- Perusahaan teknologi China, BYD, sedang mempertimbangkan memasuki balap internasional seperti Formula 1 dan WEC untuk memperkuat citra globalnya.
- Formula 1 sangat menarik karena regulasi 2026 akan mengandalkan 50 persen tenaga listrik, sesuai dengan keahlian teknologi baterai BYD.
- Keputusan ini memerlukan investasi besar dan persiapan teknis bertahun-tahun, namun didukung pernyataan positif dari Presiden FIA.
Suara.com - Nama BYD selama ini identik dengan mobil listrik dan baterai. Namun kabar terbaru menyebutkan perusahaan asal China itu sedang mempertimbangkan langkah besar: masuk ke dunia balap internasional, termasuk Formula 1 dan World Endurance Championship.
Menurut laporan Autobuzz, rencana ini bertujuan memperkuat citra global BYD, bukan sekadar sebagai produsen EV, tapi juga sebagai pemain serius di motorsport.
Mengapa Formula 1 Jadi Target?
Formula 1 sudah lebih dari satu dekade menggunakan mesin hybrid, dan regulasi 2026 akan semakin menekankan peran tenaga listrik.
Bahkan ada fitur baru berupa boost mode, di mana pengemudi bisa mengatur sendiri kapan energi listrik dikeluarkan. Dengan aturan ini, mobil F1 akan mengandalkan sekitar 50 persen tenaga listrik.
Bagi BYD, yang berawal dari produsen baterai dan kini sukses di pasar EV, masuk ke F1 bisa jadi cara tepat untuk menunjukkan keunggulan teknologi mereka.
Motorsport memang sering dipakai brand otomotif untuk meningkatkan daya tarik global, dan BYD tampaknya ingin mengikuti jejak itu.
Tantangan Biaya dan Persiapan
Meski terdengar menarik, masuk ke F1 bukan perkara mudah. Biaya untuk mengembangkan dan menjalankan tim kompetitif bisa mencapai USD500 juta per musim, atau sekitar Rp8,4 triliun.
Baca Juga: Tips Mudik Lebaran 2026 Tetap Nyaman Pakai Mobil Listrik Changan Lumin
Selain dana besar, BYD juga butuh waktu bertahun-tahun untuk persiapan teknis dan negosiasi dengan pihak terkait.
Belum ada keputusan final, dan BYD bisa saja memilih tidak masuk ke balap manapun. Namun dukungan dari FIA, badan pengatur F1, cukup jelas.
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, pernah menyebut bahwa kehadiran pabrikan asal China akan menjadi langkah logis berikutnya setelah Cadillac bergabung.
Modal Teknologi BYD
BYD bukan pemain baru dalam teknologi listrik. Selain mobil penumpang, mereka juga merambah ke segmen hypercar dengan Yangwang U9.
Mobil ini bahkan mencatat kecepatan puncak 496 km/jam dan waktu lap di Nordschleife di bawah 7 menit, menjadikannya salah satu EV tercepat yang pernah diuji.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Cara Menghemat BBM Saat Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Per Liter
-
Harga Suku Cadang Yamaha Alami Kenaikan, Bikers Siap-Siap Rogoh Kocek Lebih Dalam
-
Sering Diremehkan Karena Tua, Hatchback Rp 85 Jutaan Ini Simpan Teknologi yang Bikin Ketagihan
-
Nasib BYD Terancam Setelah Masuk Daftar Hitam Pentagon
-
6 Motor Honda yang Irit dan Bisa Pakai Pertalite saat Harga Pertamax Melambung
-
Komparasi Harga BBM RON 92 Terbaru: Pertamax vs Vivo vs BP, Mana yang Termurah?
-
Aturan Ketat China Bakal Depak Mobil Listrik EREV yang Cuma Jual Janji Jarak Tempuh
-
Pertamax Meroket Rp 16.250, Segini Modal "Nyesek" Isi Full Tank NMax Turbo Demi Performa Gahar
-
5 Motor Listrik untuk Ngantor: Harga Under 20 Juta, Jarak Tempuh Tembus 60 Km
-
Harga BBM Pertamax Naik, Apakah Pertalite Cocok untuk Kendaraan Mobil atau Motor Baru?