- PT Maxxis Indonesia menerapkan diferensiasi melalui aktivasi merek di Rejang Lebong, Bengkulu, untuk memperkuat penetrasi pasar.
- Kegiatan Maxxis Fun Walk bertujuan meningkatkan kesadaran merek dan loyalitas konsumen di wilayah Sumatera yang prospektif.
- Manajemen tingkat atas hadir langsung memantau acara yang melibatkan ribuan peserta dan menggerakkan ekonomi UMKM lokal.
Suara.com - PT Maxxis International Indonesia menerapkan strategi diferensiasi untuk memperkuat penetrasi pasar di tengah persaingan industri ban yang kompetitif.
Alih-alih terjebak dalam perang harga atau sekadar ekspansi dealer, produsen ban ini memilih membangun kedekatan emosional melalui brand activation di daerah potensial.
Langkah strategis ini terlihat dalam gelaran Maxxis Fun Walk di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Agenda tersebut menjadi medium bagi perusahaan untuk meningkatkan kesadaran merek sekaligus loyalitas konsumen di wilayah Sumatera.
Sektor otomotif di luar Jawa, khususnya kendaraan roda dua dan roda empat, dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang signifikan bagi bisnis komponen.
Hsieh Cheng Chang selaku Factory Head PT Maxxis International Indonesia turun langsung memantau kegiatan yang melibatkan ribuan peserta tersebut.
Kehadiran manajemen tingkat atas menunjukkan bahwa pasar Sumatera menjadi prioritas dalam rencana bisnis jangka panjang perusahaan. Strategi ini tidak hanya fokus pada kualitas produk, tetapi juga pada keterlibatan komunitas sebagai investasi merek.
Acara yang dimeriahkan dengan pembagian hadiah paket umroh dan unit motor ini juga menggerakkan ekonomi lokal melalui sektor UMKM. Salah satu pemenang hadiah utama, Megawati, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Senang banget ikut acara Maxxis Fun Walk, semoga tahun depan ada acara kayak gini lagi dan hadiahnya bisa lebih banyak,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Melalui pendekatan tersebut, Maxxis berupaya menciptakan persepsi merek yang kuat dan relevan bagi masyarakat.
Baca Juga: Italjet Dragster 459 Twin, Motor Skutik Premium Bergaya Sport Italia
Fokus pada interaksi langsung menjadi pembeda utama di tengah gempuran merek global lainnya di pasar otomotif Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Hyundai Stargazer Cartenz Vs Kia Carens Mending Mana? Ini Perbandingannya
-
5 Mobil Murah Anti-Limbung Gak Bikin Mual Pas Perjalanan Mudik Lintas Pulau
-
Toyota Calya 1 Liter Berapa KM? Ini Konsumsi BBM, Harga Baru vs Bekas Bak Langit dan Bumi
-
5 Mobil Murah dengan Fitur Keyless: Ringan di Kantong dan Anti-Dicolong
-
Heboh Pencurian Model Baru, Kenali Fungsi ID Tag Motor Keyless
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas Rp50 Jutaan untuk Mudik Lebaran 2026
-
Investigasi Kecelakaan Mobil Listrik Temukan Fakta Pintu Gagal Terbuka Saat Darurat
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas 7 Seater untuk Mudik yang Bisa Lewati Berbagai Medan
-
Mobil Bekas Tak Segera Balik Nama, Ini Risiko yang Mengintai Pemilik Baru
-
Persiapan Lebaran 2026, 4 Rahasia Cari Aman Naik Motor di Tengah Hujan Badai