- Seorang pria di Tangerang ke Banyumas pada 18 Maret 2026 membayar Rp420 ribu namun didudukkan di kursi plastik (kursi bakso).
- Insiden ini diunggah anaknya di media sosial, memicu kritik keras karena fasilitas tidak sesuai harga tiket bus Murni Jaya.
- Masalah tersebut kemudian diselesaikan secara kekeluargaan setelah pihak agen tiket mengakui adanya ketidaksengajaan dalam pemesanan.
Suara.com - Sebuah unggahan di media sosial mendadak viral setelah menceritakan pengalaman tidak menyenangkan seorang pria paruh baya saat menempuh perjalanan dari Tangerang menuju Banyumas.
Meski telah membayar tiket seharga Rp420 ribu, pria tersebut justru diberikan kursi plastik tambahan atau yang populer dijuluki "kursi bakso" di dalam bus.
Insiden ini terjadi pada Senin, 18 Maret 2026. Sang anak melalui akun TikTok @meong-i dan diunggah ulang oleh akun X @dukeofsemarang, membagikan keresahannya setelah mengetahui ayahnya tidak mendapatkan fasilitas kursi semestinya.
"Bayangin dari Tangerang ke Banyumas dapet kursi bakso gini dengan harga =]420 ribu ," tulis pengunggah dalam keterangan fotonya.
Kejadian bermula saat sang ayah berangkat dari Terminal Poris Plawad, Tangerang, menggunakan bus Murni Jaya.
Di tiket yang dibeli, tertera nomor kursi 39. Namun, saat masuk ke dalam bus, ternyata nomor kursi resmi hanya sampai 38. Sebagai solusinya, kru bus memberikan kursi plastik tanpa sandaran yang diletakkan di lorong bus.
Dalam tangkapan layar percakapan WhatsApp yang dibagikan, sang ayah tampak mengadu kepada anaknya.
"Masa bapak dapatnya bangku cadangan nduk," tulisnya sembari mengirimkan foto kursi plastik berwarna abu-abu tersebut.
Kondisi ini dianggap sangat berisiko dan tidak nyaman, mengingat jarak antara Tangerang ke Banyumas mencapai lebih dari 400 kilometer dengan waktu tempuh normal sekitar 10 jam.
Baca Juga: Pemerintah Diminta Terapkan Tarif Dinamis di Penyeberangan untuk Tekan Antrean Mudik
"Ya capek pake kursi plastik kaya gitu, mana harganya tetap sama Rp420 ribu," keluh sang anak dalam percakapan tersebut.
Unggahan yang telah ditonton jutaan kali ini memicu reaksi keras dari warganet. Banyak yang mengecam tindakan bus yang dinilai menjual tiket melebihi kapasitas demi keuntungan di musim mudik.
Pihak Perusahaan Otobus (PO) Murni Jaya melalui akun resminya sempat memberikan respons pada kolom komentar dan meminta bukti tiket serta nomor lambung bus untuk ditindaklanjuti.
"Selamat sore, mohon maaf. Bisa diinformasikan foto tiket dan nomor lambung busnya?" tulis perwakilan manajemen.
Adapun beberapa netizen menyebut, praktik penggunaan kursi tambahan atau "kursi bakso" memang kerap ditemukan pada bus kelas ekonomi atau bus bantuan saat lonjakan penumpang.
Namun, untuk tarif mencapai Rp420 ribu yang biasanya masuk kategori kelas eksekutif, penggunaan kursi tambahan dianggap menyalahi standar pelayanan minimum dan keselamatan transportasi darat.
Setelah viral, pemilik akun @meong-i memberikan klarifikasi terbaru pada Selasa, 19 Maret 2026. Dia menyatakan bahwa masalah tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Menurutnya, terjadi ketidaksengajaan dari pihak agen tiket di terminal.
"Mohon maaf ya teman-teman. Kami sudah tidak ingin melanjutkan masalah ini. Kami sudah saling memaafkan antara pihak agen tiket karena ini ketidaksengajaan agen tiket saat ayah saya PO (booking) jauh-jauh hari," tulisnya dalam unggahan penutup.
Meski berakhir damai, kasus ini menjadi pengingat bagi para calon penumpang untuk lebih teliti saat membeli tiket dan bagi penyedia jasa transportasi untuk tetap mengutamakan keselamatan serta hak penumpang di atas keuntungan semata.
Berita Terkait
-
6 Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan di Dalam Mobil saat Terjebak Macet Arus Mudik
-
7 Cara Memantau CCTV Rumah Lewat HP, Mudik Jadi Lebih Tenang dan Aman
-
Pakar Kesehatan Ingatkan Pemudik Waspadai Heat Stress dan Polusi di Jalur Mudik
-
9 Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan Tanpa Obat Kantuk saat Mudik Lebaran 2026
-
Profil Felix Degei, Awardee LPDP yang Mengabdi Jadi Guru Honorer
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Mahfud MD Klarifikasi Video Viral 'Reformasi Jilid 2' di Agustus Ini, Ini Fakta di Baliknya
-
BPS Ungkap Biang Kerok RI Deflasi Juli 2026
-
Berlatar London Abad ke-19, Film ke-46 Doraemon Tayang Musim Semi 2027
-
Siapkah Indonesia Terapkan E-Voting di Pemilu 2029? Ini Syarat Mutlak dari Komisi II DPR RI
-
Sayembara Tangkap Begal Disorot, Kini Dedi Mulyadi Ajak Warga Buru Penjual Tramadol
-
Ekspor Komoditas Mengandung Logam Tanah Jarang Diizinkan Kembali, Aturan Masih Disusun
-
Komisi II: Relaksasi Belanja Pegawai Lebih 30 Persen Masih Diperbolehkan
-
Daya Beli Masyarakat Rontok, RI Alami Deflasi 0,14 Persen
-
Ibu Hamil Tewas Dibom Israel di Gaza, Nyawa Satu Keluarganya Juga Melayang
-
Polda Metro Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat PM Thailand Melintas, Ini Daftar Jalannya