Otomotif / Mobil
Senin, 30 Maret 2026 | 11:52 WIB
Ilustrasi AC mobil yang mengeluarkan gas beracun. (Astra Daihatsu)
Baca 10 detik
  • Keracunan karbon monoksida (CO) sering terjadi saat istirahat dalam mobil menyala karena gas buang masuk lewat kebocoran knalpot atau celah bodi.
  • CO sangat berbahaya sebab tidak berbau dan gejalanya mirip lelah, berisiko menyebabkan kematian jika tertidur di kabin tertutup.
  • Pencegahan meliputi mematikan mesin saat istirahat, membuka sedikit jendela, dan memastikan mobil parkir di lokasi terbuka.

Suara.com - Kabar soal tragedi meninggalnya orang akibat "keracunan AC" selalu terulang, khususnya saat sedang perjalanan jauh seperti mudik ataupun arus balik.

Ini disebabkan karena banyak orang memilih beristirahat di dalam mobil dengan AC menyala, terutama saat perjalanan.

Sekilas terasa nyaman, tapi ternyata ada risiko besar yang sering tidak disadari: keracunan karbon monoksida (CO). Gas beracun ini bisa masuk ke kabin tanpa terdeteksi, dan dalam kondisi tertentu bisa berakibat fatal.

Berikut telah Suara.com rangkum faktanya berdasarkan temuan dari sejumlah sumber informasi.

Bagaimana Gas Knalpot Bisa Masuk ke Kabin?

Meski knalpot dirancang mengarah ke belakang, ada beberapa jalur yang memungkinkan gas buang menyelinap ke ruang penumpang, terutama saat mobil berhenti.

  • Kebocoran pada sistem knalpot: Seiring usia, pipa knalpot bisa berkarat dan bocor. Jika kebocoran terjadi di bagian bawah kabin, gas CO bisa keluar tidak pada tempatnya dan masuk ke dalam mobil melalui celah kecil.
  • Kerusakan seal atau karet bodi: Sambungan bodi mobil memiliki celah mikroskopis. Saat mobil berjalan, angin biasanya mencegah gas masuk. Namun saat diam, gas yang menumpuk di kolong mobil bisa menyusup lewat celah ini.
  • Masalah pada sistem sirkulasi: AC Mode sirkulasi dalam seharusnya menutup rapat udara luar. Tapi jika busa peredam katup AC rusak atau dinamo penggerak melemah, penutup tidak bisa menutup sempurna. Akibatnya, gas CO tetap tersedot ke kabin meski tombol sirkulasi dalam sudah ditekan.

Mengapa Sangat Berbahaya?

Karbon monoksida adalah gas tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga sulit dideteksi. Gejala awal keracunan mirip rasa lelah biasa: pusing, ngantuk, dan badan lemas.

Jika seseorang tertidur di dalam mobil dengan mesin menyala, kadar CO dalam darah bisa meningkat tanpa disadari hingga menyebabkan kematian.

Baca Juga: Mitos atau Fakta: Matikan AC Mobil Bisa Bikin Mesin Tambah Bertenaga

Risiko semakin tinggi jika mobil diparkir di ruang tertutup seperti garasi atau basement, atau di rest area padat dengan banyak kendaraan menyala.

Tips Aman agar Terhindar dari Keracunan

Hindari tidur dengan mesin menyala Jika ingin istirahat panjang, matikan mesin. Jika panas, buka sedikit kaca jendela untuk sirkulasi alami.

Atur mode AC dengan benar Saat berhenti sebentar, gunakan mode sirkulasi dalam. Pastikan mobil diparkir di area terbuka.

Buka sedikit jendela Membuka kaca sekitar 3–5 cm bisa membantu sirkulasi udara dan mencegah gas terperangkap.

Pilih lokasi parkir yang tepat Hindari parkir di basement atau area rapat dengan mobil lain yang menyala. Cari tempat lapang dan terbuka.

Load More