Berbeda dengan era sebelumnya, pada masa ini justru terjadi penurunan harga BBM. Harga premium yang sebelumnya Rp1.200 per liter diturunkan menjadi Rp1.000. Kebijakan ini dipengaruhi oleh turunnya harga minyak dunia serta upaya pemulihan ekonomi pasca krisis.
4. Era Abdurrahman Wahid
Pada masa pemerintahan Gus Dur, harga BBM kembali mengalami kenaikan setelah sebelumnya sempat turun. Tahun 2000, harga premium naik menjadi Rp1.150 per liter. Kemudian pada 2001 kembali naik menjadi Rp1.450 per liter, sementara solar ikut meningkat hingga Rp1.250. Kenaikan ini dilakukan untuk menyesuaikan beban anggaran negara.
5. Era Megawati Soekarnoputri
Pemerintah kembali menaikkan harga BBM sebanyak dua kali. Pada tahun 2002, harga premium naik dari Rp1.450 menjadi Rp1.550 per liter. Kemudian di awal 2003, harga kembali naik menjadi Rp1.810 per liter. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia yang berdampak pada beban subsidi negara.
6. Era Susilo Bambang Yudhoyono
Periode ini ditandai dengan kenaikan dan penurunan harga yang cukup sering. Pada 2005, harga BBM melonjak drastis dari sekitar Rp2.400 menjadi Rp4.500 per liter. Tahun 2008, harga kembali naik hingga Rp6.000 per liter.
Namun di akhir 2008, harga diturunkan ke kisaran Rp5.000–Rp5.500, lalu turun lagi pada 2009 menjadi Rp 4.500. Pada 2013, harga BBM kembali naik hingga Rp6.500 per liter. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara subsidi dan kondisi APBN.
7. Era Joko Widodo
Baca Juga: BBM Batal Naik per 1 April 2026, Antrean SPBU Kembali Normal
Di era ini, perubahan harga BBM terjadi cukup dinamis mengikuti kondisi global. Pada 2014, harga premium naik menjadi Rp8.500 dan solar Rp7.500. Tahun 2015–2016 sempat terjadi penurunan bertahap hingga premium berada di sekitar Rp6.500 dan solar Rp5.150. Namun pada 2018, harga Pertalite naik dari Rp7.600 menjadi Rp7.800.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada 2022, di mana Pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter, solar dari Rp5.150 menjadi Rp6.800, dan Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500.
Demikianlah informasi lengkap terkait harga pertalite jika tidak disubsidi, serta sejarah kenaikan BBM di Indonesia dari waktu ke waktu.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Berita soal motor listrik Yadea, tips merawat ban mobil, dan varian baru BYD Atto 1 menjadi artikel
-
Hadirkan Varian Baru, BYD Atto 1 Pertahankan Predikat Mobil Listrik Murah
-
Yadea Siapkan Peluncuran Motor Listrik Jarak Jauh untuk Pasar Indonesia
-
Tantangan Efisiensi Logistik dan Cara Isuzu Pangkas Konsumsi BBM Truk Hingga Jutaan Rupiah
-
Eksplorasi Gerbang Pulau Sumatera Bersama MAXI Tour Boemi Nusantara
-
Rahasia Bikin Ban Mobil Tetap Awet dengan Teknik Rotasi dan Spooring yang Tepat
-
Fenomena Yamaha Tmax Tetap Jadi Buruan Walau Seharga Innova Reborn
-
Tips Hadapi Macet Tanjakan Saat Libur Panjang Gunakan Suzuki Grand Vitara
-
Apakah Hari Ini Ada Ganjil Genap? Ini Aturan Tanggal 14-17 Mei 2026
-
Yogyakarta Jadi Saksi, Indomobil eMotor Jawab Keraguan Harga Hingga Baterai yang Tembus 140 Km