- Pembelian BBM subsidi dibatasi maksimal 50 liter per hari khusus untuk kendaraan pribadi.
- Menteri Bahlil menilai batas 50 liter sudah sangat wajar berdasarkan pengalamannya sebagai sopir.
- Wajib pakai barcode MyPertamina untuk setiap transaksi BBM subsidi, begini cara mudah daftarnya.
Suara.com - Mengantisipasi dinamika harga energi di Indonesia, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menganggap wajar pembatasan BBM subsidi 50 liter per hari. Keputusan ini ia dasarkan pada pengalamannya dulu saat masih bekerja sebagai sopir angkot.
Jatah 50 liter sehari untuk mobil pribadi pengguna Pertalite dan Solar dinilai sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian. Dalam sebuah konferensi pers, Bahlil bercerita bahwa takaran tersebut sudah sangat masuk akal jika merujuk pada kebiasaan kendaraan di jalan raya.
"Dalam pandangan kami sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter, itu tangki sudah penuh. Jadi kita akan mendorong ke arah sana," beber Bahlil lewat tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Wajib Pakai Barcode MyPertamina
Untuk merealisasikan aturan ini, pemerintah tidak sekadar memberi batasan di atas kertas. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan pengawasan di lapangan akan sepenuhnya mengandalkan teknologi barcode dari aplikasi MyPertamina.
Airlangga menegaskan bahwa kuota maksimal 50 liter per kendaraan ini difokuskan hanya untuk mobil pribadi. Menariknya, pembatasan ini tidak berlaku bagi angkutan umum.
Sebenarnya, kewajiban mendaftarkan kendaraan agar bisa menikmati bensin bersubsidi sudah digaungkan sejak 2022 lalu.
Sejumlah SPBU Pertamina saat ini sudah memberlakukan kewajiban scan barcode sebelum petugas menarik tuas nosel.
Artinya, kalau kamu belum mendaftarkan kendaraan, siap-siap saja gigit jari karena transaksi Pertalite atau Solar dipastikan gagal.
Baca Juga: Efek Perang Iran: Tak Hanya BBM, Harga HP di Indonesia Terancam Naik!
Cara Cepat Dapat Barcode MyPertamina
Bagi kamu yang belum punya barcode atau masih bingung, prosesnya sama sekali tidak repot. Pastikan kamu segera mendaftar lewat laman resmi Subsidi Tepat. Biar prosesnya cepat dan langsung di-acc, siapkan dulu beberapa dokumen pendukung berikut ini:
1. Foto KTP pemilik, operator, atau pengemudi kendaraan.
2. Foto STNK yang masih berlaku.
3. Foto fisik kendaraan yang diambil dari sudut depan agak miring (sekitar 45 derajat). Pastikan pelat nomor terbaca jelas dan jumlah roda terlihat utuh.
4. Surat rekomendasi (khusus untuk konsumen non-kendaraan).
Begitu semua dokumen selesai diunggah, tim Pertamina akan melakukan proses verifikasi data. Kalau semuanya sesuai kriteria, kamu bakal langsung mendapat barcode yang bisa di-cukup ditunjukkan dari layar HP tiap kali mau beli Pertalite dan Solar di SPBU.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Penjualan Mobil Tembus 81.159 Unit, Mendag Sebut Daya Beli Masyarakat Terjaga
-
Isuzu Siapkan Kejutan Varian Baru di Pameran Kendaraan Niaga GIICOMVEC 2026
-
Berapa Harga Pertalite Jika Tidak Disubsidi? Ini Sejarah Kenaikan BBM
-
Bukan Empty, Ini Arti Huruf E di Indikator Bensin Motor
-
5 Motor yang Cocok Pakai Pertamax, Performa Lebih Optimal dan Mesin Awet
-
BYD Atto 1 Mengaspal, Harga Rp200 Jutaan Jarak Tempuh Tembus 380 Km Hadir Varian Premium
-
Rekam Jejak Kebakaran Mobil Chery Kembali Menghantui Konsumen
-
Mobil Toyota Yaris Bekas Harga di Bawah Rp100 Juta Dapat Tahun Berapa?
-
Anomali Harga BBM Imbas Perang Iran: Australia Kena Diskon, Indonesia Tak Berubah
-
Konversi Mobil Bensin ke Listrik atau Beli Mobil Listrik Baru, Mana Lebih Worth It?