Tekanan beban ini, jika bertemu dengan kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan, akan mempercepat kerusakan struktur ban yang sudah mengalami kelelahan.
- Fisik ban yang sudah berumur atau tua
Terakhir, kondisi fisik ban yang sudah berumur atau adanya keretakan halus pada dinding ban membuat material karet tidak lagi elastis.
Hal ini menyebabkan ban tidak mampu menahan tekanan udara yang memuai akibat panas, sehingga mengakibatkan pecah ban yang fatal di tengah perjalanan.
Pencegahan ban pecah saat di perjalanan mudik
Menjaga keselamatan selama perjalanan mudik dapat dimulai dari perawatan ban yang disiplin.
Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
- Menyesuaikan tekanan udara standar
Selalu pastikan tekanan angin berada pada angka yang direkomendasikan pabrikan, biasanya tertera pada pilar pintu pengemudi.
Tekanan yang tepat memastikan luas tapak ban yang menempel di aspal tetap ideal, sehingga distribusi panas merata dan risiko dinding ban robek dapat diminimalisir secara efektif.
- Melakukan rotasi dan pengecekan fisik
Periksalah seluruh permukaan ban untuk memastikan tidak ada benjolan, retakan, atau benda tajam yang menempel.
Baca Juga: Hilal Tak Terlihat, Warga Iran Bakal Rayakan Lebaran 2026 pada Sabtu 21 Maret
Melakukan rotasi ban secara berkala juga membantu meratakan tingkat keausan, sehingga tidak ada satu ban yang menanggung beban lebih berat dibandingkan ban lainnya saat dipacu di jalan tol.
- Memperhatikan batas kecepatan dan muatan
Selalu patuhi batas kecepatan di jalan tol dan jangan memaksakan kendaraan membawa beban yang melampaui kapasitas angkut.
Kecepatan yang terkontrol membantu menjaga suhu ban tetap stabil, sementara muatan yang proporsional menjaga agar integritas struktur ban tidak terancam selama perjalanan jauh.
- Memanfaatkan waktu istirahat di rest area
Manfaatkan waktu istirahat setiap 3 hingga 4 jam sekali bukan hanya untuk pengemudi, tetapi juga untuk kendaraan.
Berhenti sejenak di tempat yang teduh memberikan kesempatan bagi material karet ban untuk mendinginkan suhunya secara alami sebelum kembali bergesekan dengan aspal panas di sisa perjalanan.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
-
Bukan Cuma Debu, Ini 7 Pembunuh Senyap Warna Bodi Motor Jadi Tak Estetik
-
Budget Rp30 Juta? Tinggalkan Motor, Pilih 5 Mobil Bekas Bertampang Timeless Ini
-
Budget setara Harga Motor tapi Dapat Honda Brio: Iritnya Jago, Kehalusan Mesin Kelas Maestro
-
Update Harga BBM Pertamina dan Swasta Mei 2026: Ada yang Naik Diam-Diam, Ada yang Stabil
-
Makin Mudah Perpanjang STNK: 8 Provinsi Bebaskan Syarat KTP Lama, Ternyata Tak Berlaku Seumur Hidup
-
5 Skutik Yamaha Super Irit Mei 2026, Tarikan Responsif Gas Buang Bersih
-
Adu Performa dan Fitur Yamaha Lexi 155 vs Honda Vario 160, Mending Mana?
-
5 Pilihan Motor Matic Honda Jawara Irit Mei 2026: Dompet Merdeka, Bebas Pusing Mikir Bensin
-
Terpopuler: Daftar 5 Kendaraan Bebas Pajak, Solusi Atasi Mobil Mendadak Mati di Jalan