- Keselamatan adalah prioritas utama, ban mobil dengan tingkat keausan terparah wajib diganti lebih dahulu.
- Ban depan umumnya lebih cepat aus karena menahan beban pengereman dan arah kemudi kendaraan.
- Ban belakang baru penting mencegah oversteer, menjaga stabilitas saat mudik melintasi jalanan yang basah.
Suara.com - Momen Mudik Lebaran 2026 sudah di depan mata. Tradisi pulang kampung ini tentu menuntut kondisi kendaraan yang prima, mengingat perjalanan yang ditempuh bisa mencapai ratusan kilometer.
Dari sekian banyak komponen mobil, ban adalah satu-satunya bagian yang bersentuhan langsung dengan aspal. Oleh karena itu, perawatannya menyangkut langsung pada kenyamanan dan keselamatan keluarga Anda.
Namun, saat budget persiapan mudik harus dibagi-bagi, sebuah dilema klasik sering muncul di bengkel: "Jika uangnya hanya cukup untuk dua ban, ganti ban mobil depan dulu atau belakang?"
Hal ini mungkin masih menjadi tanda tanya bagi sebagian besar pemilik mobil. Jangan sampai salah langkah, mari bedah aturan mainnya agar perjalanan mudik Anda bebas hambatan!
Ban Depan: Pekerja Keras yang Cepat Aus
Melansir dari laman Auto2000, saat mengganti ban, prioritas utama yang harus dipegang adalah tingkat keausan.
Ban yang botak atau mengalami kerusakan paling parah wajib diganti lebih dahulu, tanpa kompromi.
Faktanya, ban depan umumnya cenderung lebih cepat aus dibandingkan ban belakang.
Mengapa demikian? Ban depan memiliki beban kerja yang jauh lebih berat.
Baca Juga: 6 Mobil Irit yang Nyaman untuk Keluarga Kecil tapi Bukan Honda Brio, Ada yang Buatan Eropa!
Selain bertugas mengarahkan laju kendaraan (kemudi), ban depan juga menahan beban terbesar saat mobil melakukan pengereman.
Oleh karena itu, jika Anda melihat indikator keausan (Tread Wear Indicator) pada ban depan sudah menipis jelang perjalanan mudik Lebaran 2026, maka mengganti ban depan lebih dahulu sangat direkomendasikan.
Pengecualian Penting: Mengapa Ban Belakang Tak Boleh Diabaikan?
Meski ban depan bekerja lebih keras, ada pengecualian teknis yang sangat penting untuk dipertimbangkan. Dalam beberapa kondisi, menaruh ban baru di bagian belakang justru jauh lebih menyelamatkan nyawa.
Ban belakang yang baru akan memberikan traksi (daya cengkeram) yang jauh lebih baik.
Hal ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya oversteer. Oversteer adalah kondisi berbahaya di mana bagian belakang mobil kehilangan cengkeraman dan meluncur keluar jalur (ngepot).
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester Satu 2026: Mobil Daihatsu Apa yang Laris?
-
Honda Super One Mencoba Peruntungan di Segmen Mobil Listrik
-
Menimbang Kelayakan Honda Vario Evo 160 Sebagai Partner Berkendara Harian
-
Solusi Praktis Antar Jemput Anak: 5 Motor Bekas dengan Bagasi Gede, Mulai 5 Jutaan
-
Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester Satu 2026: Ini Daftar Mobil Terlaris Toyota
-
Bahaya Mengintai Pemilik Mobil yang Menunda Blokir STNK Setelah Kendaraan Berpindah Tangan
-
Cara Membedakan Oli Asli dan Palsu, Simak Ciri-Ciri yang Wajib Diketahui
-
Cengkeraman Mobil China Semakin Kokoh di Indonesia, Penjualan Melonjak 73,6 Persen
-
Bedah Data Wholesales GAIKINDO Semester Satu 2026: Seberapa Laku Mitsubishi? 7 Seater Jadi Andalan
-
Perjalanan Satu Tahun Suzuki Fronx Melampaui Target Penjualan