Otomotif / Mobil
Selasa, 17 Februari 2026 | 18:10 WIB
Mobil Listrik BYD Atto 1 di IIMS 2026. (Foto: SUARA.COM/Michele Alessandra)
Baca 10 detik
  • Geely mengambil alih posisi puncak pasar kendaraan penumpang Tiongkok dari BYD pada Januari 2026.
  • Penjualan ritel pasar otomotif penumpang Tiongkok secara keseluruhan turun 13,9 persen secara tahunan.
  • Keberhasilan Geely didukung strategi agresif peluncuran produk baru, sementara BYD mengalami koreksi penjualan signifikan.

Suara.com - Peta kekuatan industri otomotif di China mengalami perubahan besar pada awal tahun ini. BYD yang selama ini dikenal sangat agresif kini harus merelakan posisi puncak pada Geely

Berdasarkan laporan terbaru, BYD bukan lagi pemegang tahta tertinggi di pasar kendaraan penumpang Tiongkok.

Mengutip laporan CarNewsChina, penjualan BYD sepanjang Januari 2026 mengalami koreksi yang cukup dalam. Kondisi tersebut terjadi seiring penurunan pasar otomotif China dalam segmen kendaraan penumpang.

Data China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan bahwa pasar kendaraan penumpang secara ritel selama periode Januari 2026 tercatat sebanyak 1,544 juta unit atau turun sebesar 13,9 persen secara tahunan.

Di tengah situasi sulit tersebut, Geely sukses mengambil alih kepemimpinan pasar kendaraan penumpang di China. Geely berhasil mengungguli BYD baik dari sisi penjualan ritel maupun wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer.

Dalam penjualan ritel, Geely mampu membukukan angka 210.000 unit atau unggul hampir 80.000 unit dari BYD. Sementara itu secara wholesales, penjualan Geely mencapai 270.000 unit atau sekitar 60.000 unit lebih tinggi dibandingkan pesaingnya tersebut.

Keberhasilan Geely merebut tahta ini tidak lepas dari strategi ekspansi yang sangat agresif. Perusahaan tersebut menargetkan peluncuran satu hingga dua model baru setiap kuartal dengan sasaran penjualan tahunan mencapai 3,45 juta kendaraan.

Mobil Listrik Geely EX2 di IIMS 2026. (Foto: SUARA.COM/Michele Alessandra)

Di sisi lain, BYD menghadapi tekanan signifikan dengan penurunan penjualan ritel hingga 53 persen dibandingkan Januari 2025.

Selain persaingan dua raksasa tersebut, merek lain seperti Chery dan SAIC Motor juga menunjukkan performa kuat. SAIC Motor mencatatkan lonjakan penjualan grosir sebesar 53,6 persen yang ditopang oleh ekspor merek MG. Tesla China pun mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 9,3 persen secara tahunan.

Baca Juga: Masalah Baru Mobil Listrik Bukan Harga atau Jarak Tempuh? Simak 4 Rekomendasi Terbaik di 2026

Tekanan penjualan di pasar Tiongkok ini diprediksi akan mendorong para produsen untuk semakin agresif melakukan ekspansi ke pasar luar negeri termasuk Indonesia.

Strategi ini dapat hadir dalam bentuk penurunan harga, percepatan peluncuran model baru, hingga peningkatan investasi lokal. Bagi konsumen di Indonesia, kondisi ini membuka peluang untuk mendapatkan harga kendaraan yang semakin kompetitif khususnya di segmen mobil listrik.

Load More