- Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM di Indonesia pada April 2026 mendatang.
- Bensin seperti Pertalite atau Pertamax dapat mengalami penurunan kualitas hingga basi dalam enam bulan.
- Ciri utama bensin basi adalah warnanya memucat, beraroma menyengat, dan terasa lengket saat diraba.
Suara.com - Kabar burung soal kenaikan harga BBM di Indonesia sempat membuat banyak pengendara panik dan menyerbu SPBU untuk memborong bahan bakar. Padahal, pemerintah telah memastikan tidak akan ada lonjakan harga pada April 2026, sehingga kebiasaan menimbun bensin justru berisiko merugikan diri sendiri.
Buat Anda yang telanjur memborong bensin seperti Pertalite atau Pertamax untuk disimpan, ada satu fakta penting yang wajib diwaspadai.
Sama seperti makanan, bahan bakar minyak ternyata juga bisa kedaluwarsa atau basi jika disimpan terlalu lama.
Kualitas bensin akan menurun drastis apabila dibiarkan mengendap dan tidak terpakai selama kurang lebih enam bulan.
Jika nekat dimasukkan ke dalam tangki kendaraan, performa mesin pasti jadi taruhannya. Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah stok bahan bakar Anda masih layak pakai atau tidak?
Sebenarnya sangat mudah mendeteksinya, bahkan Anda hanya bermodalkan indra penglihatan dan penciuman.
Cara ini bisa diaplikasikan untuk berbagai merek bahan bakar. Pertama, perhatikan warnanya secara saksama.
Bensin yang sudah tidak layak pakai biasanya mengalami perubahan warna menjadi lebih pucat dari aslinya, atau bahkan terlihat agak kecoklatan dan keruh.
Selain dari tampilannya, aroma juga menjadi indikator yang sangat kuat. Bensin normal punya wangi khas yang cepat memudar di udara.
Baca Juga: Apresiasi Harga BBM Tak Naik, Komisi VI DPR Sebut Presiden Prabowo Siap Hadapi Dinamika Global
Sebaliknya, bahan bakar yang kualitasnya sudah drop akan mengeluarkan bau yang jauh lebih menyengat. Sekilas, aromanya malah sangat mirip dengan bau minyak tanah.
Langkah terakhir untuk memastikannya adalah lewat sentuhan. Dalam kondisi prima, cairan bensin yang terkena tangan akan terasa cair, kesat, dan langsung menguap dengan sendirinya dalam hitungan detik.
Namun, bensin basi punya tekstur yang jauh berbeda. Cairan yang sudah kedaluwarsa ini justru terasa lebih licin dan lengket di jari, persis seperti saat Anda tidak sengaja menyentuh genangan minyak.
Jadi, alih-alih panik dan menimbun bensin berlebihan di rumah, sebaiknya belilah bahan bakar sesuai kebutuhan harian kendaraan Anda.
Selain lebih aman dari risiko kebakaran, Anda juga menjaga mesin motor atau mobil tetap awet karena selalu mengonsumsi bensin yang segar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
Terkini
-
Nasib Aliansi Honda Nissan Mitsubishi Terganjal Pengaruh Renault di Tengah Bayangan Kerugian
-
Wajah Baru New Suzuki XL7 yang Tampil Lebih Sporty dengan Sederet Perubahan Eksterior
-
Pasutri Lansia Indonesia Taklukkan Rute Jakarta Mekkah Pakai Toyota Voxy
-
Pasarkan Produk di Indonesia, Changan Akui Belum Pikirkan Lakukan Perakitan Lokal
-
Inspirasi Yamaha Grand Filano dengan Gaya Racing Look yang Sedang Jadi Tren Modifikasi
-
Ada yang Turun, Ini Update Harga Terbaru BBM per 1 Juli 2026
-
Motor Jarang Dipakai, Kapan Sebaiknya Ganti Oli?
-
Intip Rahasia Mesin Vario Evo 160 yang Bikin Tarikan Makin Galak, Bukan Evolusi Wajah Saja
-
Mitsubishi Fuso Perkuat Logistik Kalimantan Lewat Layanan di Tengah Jalur Tambang Sandai
-
Kemenperin Klaim Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Tak Pindah ke Vietnam