- Tekanan angin ban yang pas jadi kunci utama membuat bensin motor jauh lebih irit.
- Ban kempis memperbesar gesekan dengan aspal, membuat mesin bekerja lebih keras dan boros bensin.
- Jaga tekanan ban sesuai anjuran pabrik agar laju motor ringan dan hemat bahan bakar.
Suara.com - Semua pengendara pasti mendambakan tarikan mesin motor yang enteng sekaligus irit konsumsi BBM untuk mobilitas sehari-hari.
Menariknya, ada satu trik sangat gampang yang bisa langsung dipraktikkan oleh siapa saja, bahkan oleh pengendara pemula sekalipun.
Sebelum menjajal cara ini, pastikan dulu jeroan kuda besi Anda seperti mesin dan filter udara dalam kondisi prima tanpa masalah.
Kalau bagian itu sudah aman, rahasia menghemat bensin sebenarnya bersembunyi pada komponen yang posisinya menempel langsung dengan aspal, yakni ban.
Ya, langkah paling simpel yang harus Anda lakukan hanyalah memastikan tekanan angin ban tidak kempis dan selalu sesuai dengan standar anjuran pabrik.
Kalian hanya bermodalkan Rp2 ribu saja untuk membuat tekanan ban berada di standar anjuran pabrik.
Mungkin Anda bertanya-tanya, apa hubungannya tekanan angin ban dengan sisa bensin di tangki?
Jawabannya sangat erat kaitannya dengan beban kerja mesin. Saat ban motor dibiarkan kurang angin, permukaan karet yang menapak ke jalanan akan menjadi jauh lebih lebar.
Kondisi tapak ban yang melebar ini otomatis memperbesar gesekan dengan aspal.
Baca Juga: 5 Motor Listrik yang Praktis Bisa Cas di Rumah, Bekal Hadapi Isu BBM Naik
Dalam istilah otomotif, hal ini membuat nilai tahanan gulir atau rolling resistance saat roda berputar jadi melonjak drastis.
Akibatnya, mesin terpaksa memeras tenaga lebih keras hanya untuk sekadar memutar roda dan memajukan kendaraan.
Ujung-ujungnya sudah bisa ditebak, volume bahan bakar yang disedot ruang bakar pun meningkat tajam alias boros.
Sebaliknya, kalau ban selalu diisi dengan tekanan angin yang pas, tahanan gulir ban akan berada di titik paling minimal.
Motor bakal terasa lebih luwes dan bisa meluncur lebih jauh tanpa perlu pelintiran tuas gas yang dalam.
Efek positifnya, beban mesin meringan dan pengeluaran buat mampir ke pom bensin bisa ditekan semaksimal mungkin.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
7 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh dengan Baterai Bandel, Harga Mulai Rp3 Jutaan
-
Cari Mobil Listrik Bekas Modal Rp75 Juta? Ini 5 Pilihan yang Bisa Kamu Pertimbangkan
-
Toyota Ladeni 'Perang Harga' Demi Bersaing dengan Kendaraan Listrik China
-
Adu Irit Biaya Operasional Motor Listrik vs Motor Bensin, Mana yang Lebih Hemat?
-
Apakah Motor Listrik Bisa Dicas di Rumah? Jangan Keliru Agar Tak Tersetrum
-
Pemerintah Jepang Pangkas Subsidi BYD Hingga Setengah Harga Demi Lindungi Produk Lokal
-
Berapa Harga Mitsubishi Destinator Bekas? Segini Selisihnya dengan yang Baru
-
Mobil Luxio Bekas di Bawah Rp100 Juta, Dapat Unit Tahun Berapa?
-
Impor Pikap India Belum Cukup dan Agrinas Impor Lagi dari China untuk Kopdes Merah Putih
-
Mobil Terasa Aneh Usai Dipakai Mudik? Cek Area Ini Biar Tetap Aman