- Pemerintah membatasi pembelian Pertalite maksimal 50 liter per hari bagi mobil pribadi berkapasitas mesin maksimal 1.400 cc.
- Pengawasan distribusi BBM subsidi di SPBU dilakukan melalui sistem verifikasi digital menggunakan barcode pada aplikasi MyPertamina sejak April 2026.
- Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga untuk seluruh jenis BBM subsidi maupun nonsubsidi di seluruh wilayah Indonesia.
Suara.com - Pemerintah secara resmi memperketat regulasi pembelian Bahan Bakar Minyak atau BBM subsidi di tengah ketidakpastian geopolitik global yang memicu krisis energi. Langkah terbaru yang diambil adalah pembatasan volume pembelian Pertalite untuk kendaraan roda empat pribadi dengan jatah maksimal sebesar 50 liter per hari. Kebijakan strategis ini bertujuan untuk menjaga ketahanan stok nasional serta memastikan distribusi energi subsidi tepat sasaran.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa mekanisme pengawasan akan dilakukan secara digital melalui sistem barcode pada aplikasi MyPertamina. Setiap konsumen yang berhak mendapatkan subsidi wajib menunjukkan kode tersebut saat melakukan pengisian di SPBU.
“Pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan barcode MyPertamina agar distribusi BBM tetap terjaga. Untuk mobil pribadi, batas wajar yang diberlakukan adalah setara 50 liter per kendaraan per hari,” kata Airlangga, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu 1 April 2026.
Selain batasan volume harian pemerintah juga menekankan kriteria teknis bagi kendaraan yang diperbolehkan mengonsumsi Pertalite. Salah satu syarat utamanya adalah kapasitas mesin kendaraan maksimal 1.400 cc. Pemilik mobil yang memenuhi kriteria tersebut akan mendapatkan QR Code khusus setelah melalui proses verifikasi data kendaraan.
Namun para pelaku usaha transportasi tidak perlu khawatir karena kebijakan pembatasan 50 liter ini tidak berlaku bagi angkutan umum, truk logistik, maupun bus operasional. Aturan ketat ini memang secara spesifik menyasar mobil pribadi yang selama ini mendominasi penggunaan Pertalite di berbagai kota besar di Indonesia.
Mengenai isu perubahan nilai jual BBM pemerintah membawa kabar baik bagi masyarakat. Meskipun sempat beredar rumor kenaikan harga per April 2026 dipastikan bahwa tidak ada penyesuaian harga baik untuk jenis BBM subsidi maupun nonsubsidi. Seluruh harga produk Pertamina di wilayah Indonesia dinyatakan tetap stabil.
Untuk kawasan DKI Jakarta, Banten, serta wilayah Jawa lainnya harga Pertalite bertahan pada angka Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter. Sementara untuk lini nonsubsidi Pertamax dijual seharga Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, dan Pertamax Green 95 sebesar Rp12.900 per liter. Bagi pengguna mesin diesel Dexlite dibanderol Rp14.200 per liter serta Pertamina Dex pada angka Rp14.500 per liter.
Kebijakan ini menjadi peringatan bagi pemilik kendaraan di atas 1.400 cc untuk segera beralih ke BBM nonsubsidi demi kelancaran mobilitas harian mereka. Pemerintah berharap integrasi sistem barcode dapat meminimalisir potensi penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan.
Baca Juga: Pemudik Bisa Cek Kesehatan dan Ganti Oli di Selasar Fastron Rest Area KM 57
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Intip Rahasia Mesin Vario Evo 160 yang Bikin Tarikan Makin Galak, Bukan Evolusi Wajah Saja
-
Mitsubishi Fuso Perkuat Logistik Kalimantan Lewat Layanan di Tengah Jalur Tambang Sandai
-
Kemenperin Klaim Dua Perusahaan Komponen Otomotif Jepang Tak Pindah ke Vietnam
-
Hyundai akan Tinggalkan Mobil ICE, Apa Saja Gantinya?
-
Changan Deepal S05 Tebar Pesona Lewat Teknologi REEV yang Sanggup Tempuh Jarak 1.100 Kilometer
-
3 Motor Listrik Commuter Lintas Kota dan Kabupaten: Setara Nmax, Solusi untuk Pekerja dan Mahasiswa
-
2 Motor Listrik Alternatif Scoopy dan Vespa: Nggak Mikir Oli Mahal, Idola Pelajar dan Pekerja
-
Strategi Yadea Pikat Warga Jakarta di PRJ 2026 Obral Subsidi 10 Juta Cukup Modal Tunjukkan SIM C
-
KLH Susun Aturan Limbah Baterai Kendaraan Listrik
-
Nama 'Evo' akan Diambil Alih dari Mitsubishi? Ini 'Pelakunya'