- Ketegangan geopolitik Iran-AS/Israel menyebabkan kenaikan harga minyak mentah, mendorong konsumen beralih ke mobil listrik.
- Dealer mobil listrik di Filipina (BYD), Vietnam (VinFast), Selandia Baru, dan Thailand mencatat lonjakan pemesanan signifikan.
- Situasi ini mempercepat transisi global menuju kendaraan ramah lingkungan karena insentif ekonomi penghematan bahan bakar.
Suara.com - Ketegangan yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berdampak langsung pada sektor otomotif global. Kenaikan harga minyak mentah dunia memicu kekhawatiran pemilik kendaraan konvensional yang akhirnya mulai beralih ke mobil listrik sebagai solusi hemat energi.
Di Filipina, dealer BYD melaporkan lonjakan pemesanan yang cukup signifikan. Matthew Dominique Poh selaku tenaga penjual BYD mengungkapkan bahwa ia menerima pesanan setara satu bulan hanya dalam kurun waktu dua pekan terakhir.
"Konsumen mengganti kendaraan mereka dengan mobil listrik karena kenaikan harga minyak," ungkap Poh, dikutip Rabu (25/3/2026).
Kondisi serupa terjadi di Hanoi, Vietnam, di mana dealer VinFast harus menambah jumlah staf karena kunjungan konsumen meningkat hingga empat kali lipat.
Mereka mencatatkan penjualan 250 unit mobil listrik hanya dalam tiga minggu sejak konflik bermula. Rata-rata penjualan harian mencapai 80 unit atau dua kali lipat dari angka rata-rata tahun 2025.
Lai The Manh Linh, salah satu pembeli yang menukar Toyota Vios miliknya dengan VinFast 5, mengaku faktor ekonomi menjadi alasan utama perpindahan tersebut.
"Beralih ke mobil listrik akan membantu kami menghemat uang secara signigikan," kata Lai.
Tren kenaikan ini juga menyebar ke wilayah lain seperti Selandia Baru yang mencatat lonjakan penjualan BYD hingga empat kali lipat. Sementara itu di Bangkok, tiga dealer MG merasakan kenaikan permintaan sebesar 20 persen sejak pecahnya konflik di Timur Tengah.
Chief Economist Asian Development Bank, Albert Park, menilai situasi ini mempercepat transisi kendaraan ramah lingkungan. Penutupan jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz membuat harga bahan bakar kian tidak menentu dan memberatkan konsumen.
Baca Juga: Toyota Kucurkan Investasi Fantastis demi Percepat Produksi Mobil Listrik Terbaru
"Tingginya harga minyak selalu membantu ke transisi kendaraan listrik. Ini menciptakan insentif ekonomi untuk mempercepat transisi hijau," kata Park.
Secara global, penggunaan kendaraan listrik telah membantu mengurangi konsumsi minyak hingga 2,3 juta barel per hari pada tahun lalu. Meskipun infrastruktur pengisian daya masih perlu investasi besar, produsen otomotif asal China diprediksi akan meraup keuntungan besar dari lonjakan permintaan mobil listrik yang terjadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
Terkini
-
7 Mobil 5 Seater yang Mungil tapi Mesinnya Awet untuk Jangka Panjang
-
6 Mobil Toyota Termurah Tahun Muda 2026, Favorit Keluarga!
-
Mitsubishi Xpander HEV 2026 Resmi Melantai, Bawa Perubahan Besar pada Sektor Pengendalian
-
Pengakuan Jujur Bos Ford Usai Jajal Pikap Listrik BYD Shark 6, Akui Kompetitif Tapi...
-
Jangan Sepelekan! Segera Ganti Oli Motor Setelah Mudik agar Mesin Tak Jebol
-
Mitos atau Fakta: Matikan AC Mobil Bisa Bikin Mesin Tambah Bertenaga
-
Tesla Lolos dari Ancaman Recall 2 Juta Unit Mobil Listrik Terkait Fitur Mengemudi Satu Pedal
-
5 Mobil 3 Baris Senyaman Innova yang Mudah Dirawat dan Irit BBM
-
Update Harga Wuling Air EV Maret 2026, Unit Baru Mulai Rp214 Jutaan
-
Toyota Kucurkan Investasi Fantastis demi Percepat Produksi Mobil Listrik Terbaru