- Harga pangan nasional pada awal April 2026 mengalami fluktuasi signifikan, terutama pada komoditas bumbu dapur dan bahan pokok.
- Pemerintah membatasi pembelian BBM maksimal 50 liter per hari guna menjaga stabilitas energi akibat konflik geopolitik global.
- Ketidakpastian pasokan energi internasional berpotensi meningkatkan biaya distribusi yang berdampak langsung pada harga bahan pangan di Indonesia.
Suara.com - Harga bahan pangan nasional menunjukkan pergerakan variatif pada awal April 2026, dengan kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas bumbu dapur.
Kondisi ini terjadi tak lama setelah pemerintah mengumumkan kebijakan pembatasan pembelian BBM maksimal 50 liter per hari di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Nasional per 1 April 2026, harga bawang merah ukuran sedang naik 7,55 persen menjadi Rp49.150 per kilogram atau meningkat Rp3.450 dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada bawang putih ukuran sedang yang naik 0,87 persen menjadi Rp40.750 per kilogram atau bertambah Rp350.
Di sisi lain, harga beras relatif stabil dengan kenaikan tipis. Beras kualitas bawah I naik 2,41 persen menjadi Rp14.850 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II naik 1,03 persen ke Rp14.650 per kilogram.
Untuk beras kualitas medium, harga mengalami pergerakan berbeda. Beras medium I turun tipis 0,31 persen ke Rp15.950 per kilogram, sementara medium II justru naik 1,26 persen menjadi Rp16.050 per kilogram.
Beras kualitas premium juga cenderung stabil. Beras super I turun 0,29 persen ke Rp17.150 per kilogram, sedangkan super II naik 0,6 persen menjadi Rp16.850 per kilogram.
Berbeda dengan bawang, harga cabai justru mengalami penurunan cukup dalam. Cabai merah besar turun 16,38 persen menjadi Rp44.900 per kilogram, sementara cabai merah keriting anjlok 22,99 persen ke Rp42.700 per kilogram.
Cabai rawit hijau juga turun 12,57 persen menjadi Rp54.600 per kilogram. Namun cabai rawit merah naik 1,31 persen ke Rp90.500 per kilogram.
Baca Juga: HIPMI Perkirakan Harga Pertamax Capai Rp 13.500, Begini Hitungannya
Untuk komoditas protein, daging ayam ras segar turun 4,78 persen menjadi Rp41.800 per kilogram. Sementara daging sapi kualitas I naik 1,98 persen ke Rp152.150 per kilogram dan kualitas II naik 2,14 persen menjadi Rp143.400 per kilogram.
Harga telur ayam ras segar juga turun 1,04 persen ke Rp33.350 per kilogram. Pada kelompok bahan pokok lainnya, gula pasir lokal naik 1,59 persen menjadi Rp19.150 per kilogram, sementara gula premium justru turun 0,25 persen ke Rp20.000 per kilogram.
Minyak goreng juga mengalami kenaikan. Minyak goreng curah naik 3,04 persen menjadi Rp20.350 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek I naik 1,5 persen ke Rp23.300 per kilogram, dan kemasan bermerek II naik 1,82 persen menjadi Rp22.350 per kilogram.
Kenaikan pada dua komoditas utama bumbu dapur ini terjadi di tengah kebijakan efisiensi energi yang dikeluarkan pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyebut pembatasan pembelian BBM sebagai langkah menjaga stabilitas energi nasional.
“Wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter itu tangki sudah penuh satu hari,” ujar Bahlil.
Kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas ketidakpastian pasokan energi global akibat konflik geopolitik, yang berpotensi mendorong kenaikan biaya distribusi barang, termasuk bahan pangan.
Berita Terkait
-
Harga BBM Pertamax Cs Dipastikan Naik, Tapi Besarannya Belum Pasti
-
Dasco: Masyarakat Tak Perlu Menimbun Persediaan BBM
-
Efisiensi! Beli BBM Pertalite Dibatasi 50 Liter per Kendaraan
-
Purbaya Pastikan APBN Aman Hadapi Harga Minyak Meski Tembus 100 Dolar AS per Barel
-
Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah