pertama, Purbaya mengungkapkan penjualan mobil tumbuh 17,9 persen secara year on year (YoY) per Desember 2025. Begitu pula dengan motor yang naik 14,5 persen.
Kedua yakni indeks penjualan ritel tumbuh 4,6 persen hingga akhir tahun yang didorong kelompok barang makan minum, suku cadang (mobilitas), dan barang rekreasi.
Ketiga yaitu indeks konsumsi BBM yang bergerak naik hingga Desember 2025. BBM untuk transportasi ada di level 6,9 persen, sementara BBM untuk industri 2,7 persen.
Keempat adalah penjualan listrik yang naik 4,8 persen hingga Desember 2025. Kategori konsumsi bisnis mencapai 7,3 persen, sedangkan industri naik 4,8 persen.
Kelima yakni kinerja manufaktur yang mencapai level 52,6. Purbaya mengartikan kalau itu menandakan produsen turut merasakan perbaikan dari sisi permintaan sehingga mereka berniat meningkatkan suplai dari produksi ke pasar.
"Jadi secara keseluruhan, indikator ini menunjukkan bahwa perekonomian memasuki tahun 2026 dalam kondisi yang jauh lebih kuat, konsumsi terus meningkat, mobilitas pulih, kegiatan industri aktif, dan optimisme masyarakat berada dalam level yang tinggi. Kondisi ini memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih stabil untuk tahun 2026 dan ke depannya," jelas Purbaya.
Baca Juga: 5 Sedan Bekas yang Mesinnya Badak Kuat Nanjak, Cocok untuk Jangka Panjang
Berita Terkait
-
5 Sedan Bekas yang Mesinnya Badak Kuat Nanjak, Cocok untuk Jangka Panjang
-
Tembus 3,55 Persen di Januari 2026, Purbaya Klaim Inflasi Reda Setelah Maret
-
5 Mobil Paling Irit Biaya Servis, Sparepart Melimpah dan Ringan Buat Harian
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan
-
Layanan Purna Jual Topang Bisnis Auto2000 di Tengah Lesunya Penjualan Mobil Baru
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa