Otomotif / Mobil
Senin, 16 Februari 2026 | 19:05 WIB
Ilustrasi setir mobil setengah lingkaran layaknya mobil F1. (Foto: Ist)
Baca 10 detik
  • Regulator China, melalui MIIT, melarang penggunaan setir model yoke karena potensi risiko cedera saat terjadi tabrakan.
  • Rancangan standar baru ini mencakup uji tabrak spesifik yang sulit dipenuhi oleh setir berbentuk setengah lingkaran.
  • Aturan pelarangan ini dijadwalkan berlaku efektif pada 1 Januari 2027, bersama larangan gagang pintu rata.

Suara.com - Pemerintah China menerapkan aturan baru yang melarang penggunaan setir model yoke atau setir mobil setengah lingkaran layaknya mobil F1 untuk mobil baru.

Dilansir dari Autohome, otoritas China sedang menyiapkan aturan baru yang melarang penggunaan setir model yoke.

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) telah menerbitkan rancangan standar baru yang bertujuan mengurangi risiko cidera akibat mekanisme kemudi saat terjadi kecelakaan. Dalam draft itu, terdapat prosedur uji tabrak baru yang mengharuskan pengujian benturan di beberapa titik pada lingkar kemudi.

Persyaratan itu dinilai sulit dipenuhi oleh desain yoke yang berbentuk setengah lingkaran karena tidak memiliki lingkar penuh seperti setir konvensional. Di dalam dokumen disebutkan bahwa desain yoke berpotensi membuat tubuh pengemudi terlempar melewati lingkar kemudi menuju dasbor saat terjadi benturan.

Selain itu, sistem airbag pada desain setir ini dinilai memiliki pola pengembangan yang kurang dapat diprediksi dibandingkan setir berbentuk bulat penuh yang memiliki permukaan lebih luas untuk meredam benturan.

Aturan baru ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027, berbarengan dengan penerapan regulasi larangan gagang pintu flush atau rata. Pemerintah China juga memberikan masa transisi selama 13 bulan bagi kendaraan dengan setir model yoke yang telah mendapat persetujuan dan saat ini masih dipasarkan.

Setir model yoke sebelumnya dipopulerkan oleh sejumlah produsen mobil listrik. Desain ini digunakan pada Tesla Model S dan Model X generasi terbaru, serta menjadi fitur utama pada Tesla Cybertruck yang mengusung sistem steer-by-wire. Selain itu, Lexus RZ juga menawarkan opsi setir model yoke di beberapa pasar.

Meski penggunaan desain ini masih tergolong terbatas di industri otomotif global, langkah China sebagai pasar otomotif terbesar di dunia berpotensi memberi pengaruh signifikan terhadap arah desain kendaraan ke depan, khususnya bagi produsen yang sedang mempertimbangkan penggunaan setir model yoke di masa depan.

Baca Juga: BYD Dominasi Pasar Mobil Listrik Indonesia Lewat Dua SUV Baru di IIMS 2026

Load More