- Honda mengalami penurunan penjualan retail paling tajam di Indonesia, yaitu dari 103 ribu unit (2024) menjadi 71 ribu unit (2025).
- Toyota tetap memimpin pasar otomotif Indonesia meskipun penjualannya menunjukkan penurunan bertahap hingga 258 ribu unit di tahun 2025.
- Mitsubishi menunjukkan penurunan penjualan yang relatif terkendali, hanya sekitar 5 persen pada tahun terakhir dibandingkan rival utama.
Suara.com - Pasar otomotif Indonesia dalam empat tahun terakhir menunjukkan tren yang cukup menarik. Beberapa merek besar mengalami penurunan penjualan, sementara sebagian lainnya masih berusaha bertahan di tengah persaingan ketat dan perubahan preferensi konsumen.
Menurut data retail sales 2022–2025 yang telah Suara.com rangkum dari Gaikindo, terlihat jelas bahwa Honda mengalami penurunan paling tajam dibandingkan rival utamanya.
Honda sempat mencatat kenaikan tipis pada 2023, namun setelah itu grafiknya terus menurun. Dari 128 ribu unit di 2023, penjualan Honda anjlok ke 103 ribu unit di 2024, lalu terjun bebas hingga hanya 71 ribu unit di 2025.
Penurunan hampir 31 persen dalam setahun terakhir ini menjadi alarm serius bagi Honda, apalagi jika dibandingkan dengan Toyota dan Mitsubishi yang meski turun, tidak sedrastis itu.
Toyota: Masih Jadi Pemimpin, Tapi Turun Bertahap
Toyota tetap memimpin pasar dengan angka retail sales tertinggi. Namun, penjualannya juga mengalami penurunan bertahap. Dari 329 ribu unit di 2022, turun tipis ke 325 ribu unit di 2023, lalu merosot ke 293 ribu unit di 2024, dan akhirnya 258 ribu unit di 2025.
Secara persentase, penurunan Toyota di 2025 sekitar 11,9 persen dari tahun sebelumnya. Meski turun, Toyota masih jauh di atas Honda, menunjukkan daya tahan brand yang kuat.
Mitsubishi: Stabil Meski Menurun
Mitsubishi Motors juga mengalami penurunan, tapi relatif lebih terkendali. Dari 97 ribu unit di 2022, turun ke 81 ribu unit di 2023, lalu 74 ribu unit di 2024, dan 70 ribu unit di 2025. Penurunan di 2025 hanya sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Mengapa Mobil Manual Masih Relevan di Indonesia Meski Jakarta Makin Macet? Ini 4 Pilihan Hemat
Angka ini menunjukkan Mitsubishi masih mampu menjaga basis konsumen loyal, terutama lewat model populer seperti Xpander.
Honda: Penurunan Paling Drastis
Honda mencatat penurunan paling tajam di antara merek besar. Dari 128 ribu unit di 2023, turun ke 103 ribu unit di 2024, lalu jatuh ke 71 ribu unit di 2025.
Penurunan 30,9 persen dalam setahun membuat Honda tertinggal jauh dari Toyota dan bahkan mendekati angka Mitsubishi. Faktor seperti minimnya model baru, persaingan ketat di segmen LMPV dan SUV, serta strategi harga yang kurang agresif bisa jadi penyebab utama.
Gambaran Umum Pasar
Selain tiga merek besar tadi, Daihatsu dan Suzuki juga mengalami penurunan signifikan. Daihatsu turun dari 194 ribu unit di 2023 menjadi 137 ribu unit di 2025, sementara Suzuki turun dari 82 ribu unit di 2023 menjadi 64 ribu unit di 2025.
Secara keseluruhan, pasar otomotif Indonesia memang sedang menghadapi tantangan besar, baik dari sisi daya beli konsumen maupun persaingan dengan mobil listrik yang mulai masuk.
Data ini menunjukkan bahwa Honda perlu strategi baru agar bisa kembali bersaing. Sementara Toyota dan Mitsubishi, meski turun, masih punya posisi lebih aman berkat portofolio produk yang lebih kuat dan basis konsumen yang loyal.
Berita Terkait
-
Mengapa Mobil Manual Masih Relevan di Indonesia Meski Jakarta Makin Macet? Ini 4 Pilihan Hemat
-
Suzuki e VITARA Meluncur di Indonesia Jadi Mobil Listrik Pertama dari Suzuki
-
4 Masalah Khas Honda Scoopy dari Generasi Karbu hingga eSP, Lengkap dengan Solusi dan Biaya Servis
-
6 Rekomendasi Parfum Mobil Aroma Kopi Terbaik yang Gak Bikin Mual Penumpang, Serasa di Kafe
-
Honda di February Sweet Deals, Subsidi Hingga Jutaan Rupiah Bisa Bawa PCX Sampai ADV
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Lalu Lintas Padat saat Libur Sekolah? Begini Cara Menghemat Bensin saat Macet
-
5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
-
100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte