- Geely mengambil alih posisi puncak pasar kendaraan penumpang Tiongkok dari BYD pada Januari 2026.
- Penjualan ritel pasar otomotif penumpang Tiongkok secara keseluruhan turun 13,9 persen secara tahunan.
- Keberhasilan Geely didukung strategi agresif peluncuran produk baru, sementara BYD mengalami koreksi penjualan signifikan.
Suara.com - Peta kekuatan industri otomotif di China mengalami perubahan besar pada awal tahun ini. BYD yang selama ini dikenal sangat agresif kini harus merelakan posisi puncak pada Geely.
Berdasarkan laporan terbaru, BYD bukan lagi pemegang tahta tertinggi di pasar kendaraan penumpang Tiongkok.
Mengutip laporan CarNewsChina, penjualan BYD sepanjang Januari 2026 mengalami koreksi yang cukup dalam. Kondisi tersebut terjadi seiring penurunan pasar otomotif China dalam segmen kendaraan penumpang.
Data China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan bahwa pasar kendaraan penumpang secara ritel selama periode Januari 2026 tercatat sebanyak 1,544 juta unit atau turun sebesar 13,9 persen secara tahunan.
Di tengah situasi sulit tersebut, Geely sukses mengambil alih kepemimpinan pasar kendaraan penumpang di China. Geely berhasil mengungguli BYD baik dari sisi penjualan ritel maupun wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer.
Dalam penjualan ritel, Geely mampu membukukan angka 210.000 unit atau unggul hampir 80.000 unit dari BYD. Sementara itu secara wholesales, penjualan Geely mencapai 270.000 unit atau sekitar 60.000 unit lebih tinggi dibandingkan pesaingnya tersebut.
Keberhasilan Geely merebut tahta ini tidak lepas dari strategi ekspansi yang sangat agresif. Perusahaan tersebut menargetkan peluncuran satu hingga dua model baru setiap kuartal dengan sasaran penjualan tahunan mencapai 3,45 juta kendaraan.
Di sisi lain, BYD menghadapi tekanan signifikan dengan penurunan penjualan ritel hingga 53 persen dibandingkan Januari 2025.
Selain persaingan dua raksasa tersebut, merek lain seperti Chery dan SAIC Motor juga menunjukkan performa kuat. SAIC Motor mencatatkan lonjakan penjualan grosir sebesar 53,6 persen yang ditopang oleh ekspor merek MG. Tesla China pun mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 9,3 persen secara tahunan.
Baca Juga: Masalah Baru Mobil Listrik Bukan Harga atau Jarak Tempuh? Simak 4 Rekomendasi Terbaik di 2026
Tekanan penjualan di pasar Tiongkok ini diprediksi akan mendorong para produsen untuk semakin agresif melakukan ekspansi ke pasar luar negeri termasuk Indonesia.
Strategi ini dapat hadir dalam bentuk penurunan harga, percepatan peluncuran model baru, hingga peningkatan investasi lokal. Bagi konsumen di Indonesia, kondisi ini membuka peluang untuk mendapatkan harga kendaraan yang semakin kompetitif khususnya di segmen mobil listrik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Terkini
-
Kabin Luas, Fitur Melimpah, Harga Ramah: Ini Dia Opsi Terbaik Mobil Toyota Bekas 2026 Banderol LCGC
-
Berapa Selisih Harga Baru dan Harga Seken Mitsubishi XForce?
-
Kenali Jenis Colokan Mobil Listrik yang Tersedia di Indonesia
-
Honda HR-V Generasi Terbaru Tertangkap Kamera, Desain Berotot tapi Hilang Komponen Penting Ini
-
Honda Terjun Bebas, Begini Perbandingan Retail Sales Mobil Januari 2025 vs 2026
-
Modal Rp50 Jutaan Bisa Tampil Gagah? Ini Pilihan SUV Bekas yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
-
Kenapa Lampu Sein Disebut Riting? Ternyata Ini Asal-usul Uniknya yang Jarang Diketahui
-
Harga Mepet Ignis, Mobil Bekas Mitsubishi Pajero Sport Paling Murah Mulai Berapa?
-
Konsumsi BBM Veloz Hybrid Lebih Irit dari Mobil Veloz Biasa? Ini Perbandingannya
-
KIA Carens Setara Toyota Apa? Harganya Mepet Veloz, Begini Komparasinya