- Penyusunan barang bagasi memengaruhi titik gravitasi mobil, di mana beban terberat harus diletakkan di bagian bawah dan dekat pusat.
- Keseimbangan beban kiri-kanan serta depan-belakang sangat penting untuk mencegah mobil menarik ke satu sisi dan menjaga kestabilan.
- Mencegah pergeseran barang dengan mengunci atau mengisi celah penting untuk menjaga pusat gravitasi tetap stabil selama perjalanan.
Barang yang longgar adalah musuh utama stabilitas. Pasang jaring bagasi, tali ratchet, atau cargo bar agar semua barang terkunci.
Bahkan jika mobil tiba-tiba berhenti, barang tidak akan “terbang” ke jok belakang atau menggeser pusat gravitasi.
5. Jangan tumpuk terlalu tinggi
Idealnya, tinggi tumpukan tidak melebihi garis jendela belakang. Tumpukan tinggi membuat titik gravitasi naik drastis, mengurangi grip ban dan meningkatkan risiko oleng.
Jika bagasi sudah penuh, pertimbangkan roof box atau carrier atap untuk barang ringan (bantal, selimut, mainan anak).
6. Pisahkan barang cair, mudah pecah, dan mudah bergeser
Simpan cairan (shampoo, minyak goreng) dalam wadah tertutup rapat dan letakkan di bagian bawah tengah.
Barang kecil seperti gadget atau makanan ringan masukkan ke organizer atau tas kecil agar tidak berpindah-pindah saat mobil bergerak.
7. Gunakan trunk organizer atau divider
Baca Juga: Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU Dalam Melayani Pemudik EV
Kotak organizer atau papan pembatas bagasi membantu membagi ruang menjadi zona-zona.
Dengan begitu, bobot tetap terdistribusi dan mudah dicek ulang sebelum berangkat. Banyak mobil modern sudah menyediakan hook atau rail untuk memasang divider ini.
8. Cek total bobot dan lakukan “shake test”
Pastikan total muatan tidak melebihi kapasitas bagasi yang tertera di buku manual mobil (biasanya 300-500 kg tergantung tipe).
Setelah selesai menyusun, goyang-goyangkan mobil pelan atau lakukan test drive pendek di jalan sepi. Jika mobil terasa mantap dan tidak limbung, berarti penyusunan Anda sudah benar.
Dengan mengikuti 8 langkah di atas, titik gravitasi mobil tetap rendah dan terpusat. Hasilnya, handling lebih tajam, konsumsi BBM lebih irit, ban lebih awet, dan yang terpenting—keselamatan penumpang terjaga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Ekspor Mineral RI Sempat Mandek! Istana Kini Bergerak, Aturan Logam Tanah Jarang Segera Terbit
-
Kemarin Siksa Aktivis GSF, Kini Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Tahanan Teroris
-
Dukungan Indonesia Cs Gak Ngaruh! Gianni Infantino Diminta Mundur atau Dilengserkan
-
Isuzu Traga Disulap Menjadi Mobile Beauty Salon di Pameran GIIAS 2026
-
Mahfud MD Klarifikasi Video Viral 'Reformasi Jilid 2' di Agustus Ini, Ini Fakta di Baliknya
-
BPS Ungkap Biang Kerok RI Deflasi Juli 2026
-
Berlatar London Abad ke-19, Film ke-46 Doraemon Tayang Musim Semi 2027
-
Siapkah Indonesia Terapkan E-Voting di Pemilu 2029? Ini Syarat Mutlak dari Komisi II DPR RI
-
Sayembara Tangkap Begal Disorot, Kini Dedi Mulyadi Ajak Warga Buru Penjual Tramadol
-
Ekspor Komoditas Mengandung Logam Tanah Jarang Diizinkan Kembali, Aturan Masih Disusun