News / Nasional
Rabu, 01 April 2026 | 14:11 WIB
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto memutuskan tidak menaikkan harga BBM subsidi maupun non-subsidi guna melindungi kepentingan seluruh masyarakat Indonesia.
  • Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyatakan bahwa pasokan BBM nasional saat ini terjamin aman dan mencukupi.
  • Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan berani tersebut di Jakarta pada Rabu, 1 April 2026, di tengah gejolak harga energi global.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, memberikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan pemerintah yang memutuskan untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Menurutnya, langkah ini menjadi bukti nyata kesiapan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi tekanan geopolitik global yang tengah fluktuatif.

Andre menyoroti bahwa kebijakan Indonesia ini tergolong berani di tengah tren kenaikan harga energi di tingkat internasional.

“Kami sangat mengapresiasi, apalagi kita semua tahu sudah ada 85 negara di berbagai wilayah di dunia menaikkan harga BBM, bahkan tetangga-tetangga kita di Asia Tenggara pun sudah menaikkan harga BBM ya. Tapi Indonesia tidak menaikkan harga BBM. Tidak ada penyesuaian,” kata Andre di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau antrean panjang, karena pemerintah menjamin ketersediaan pasokan di lapangan.

"Jadi masyarakat tidak usah khawatir, tidak usah antre BBM di SPBU karena pertama BBM-nya tidak ada kenaikan dan yang kedua stoknya aman," sambungnya.

Sebagai pimpinan komisi yang bermitra dengan PT Pertamina (Persero), Andre menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi intensif guna mengamankan stok BBM di seluruh pelosok tanah air. 

Sejauh ini, ia memastikan cadangan energi nasional dalam kondisi mencukupi.

Terkait dengan rencana pembatasan pembelian BBM yang sempat beredar, Andre menjelaskan bahwa hal tersebut masih dalam tahap pengkajian untuk kepentingan efisiensi dan belum menjadi kebijakan resmi.

Baca Juga: BBM Batal Naik per 1 April 2026, Antrean SPBU Kembali Normal

"Nah itu nanti kan kita tunggu skemanya nanti antara pemerintah, Kementerian ESDM dengan Pertamina. Yang jelas kami di DPR tentu mendukung langkah pemerintah," jelasnya.

Kepastian mengenai harga BBM ini sebelumnya juga dipertegas oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. 

Ia menyatakan bahwa keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, diambil berdasarkan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto setelah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina.

"Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi," ungkap Prasetyo Hadi dalam keterangan resminya.

Load More