- Penyelenggara jalan wajib segera memperbaiki kerusakan atau memberi tanda peringatan bagi pengguna jalan.
- Kelalaian perbaikan jalan yang menyebabkan kematian terancam hukuman penjara maksimal lima tahun.
- Sanksi denda bagi pengelola jalan rusak mencapai Rp120 juta menurut aturan hukum berlaku.
Suara.com - Memasuki musim hujan, pemandangan jalan berlubang dan aspal yang mengelupas menjadi hal yang sering kita temui di berbagai daerah.
Kondisi ini bukan sekadar masalah kenyamanan berkendara, tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan nyawa pengguna jalan.
Tak jarang, kecelakaan lalu lintas fatal bermula dari lubang jalan yang tidak segera diperbaiki.
Namun, tahukah Anda bahwa jalan rusak bukan hanya "nasib buruk" bagi pengendara? Secara hukum, ada pihak yang harus bertanggung jawab, bahkan bisa terancam hukuman penjara jika membiarkan jalan rusak tanpa penanganan.
Payung Hukum: UU Nomor 22 Tahun 2009
Tanggung jawab penyelenggara jalan diatur secara tegas dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Dalam aturan ini, penyelenggara jalan—baik pemerintah pusat maupun daerah—memiliki kewajiban hukum untuk memastikan jalan dalam kondisi aman.
Berdasarkan Pasal 24, terdapat dua poin utama kewajiban penyelenggara jalan:
1. Wajib segera memperbaiki: Penyelenggara jalan harus secepatnya memperbaiki jalan rusak yang berpotensi memicu kecelakaan.
2. Memberi tanda atau rambu: Jika perbaikan belum bisa dilakukan, penyelenggara jalan wajib memberi tanda atau rambu pada area tersebut sebagai peringatan bagi pengguna jalan.
Baca Juga: Siswa SMK 34 Jakarta Tewas Kecelakaan di Matraman Gegara Jalan Berlubang, Paramono Bilang Begini
Sanksi Pidana: Dari Denda Hingga Penjara
Jika kewajiban di atas diabaikan dan menyebabkan kecelakaan, Pasal 273 mengatur sanksi pidana yang cukup berat bagi penyelenggara jalan:
- Korban Luka Ringan/Kerusakan Kendaraan: Dipidana penjara maksimal 6 bulan atau denda maksimal Rp12 juta.
- Korban Luka Berat: Dipidana penjara maksimal 1 tahun atau denda maksimal Rp24 juta.
- Korban Meninggal Dunia: Dipidana penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal Rp120 juta.
Tidak hanya itu, pejabat atau penyelenggara jalan yang bahkan hanya lalai memberi tanda/rambu pada jalan rusak (meskipun belum ada korban) juga bisa dikenakan pidana penjara 6 bulan atau denda Rp1,5 juta sesuai Pasal 273 ayat (4).
Hak Warga untuk Keamanan Jalan
Keberadaan undang-undang ini menunjukkan bahwa keamanan jalan raya adalah tanggung jawab serius negara. Pejabat publik tidak boleh abai terhadap kerusakan infrastruktur yang mengancam keselamatan masyarakat.
Bagi masyarakat, memahami aturan ini penting sebagai bentuk edukasi hukum. Jika Anda menemui jalan rusak, segera laporkan kepada pihak berwenang. Dan bagi para penyelenggara jalan, konsistensi dalam perawatan infrastruktur bukan hanya soal kinerja, tapi juga upaya menghindari jerat hukum yang sudah menanti di balik aspal yang berlubang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kejutan Data Gaikindo 2026: Mobil 7 Penumpang Jadi Raja, Honda Brio Turun Tahta
-
Chery Q Siap Ancam Dominasi BYD Atto 1 di Segmen Mobil Listrik Murah Rp 200 Jutaan
-
Terpopuler: Mobil Matic Transmisi Awet, Harga Mobil Naik, Drama MotoGP Memanas
-
Mitsubishi Mirage vs Honda Brio vs Nissan March, Mana Transmisi Matic yang Paling Awet?
-
Orang Desa Tak Pakai Dolar tapi Buruh Pabrik Kendaraan Terdampak, Akankah Harga Mobil Naik?
-
BYD M6 Kini Punya Varian Plug In Hybrid, Sanggup Tempuh 1.800 Kilometer Sekali Isi Bensin
-
BYD Atto 1 Minggir Dulu, Ini Mobil Listrik Paling Diminati di Indonesia
-
Kesaksian Horor Bagnaia usai Crash Zarco di MotoGP Catalunya: Kakinya Hancur, Nyangkut di Motor
-
Penjualan Global Chery Meroket Ditopang Mobil Listrik dan Hybrid
-
Senjata Yamaha dan Suzuki untuk Tandingi Honda CB150X, Mana yang Lebih Bertaji?