- Legislator di Kanada dan Amerika Serikat mengusulkan regulasi lampu mobil modern, terutama LED, karena keluhan publik mengenai silau saat berkendara malam.
- Meskipun silau lampu LED dilaporkan mengganggu pengemudi, data IIHS menunjukkan kecilnya korelasi silau dengan peningkatan kasus kecelakaan malam hari.
- Industri otomotif mulai meningkatkan standar dengan mengurangi lampu berlebihan, didukung teknologi assist untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan bersama.
Suara.com - Kalau Anda sering berkendara malam hari, pasti pernah merasa silau oleh lampu mobil lain yang terlalu terang. Fenomena ini bukan hanya jadi keluhan di Indonesia, tapi juga mulai dianggap masalah serius di berbagai negara.
Di Kanada dan Amerika Serikat, para legislator bahkan sudah mengajukan usulan agar lampu mobil modern, khususnya LED, dibuat lebih ramah mata.
Carscoops melaporkan bahwa di Vancouver, anggota dewan kota Sean Orr mengajukan mosi untuk menindaklanjuti keluhan pengemudi yang merasa terganggu oleh sorotan lampu mobil SUV yang terang bak lampu stadion.
Sementara di Amerika, anggota kongres Marie Gluesenkamp Perez juga mengangkat isu serupa tahun lalu. Intinya, publik mulai resah dengan tren lampu mobil yang makin terang, dan pemerintah diminta turun tangan.
Kenapa Lampu Modern Lebih Silau?
Lampu LED memang jauh lebih terang dibanding lampu halogen atau HID generasi sebelumnya. Namun, masalah silau bukan hanya soal intensitas cahaya. Faktor seperti arah sorotan, ketinggian lampu, hingga kondisi jalan basah bisa membuat cahaya menyebar dan masuk ke mata pengemudi lain.
Meski begitu, data dari Insurance Institute for Highway Safety (IIHS) menunjukkan bahwa kasus kecelakaan akibat silau sebenarnya sangat kecil. Antara 2015 hingga 2023, silau hanya tercatat dalam 1–2 kasus dari setiap 1.000 kecelakaan malam hari. Angka ini nyaris tidak berubah meski lampu mobil semakin terang.
Lampu Terang, Efek Positifnya Nyata
Di sisi lain, lampu modern justru terbukti meningkatkan keselamatan. Mobil dengan sistem lampu terbaik tercatat lebih sedikit mengalami kecelakaan tunggal di malam hari dan lebih jarang menabrak pejalan kaki. Artinya, meski silau bisa mengganggu, kemampuan lampu menerangi jalan lebih jauh jelas membantu pengemudi menghindari bahaya.
Baca Juga: 7 Mobil Bekas Under 100 Juta Ini Suspensinya Empuk, Stabil Kalau Nggak Ngebut, Bikin Keluarga Nyaman
Faktor yang Membuat Silau Lebih Parah
IIHS juga mencatat bahwa silau lebih sering terjadi di jalan dua arah tanpa pembatas, saat kondisi hujan, dan pada pengemudi berusia di atas 70 tahun yang lebih sensitif terhadap cahaya. Jadi, meski bukan masalah besar secara statistik, pengalaman subjektif pengemudi tetap membuat isu ini terasa nyata.
Industri Mulai Berbenah
Sejak 2017, lebih dari 20 persen sistem lampu mobil yang diuji IIHS dinilai menghasilkan silau berlebihan. Namun, untuk model 2025, angka itu turun drastis menjadi hanya beberapa persen. Produsen mobil kini lebih serius menyeimbangkan antara pencahayaan maksimal dan kenyamanan pengemudi lain.
Teknologi juga ikut membantu. Fitur seperti automatic high-beam assist mencegah pengemudi lupa menurunkan lampu jauh, sementara sistem lane departure prevention bisa mengurangi risiko kecelakaan akibat pengemudi yang silau lalu keluar jalur.
Fenomena lampu mobil yang makin menyilaukan ternyata bukan hanya keresahan lokal, tapi sudah jadi isu global. Meski data menunjukkan silau bukan penyebab utama kecelakaan, tekanan publik membuat industri dan regulator tetap mencari solusi agar berkendara malam hari terasa lebih aman dan nyaman.
Berita Terkait
-
7 Mobil Bekas Under 100 Juta Ini Suspensinya Empuk, Stabil Kalau Nggak Ngebut, Bikin Keluarga Nyaman
-
Apa Saja Mobil Bekas yang Nggak Bikin Penumpang Mabuk Darat? Ini 7 Rekomendasi 100 Jutaan
-
Apakah Mobil Hybrid Perlu Dicas? Ini 5 Rekomendasi Terbaik dengan Harga Terjangkau
-
Kenapa Ban Mobil Sering Kempes? Cek 5 Rekomendasi Merek Ban Super Kuat Anti Bocor
-
Apakah Beli Mobil Bekas Harus Balik Nama? Cek 5 Rekomendasi MPV di Bawah Rp70 Juta
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Terpopuler: Mobil CVT Badak Jarang Putus Belt, Penjegal NMax dan PCX dari Suzuki
-
Apa Keunggulan Suzuki Burgman 15 Dibanding PCX dan NMAX?
-
3 Alasan Honda Mengendurkan Target EV
-
Ini Mobil CVT yang Transmisinya Bandel Belt Jarang Putus Menurut Mekanik, Harga Mulai 80 Jutaan
-
Beda Posisi Riding Anti Pegal dan Selisih Rp2 Jutaan, Mending Pinang Vario 125 Street atau Standar?
-
Rincian Harga Motor Matik Premium Honda Mei 2026: Vario Termurah hingga ADV Kasta Tertinggi
-
Harga Terjun Bebas, 3 Alasan Fortuner Tipe Ini Ternyata Lebih Nyaman dari Tipe GR, Masih Worth It?
-
Seberapa Kompetitif Suzuki Burgman 15 untuk Ladeni PCX dan Nmax? Begini Komparasinya
-
Spesialis Jalan Jelek: X-Ride vs BeAT Street vs NEX Crossover Mending Mana?
-
Nongol di Dealer, Honda Punya Penantang Yamaha X-Ride: Segini Harganya