Otomotif / Mobil
Senin, 16 Maret 2026 | 21:10 WIB
Mitsubishi XForce Ultimate DS dibekali dengan teknologi keselamatan canggih Diamond Sense. [Dok MMKSI]
Baca 10 detik
  • Mitsubishi Xforce merupakan mobil *compact SUV* lima penumpang yang dikembangkan dengan fokus utama pasar di wilayah Asia Tenggara.
  • Fitur Forward Collision Mitigation (FCM) pada Xforce berfungsi mendeteksi potensi tabrakan dan dapat mengaktifkan pengereman otomatis.
  • Sistem FCM bekerja menggunakan sensor radar dan kamera, namun efektivitasnya dapat terpengaruh kondisi cuaca buruk atau kotoran.

Suara.com - Mitsubishi Xforce merupakan kendaraan penumpang dengan model compact SUV lima penumpang yang dikembangkan dengan fokus di wilayah Asia Tenggara.

Sebagai sebuah compact SUV, Mitsubishi Xforce turut dilengkapi dengan fitur keselamatan modern. Salah satunya adalah fitur anti tabrak atau Forward Collision Mitigation (FCM) sebuah fitur keselamatan aktif yang dirancang untuk mendeteksi potensi tabrakan dari depan dan memberikan peringatan dini kepada pengemudi.

Bahkan ketika pengemudi tidak respon, sistem dapat secara otomatis melakukan pengereman untuk mengurangi dampak atau bahkan mencegah terjadinya tabrakan.

Fitur ini bisa berdiri sendiri maupun merupakan bagian dari rangkaian teknologi keselamatan Mitsubishi Motors bernama Diamond Sense yang terdapat pada beberapa model mobil penumpang terbaru. Model seperti Pajero Sport tipe Dakar Ultimate, Xpander tipe Ultimate, Xpander Cross, Xforce, serta Destinator dilengkapi oleh teknologi ini.

Cara Kerja FCM

- FCM bekerja dengan mengandalkan sensor radar dan kamera yang terpasang di bagian depan mobil, biasanya pada grille dan bagian atas kaca depan. Berikut alur kerjanya:

- Deteksi Objek di Depan. Sensor FCM secara aktif memantau kondisi jalan dan mendeteksi kendaraan, sepeda motor, atau objek lain di depan mobil.

Mitsubishi XForce 55th Anniversary Edition. (Foto: SUARA.COM/Manuel Jeghesta)

- Peringatan Dini. Jika sistem mendeteksi jarak yang terlalu dekat dan berpotensi menyebabkan tabrakan, FCM akan mulai beraksi dan memberikan peringatan visual di panel instrumen dan peringatan suara agar pengemudi segera bereaksi.

- Pengereman Otomatis. Apabila pengemudi tidak melakukan pengereman atau manuver penghindaran, FCM akan mengaktifkan rem secara otomatis untuk mengurangi kecepatan atau menghentikan kendaraan, mengadaptasikan aksi sesuai situasi.

Baca Juga: Mitsubishi Luncurkan Destinator dan XForce Edisi Spesial 55 Tahun di IIMS 2026

- Mitigasi Dampak Tabrakan. Pada kondisi tertentu, meski tabrakan tidak sepenuhnya bisa dihindari, FCM tetap membantu mengurangi tingkat keparahan benturan.

Ketentuan dan Batasan FCM

Meski canggih, FCM memiliki beberapa ketentuan dan keterbatasan yang penting dipahami sebagai berikut:

- FCM bekerja optimal pada kecepatan tertentu, umumnya di kecepatan rendah hingga menengah (tergantung model kendaraan).

Interior Mitsubishi XForce, tampak kemudi dengan logo Mitsubishi yang ikonik, dasbor dinamis, panel indikator, sampai in-car-entertainment dengan sound quality hasil kolaborasi Mitsubishi dan Yamaha yang menghadirkan Dynamic Sound Yamaha Premium [Suara.com/CNR ukirsari].

- Sistem bisa saja jadi kurang akurat ketika kondisi tertentu seperti saat hujan deras, kabut tebal, atau ketika kamera/radar tertutup kotoran.

- FCM bukan pengganti kewaspadaan pengemudi, melainkan sistem pendukung keselamatan.

Load More