- Ketegangan Timur Tengah memicu gejolak pasar energi global, berdampak serius pada Myanmar yang sangat bergantung impor BBM.
- Pemerintah militer Myanmar membatasi pembelian BBM maksimal dua kali seminggu karena stok menipis dan antrean panjang.
- Kenaikan harga BBM di Yangon sangat drastis; warga terpaksa beralih ke pasar ilegal yang lebih mahal.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terus memicu gejolak di pasar energi global. Gangguan suplai minyak dunia pun mulai terasa ke banyak negara terutama yang sangat bergantung pada impor.
Myanmar menjadi salah satu negara yang terdampak paling serius. Apalagi, Negeri Seribu Pagoda ini masih sangat bergantung pada impor untuk sekitar 90 persen kebutuhan BBM nya
Mengutip laporan Irrawaddy, pemerintah militer Myanmar baru saja memperketat aturan pembelian BBM. Warga kini hanya diperbolehkan mengisi bahan bakar maksimal dua kali dalam seminggu, menggantikan sistem ganjil-genap yang sebelumnya diterapkan.
Kebijakan itu muncul karena semakin banyak stasiun pengisian yang kehabisan stok hanya dalam hitungan jam.
Di Kota Yangon, situasinya disebut semakin parah. Banyak warga yang mengantre sejak malam hari di SPBU yang baru buka pukul enam pagi. Selain itu, banyak pom bensin yang langsung tutup hanya dalam dua sampai tiga jam karena BBM sudah habis. Panjang antrean pun bisa mencapai hampir tiga kilometer hanya untuk mendapatkan sedikit jatah pengisian.
Harga BBM Meroket
Di Yangon, harga Premium Diesel melonjak dari 3.560 kyat atau sekitar Rp27.000 menjadi 4.820 kyat (Rp36.600 an) per liter hanya dalam semalam. Harga bensin Oktan 92 dan 95 juga ikut naik tajam.
Di wilayah lain seperti Mon State, situasinya lebih parah lagi karena banyak SPBU hanya buka satu kali setiap tiga hari. Warga di daerah itu juga dibatasi hanya boleh membeli 5.000 kyat untuk motor dan 10.000 kyat untuk mobil.
Kelangkaan ini akhirnya membuat sebagian warga beralih ke pasar ilegal di mana harga BBM bisa tembus 7.000 hingga 10.000 kyat per liter. Kondisi tersebut memicu naiknya biaya transportasi dan berimbas pada harga kebutuhan pokok.
Akibat krisis ini, Pemerintah Myanmar pun mulai memerintahkan seluruh pegawai negeri untuk bekerja dari rumah setiap hari Rabu demi menekan konsumsi BBM. Sektor swasta juga dianjurkan melakukan langkah serupa.
Baca Juga: 5 Mobil 3 Baris Senyaman Innova yang Mudah Dirawat dan Irit BBM
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
5 EV dengan Jarak Tempuh Terjauh di Indonesia, Ada Mobil Listrik Buatan Lokal
-
Berkat Subsidi, Penjualan Mobil Listrik Toyota Kalahkan BYD
-
Nyali Teruji Sakit Dihadapi: Drama Skuad Honda pada ARRC 2026 di Sirkuit Buriram Demi Merah Putih
-
Lupakan eSAF, Penantang Honda PCX Ini Punya Fitur Ala Moge dan Bobot 30 Kg Lebih Ringan
-
Ganas dengan CBR250RR, Pembalap Yogyakarta Sukses Kibarkan Merah Putih di Sirkuit Buriram
-
Bukan Gran Max atau Carry, Mobil MBG di Garut Ini Bikin Off-Roader Melongo
-
Ironi Luky Alfirman: Lengser Gegara Loloskan Motor Listrik MBG, Garasi Pribadinya Cuma Mobil Tua
-
5 Motor Jangka Panjang Kelas 150cc: Teman Setia Pelajar dan Mahasiswa
-
Solar di Indonesia dengan Malaysia Mahal Mana? Intip Perbandingan Harganya yang Bikin Kaget
-
Tinggalkan Jauh Pesaingnya, Veda Ega Naik Level dari Status 'Rookie' Jadi Ancaman Papan Atas