News / Metropolitan
Senin, 09 Februari 2026 | 15:24 WIB
Ilustrasi jalan rusak dan berlubang di Jakarta. [Suara.com/Adiyoga]
Baca 10 detik
  • Seorang pelajar SMK 34 Jakarta, Aldi Suryaputra, meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal di Matraman, Jakarta Timur, Senin (9/2/2026).
  • Penyebab kecelakaan dipicu jalanan licin dan berlubang yang dilewati korban dengan kecepatan tinggi berdasarkan rekaman CCTV.
  • Pemprov DKI Jakarta menjamin seluruh biaya perawatan medis dan pemakaman korban, serta segera memperbaiki jalan rusak.

Suara.com - Duka mendalam menyelimuti dunia pendidikan Jakarta setelah seorang pelajar SMK 34 Jakarta, Aldi Suryaputra, meregang nyawa dalam kecelakaan tunggal.

Peristiwa nahas terjadi di Jalan Matraman Raya, Matraman, Jakarta Timur, tepat pada Senin (9/2/2026) pagi hari.

Korban diduga kehilangan kendali atas kendaraannya setelah sepeda motor yang ia tunggangi menghantam lubang menganga di aspal.

Benturan keras tersebut mengakibatkan tubuh Aldi terpental hebat ke permukaan aspal hingga ia tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi menyampaikan rasa belasungkawa atas insiden maut yang menimpa warganya tersebut.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya mewakili Provinsi DKI Jakarta turut berduka cita atas wafatnya ananda Aldi Suryaputra, siswa SMK 34 Jakarta yang mengalami kecelakaan tunggal lalu lintas pada pagi ini," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta hari ini.

Pihak berwenang telah melakukan investigasi cepat dengan membedah rekaman CCTV yang berada di sekitar area kecelakaan.

Berdasarkan rekaman tersebut, terungkap bahwa kondisi jalan yang licin akibat cuaca dan adanya lubang menjadi pemicu utama kecelakaan.

Faktor kecepatan kendaraan saat melintasi jalur tersebut juga disinyalir memperparah dampak kecelakaan yang dialami korban.

Baca Juga: Pramono Targetkan Inflasi Jakarta 2026 Jinakkan Angka Nasional

"Kami sudah memantau hasil CCTV. Penyebab kecelakaan adalah jalanan yang licin dan berlubang, lalu dilalui dengan kecepatan yang tinggi. Jadi ini merupakan kecelakaan tunggal," katanya.

Sesaat setelah kejadian, Aldi sempat dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati dengan pengawalan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan dan kepala sekolah korban.

Pemprov DKI Jakarta pun bergerak cepat dengan menjamin seluruh akomodasi medis selama korban berada di rumah sakit.

Pramono juga menegaskan bahwa biaya perawatan hingga prosesi pemakaman akan ditanggung sepenuhnya oleh anggaran pemerintah daerah.

"Biaya rumah sakit ditanggung sepenuhnya. Kami juga telah menyiapkan pemakaman di TPU Menteng Pulo," tuturnya.

Sebagai langkah preventif, Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah diperintahkan untuk melakukan penambalan darurat di seluruh titik jalan rusak.

Load More