- IHSG ditutup menguat 1,45 persen pada level 7.150 di sesi pertama perdagangan Rabu, 1 April 2026.
- Meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi pendorong utama optimisme pelaku pasar saham domestik.
- Secara teknikal, indeks berhasil menembus level resistensi 7.100 dengan dukungan momentum penguatan yang solid dan terjaga.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghijau, pada sesi I perdagangan Rabu, 1 April 2026, setelah sentimen perang mereda.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup di level 7.150 atau naik 102,4 poin atau 1,45 persen.
Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap meredanya tensi geopolitik global, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran. Sinyal deeskalasi konflik tersebut menjadi katalis positif setelah sebelumnya pasar sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir.
Dari sisi teknikal, IHSG menunjukkan sinyal penguatan yang cukup solid. Indeks berhasil menguji sekaligus menembus area resistance psikologis di level 7.100, yang menjadi indikator penting bagi arah pergerakan selanjutnya.
Selain itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan penyempitan histogram negatif, yang mengindikasikan tekanan jual mulai mereda. Sementara Stochastic RSI juga bergerak naik, mencerminkan momentum penguatan yang masih terjaga.
"Dengan mempertimbangkan kombinasi sentimen fundamental dan konfirmasi teknikal tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi bergerak dalam teritori positif," tulis riset tersebut.
Untuk sesi kedua perdagangan, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 7.100 hingga 7.200. Pelaku pasar akan mencermati lanjutan sentimen global serta pergerakan teknikal sebagai penentu arah indeks hingga penutupan perdagangan hari ini.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan sesi I, sebanyak 16,41 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 8,63 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,11 juta kali.
Baca Juga: Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 502 saham bergerak naik, sedangkan 210 saham mengalami penurunan, dan 243 saham tidak mengalami pergerakan.
Pada sesi pertama perdagangan, saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain KOCI, ESIP, ALKA, YPAS, WOWS, FIRE, BULL, TRON.
Sementara itu, saham yang mengalami tekanan terdalam di antaranya DATA, TALF, ATAP, FWCT, WEHA, POLA, BUKK, PPRE.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur
-
Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka
-
Cetak Kinerja Solid, EBITDA PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Naik 156% Sepanjang 2025
-
Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran
-
Usai Pengumuman Pembatasan BBM, Harga Bumbu Dapur Hari Ini Naik
-
Pangkas Anggaran Besar-Besaran, Pemerintah Tetap Salurkan Bansos ke 22 Juta Keluarga
-
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Ini Daftar Terbarunya
-
Emas Antam Tiba-tiba Mahal Lagi, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram
-
Rupiah Kembali Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.983
-
APBN Mulai Ngos-ngosan! Anggaran Rapat Hotel dan Perjalanan Dinas PNS Mau di Hemat, MBG Gas Terus