- Pemerintah Malaysia rutin menggratiskan atau memberi diskon tarif tol saat momen mudik Lebaran tiba.
- Kebijakan ini menelan biaya puluhan juta ringgit demi meringankan beban transportasi masyarakat saat mudik.
- Berbeda dengan Malaysia, pemerintah Indonesia umumnya hanya memberikan diskon tol untuk memecah kepadatan arus.
Ada beberapa alasan logis mengapa Indonesia menggunakan pendekatan diskon alih-alih gratis total:
- Skala dan Jarak: Jaringan Jalan Tol Trans Jawa dan Trans Sumatra jauh lebih panjang dan masif dibandingkan Semenanjung Malaysia. Menggratiskan tol di Indonesia akan membebani APBN dengan nilai triliunan rupiah dalam hitungan hari.
- Tujuan Memecah Lalu Lintas: Di Indonesia, diskon tol biasanya tidak diberikan pada puncak arus mudik. Sebaliknya, diskon diberikan pada hari-hari awal (H-7 hingga H-5) atau setelah puncak arus balik. Tujuannya sebagai "pemanis" agar masyarakat mau mudik lebih awal, sehingga kemacetan parah di hari H bisa dihindari.
- Sistem Kepemilikan Konsesi: Banyak ruas tol di Indonesia dikelola oleh konsorsium swasta maupun BUMN dengan hitungan pengembalian investasi yang sangat ketat.
Meski Indonesia belum bisa sepenuhnya menggratiskan tarif tol seperti Malaysia, kebijakan diskon yang dipadukan dengan rekayasa lalu lintas (seperti One Way dan Contra Flow) terbukti semakin baik dalam mengurai kemacetan horor dari tahun ke tahun.
Tradisi pembebasan tarif tol di Malaysia saat balik kampung jelas merupakan kebijakan pro-rakyat yang patut diacungi jempol.
Di sisi lain, langkah pemerintah Indonesia dengan strategi diskon tarif untuk memecah arus juga merupakan solusi yang paling realistis untuk kondisi geografis kita.
Apapun kebijakannya, pengumuman dari kementerian terkait jelang Lebaran selalu menjadi momen yang paling ditunggu.
Yang terpenting, pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan saldo e-toll Anda (khusus warga +62) selalu aman sebelum roda berputar menuju kampung halaman!
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim