- Inreyen adalah proses penyesuaian awal komponen kendaraan baru seperti mesin, rem, dan transmisi sebelum pemakaian jangka panjang.
- Meski teknologi maju, mobil baru disarankan melewati masa adaptasi hingga 1.000 kilometer atau satu bulan pertama.
- Selama 500 hingga 1.000 kilometer awal, hindari akselerasi mendadak, kecepatan tinggi, serta penggunaan rem keras.
Suara.com - Saat ini istilah ‘inreyen’ sudah kurang familiar di telinga pengguna kendaraan yang masih muda. Singkatnya, inreyen atau dalam bahasa inggris biasa disebut "break-in", adalah proses penyesuaian awal komponen-komponen mesin dan lainnya seperti rem dan sistem transmisi pada kendaraan baru.
Tujuannya untuk memastikan semua bagian mesin, seperti piston, silinder, dan komponen penting lainnya dapat bekerja secara optimal dan beradaptasi sebelum digunakan dalam jangka waktu panjang.
“Inreyen sendiri sebernarnya tergantung dari pemahaman masing-masing pengguna kendaraan. Namun untuk mobil baru Toyota termasuk Hybrid EV yang dianjurkan adalah melakukan pengecekan setelah penggunaan di 1.000 kilometer pertama,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, Rabu (25/2/2026).
Saat ini, perkembangan teknologi material dan manufaktur kendaraan membuat komponen mobil makin presisi dan gesekan antar komponen dapat direduksi sehingga potensi aus berkurang.
Komponen pendukung lainnya seperti oli dan cairan lain seperti brake fluid dan radiator fluid, juga berkembang kualitas dan daya tahannya untuk mendukung upaya menjaga kondisi mesin dan komponen mobil lainnya, karena itu ada beberapa yang berpikir inreyen sudah diperlukan lagi.
Namun bukan berarti tahapan inreyen bisa dilupakan. Disesuaikan dengan kebutuhan mobil modern, sebaiknya mobil tetap melewati masa adaptasi hingga 1 bulan atau 1.000 km pertama.
Tujuannya agar dapat menyesuaikan diri dengan kondisi pemakaian dan lingkungan, serta antisipasi masalah yang mungkin timbul saat pemakaian.
Pengemudi diharapkan untuk memperhatikan penggunaan dan tidak memaksakan dalam memacu kendaraan. Seperti, selama sekitar 500 km pertama hindari melakukan hard braking untuk menjaga kondisi komponen rem.
Selama 1.000 km pertama, hindari mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi, akselerasi mendadak, atau membawa muatan berlebih agar aman dan nyaman di jalan.
Baca Juga: GAC Indonesia Siapkan Tiga Mobil Baru Termasuk MPV Hybrid 7 Penumpang di IIMS 2026
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Sering Terobos Hujan Bikin Motor Rentan? Sudah Cek 5 Bagian Ini Biar Tetap Aman?
-
Cari Skutik Murah Tapi Gak Murahan? Simak Kelebihan dan Penyakit Langganan Honda Genio
-
Motor Termurah BMW Harganya Setara Yamaha NMAX
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
-
Pemerintah Batasi Pergerakan Kendaraan Demi Tekan Kemacetan Mudik Lebaran 2026
-
5 Pilihan Motor Matic Murah Siap Kuasai Tanjakan, Cocok Buat Mudik ke Pegunungan
-
Ini Jadi Pesaing Berat Yamaha Aerox 155, Mending Mana sama Viento 180? Harga Mirip!
-
Harga bak Langit dan Bumi: Inilah Pesaing Yamaha Grand Filano yang Lebih Murah Rp10 Juta
-
5 Fakta Bendera Indonesia Berkibar di WSSP: Aldi Satya Mahendra Naik Motor Apa?