- PT Jasa Marga memproyeksikan 3,5 juta kendaraan keluar Jakarta saat mudik Lebaran 2026.
- Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026, diikuti puncak arus balik tanggal 24 Maret.
- Mayoritas kendaraan pemudik (50 persen) diprediksi menuju wilayah timur melalui Tol Trans Jawa dan Cipularang.
Suara.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) memproyeksikan 3,5 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta pada periode mudik Lebaran 2026.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono mengatakan, angka tersebut merupakan hasil proses identifikasi berdasarkan data pergerakan kendaraan serta analisis lalu lintas yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Perkiraan 3,5 juta kendaraan di mana kita melihat bahwa arus mudik yang akan terjadi adalah puncaknya di tanggal 18 (Maret)," ujar Rivan dalam konferensi pers, Senin (10/3/2026).
Ia menjelaskan, meski puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026, pergerakan kendaraan diperkirakan sudah mulai meningkat sejak akhir pekan ini.
Hal itu dipengaruhi periode libur yang cukup panjang sehingga masyarakat memiliki fleksibilitas waktu untuk memulai perjalanan lebih awal.
"Tapi kami perkirakan telah muncul mulai dari hari Jumat ini karena memang dengan adanya liburan yang cukup panjang ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan," kata Rivan.
Selain arus mudik, Jasa Marga juga memperkirakan puncak arus balik akan terjadi beberapa hari setelah Lebaran. Hal ini dipengaruhi oleh masyarakat yang harus kembali ke Jakarta untuk bekerja atau beraktivitas kembali.
"Puncak arus balik nantinya adalah tanggal 24 Maret ini adalah H+3 (lebaran)," jelasnya.
Rivan mengungkapkan, dari total 3,5 juta kendaraan yang keluar dari Jakarta, sebagian besar diprediksi menuju wilayah timur melalui jaringan tol Trans Jawa dan Tol Cipularang. Jalur ini diperkirakan menjadi rute paling padat selama periode mudik.
Baca Juga: Arus Mudik 2026 Mulai Terlihat Lebih Awal, Volume Kendaraan di Jalan Tol Naik Sejak H-26 Lebaran
"Dan dari 3,5 juta ini memang pergerakannya atau pergerakannya dari kendaraan ini memang berbeda jadi 28 persen itu ke Merak sementara 50 persen ke arah timur sampai dengan Cipularang sementara sisanya adalah sekitar 20 persen adalah ke arah Bogor," tuturnya.
Rivan menyebut, jalur menuju wilayah timur menjadi perhatian utama karena jumlah kendaraan yang melintas sangat besar. Selain itu, kendaraan yang menuju arah tersebut nantinya juga akan kembali terbagi ke sejumlah tujuan lain di Pulau Jawa.
"Nah yang pasti diantisipasi adalah yang 50 ke timur karena ini akan terbagi kembali 57 persen ke arah Trans Jawa dan 42 persen sekian ini adalah yang ke arah Cipularang," pungkas Rivan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
DPR Kumpulkan Bos Himbara, Bahas Rencana Buyback Saham BUMN saat Harga Murah
-
Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?
-
CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital
-
Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat
-
Minerba Sempat Dihantui Ketidakpastian, Industri Lega Pemerintah Batalkan Skema Gross Split
-
Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?
-
Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat
-
Flexi Gold Bank Mega Syariah Melonjak 1.688 Persen, Pembiayaan Emas Tembus Rp43 Miliar
-
Sempat Dibuka Hijau, IHSG Akhirnya Berlanjut Melemah