- Mobil Avanza ringsek dihantam kereta barang di perlintasan liar Kampung Bahari.
- Empat penumpang selamat usai mobil terseret kereta barang sejauh sepuluh meter.
- KAI imbau warga waspadai perlintasan liar guna cegah kecelakaan kereta api.
Suara.com - Sebuah mobil Toyota Avanza mengalami kerusakan parah setelah dihantam kereta api barang di perlintasan liar kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Rabu (18/2/2026) malam pukul 22.38 WIB di jalur hulu petak antara Stasiun Tanjung Priok dan Stasiun Kemayoran.
Kereta yang terlibat dalam insiden ini adalah KA barang PLB 8016 dengan rute perjalanan dari arah Tanjung Priok menuju Kemayoran.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa masinis sebenarnya telah m
mberikan peringatan suara sebelum tabrakan terjadi.
"Namun, kendaraan tetap melintas sehingga terjadi benturan. Berdasarkan informasi warga, mobil tersebut sempat terseret sekitar 10 meter," ujar Franoto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/2/2026).
Mobil minibus yang mengangkut empat orang penumpang, termasuk pengemudi, itu mencoba melintasi rel di Jalan Bahari A9 yang merupakan area perlintasan tidak terjaga. Beruntung, sesaat setelah benturan keras terjadi, seluruh penumpang dilaporkan berhasil keluar dari kendaraan dalam kondisi selamat dan langsung meninggalkan lokasi kejadian.
Meski tidak ada korban jiwa, lokomotif kereta barang mengalami kerusakan pada bagian tangga depan kanan serta kebocoran pada keran tangki bahan bakar. Kerusakan teknis tersebut memaksa pihak KAI mengerahkan lokomotif penolong untuk mengevakuasi rangkaian kereta di tempat kejadian.
Proses penanganan oleh petugas Daop 1 Jakarta akhirnya dinyatakan rampung pada Kamis pukul 06.02 WIB, dan jalur kereta kembali normal dua menit kemudian.
Franoto Wibowo kembali memperingatkan pengguna jalan mengenai risiko besar di perlintasan sebidang, terutama pada titik-titik tidak resmi.
Baca Juga: Pacar Sendiri! Pria Bobol Rumah Calon Mertua Demi Rampok Rp400 Juta
"Kereta api memiliki jarak pengereman yang panjang dan tidak dapat berhenti mendadak. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti ketika sinyal berbunyi atau palang pintu mulai menutup. Satu keputusan salah di perlintasan sebidang dapat berakibat fatal," tegasnya.
Pihak KAI juga menyatakan tidak segan untuk menempuh langkah hukum apabila ditemukan unsur kelalaian dari pihak pengendara yang merugikan operasional perjalanan kereta api.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
Terkini
-
Insiden Memalukan, Kampus India Ketahuan Klaim Robot Palsu Buatan China
-
Prabowo Beberkan Masalah Negeri: Salah Urus Ekonomi sampai Kartel Ilegal
-
Pemprov DKI Lebarkan Jalan RS Fatmawati untuk Kawasan TOD dan Akses Transjakarta
-
Mediasi Tercapai! Penabrak Pagar Rumah Anak Jusuf Kalla Ganti Rugi Puluhan Juta
-
Bareskrim Akui Terkendala Test Kit, Pengguna Vape Etomidate Sulit Ditindak
-
Terjerat Skandal Koper Narkoba, AKBP Didik Disidang Etik Hari Ini, Bakal Dipecat?
-
Waspada! BMKG Rilis Peringatan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Jabodetabek Hari Ini
-
Prabowo Tawarkan 18 Proyek Hilirisasi Super Strategis ke Pengusaha AS
-
Lukisan 'Kuda Api' Karya SBY Laku Rp6,5 Miliar untuk Aksi Kemanusiaan
-
Menko AHY Siapkan Strategi Mudik Lebaran 2026: Fokus Infrastruktur dan Diskon Tiket